Suara.com - Banyak yang mengenal Valentino Rossi sebagai pendukung Inter Milan atau Interisti. Siapa sangka, dulunya pembalap legendaris MotoGP itu sebelumnya merupakan pendukung Sampdoria.
Nama Valentino Rossi banyak diperbincangkan belakangan ini lantaran keputusannya pensiun dari dunia balap motor yang telah ia geluti selama 25 tahun.
Keputusan tersebut diambil oleh pria berusia 42 tahun ini pada 5 Agustus lalu dalam sebuah konferensi pers jelang MotoGP di Sirkuit Styria, Austria.
Keputusan tersebut pun membuat banyak pecinta olahraga sedih. Pasalnya, Rossi merupakan legenda hidup dan menjadi salah satu alasan banyak orang menyukai MotoGP.
Ucapan selamat atas kariernya banyak mengalir kepada pembalap kelahiran Urbino tersebut. Tak hanya dari dunia balap, melainkan juga dari dunia sepak bola.
Salah satunya adalah dari Marco Materazzi yang merupakan legenda Inter Milan. Mantan bek timnas Italia ini mengucapkan selamat sekaligus memuji karier Rossi.
Materazzi memang dikenal akrab dengan Rossi. Selain karena sama-sama berasal dari Italia, The Doctor dikenal sebagai pendukung Inter Milan sejati. Tak ayal keduanya pun akrab dalam kehidupan sehari-hari.
Berbicara soal mengidolai klub, sebelum Rossi membelot menjadi fans Inter Milan, ternyata The Doctor merupakan pendukung Sampdoria.
Lantas, mengapa Valentino Rossi bisa membelot mendukung Inter Milan? Usut punya usut, ada sosok Ronaldo Nazario de Lima yang membuatnya mengkhianati Sampdoria.

Membelot karena Sosok Ronaldo Nazario
Sebagai penduduk sebuah negara yang identik dengan sepak bola seperti Italia, kehidupan Valentino Rossi di masa kecil tak lepas dari si kulit bundar.
Lahir di Urbino, tak ada tim lokal yang bisa didukung Rossi. Jika ada, itu pun klub semenjana seperti FC Fossombrone yang biasa berkutat di divisi bawah.
Di awal kehidupannya, Rossi pun memilih Sampdoria sebagai klub yang diidolakannya. Alasan ia mengidolai klub berjuluk Il Samp tersebut karena ada duet maut pada sosok Roberto Mancini dan Gianluca Vialli.
Di samping itu, Rossi memilih Sampdoria agar berbeda dengan orang-orang yang sebagian besar mengidolai Juventus dan Inter Milan kala itu.
“Saat saya kecil, saya mendukung Sampdoria. Di Italia semua orang adalah pendukung Inter Milan, Juventus. Tapi saat itu, Sampdoria adalah yang terkuat dengan Mancini dan Vialli,” tutur Rossi.