alexametrics

Max Merkel, Pelatih Era 80an yang Larang Pemain Menikah di Tengah Kompetisi

Syaiful Rachman
Max Merkel, Pelatih Era 80an yang Larang Pemain Menikah di Tengah Kompetisi
Pelatih Sevilla di Era 80an Max Merkel. [Twitter/@Bundesliga_DE]

Max Merkel pada akhirnya dipecat.

Merkel juga membagikan isi pertemuan dengan para calon istri pemain yang akan menikah itu kepada media.

"Demi mengatasi kesepian, saya menyarankan para pasangan menemui dokter masing-masing dan meminta nasihat agar mereka bisa mengatasi gaya hidup baru ini. Sehingga tidak ada masalah dan pemain bisa menjalankan tugas sebagai pemain profesional," kata Merkel.

Pelatih Sevilla di Era 80an Max Merkel. [Twitter/@fifacom_de]
Pelatih Sevilla di Era 80an Max Merkel. [Twitter/@fifacom_de]

Pelatih berkebangsaan Austria itu bisa bertindak seperti itu karena berada di era tangan besi institusi. Klub bisa memengaruhi kehidupan pribadi pemain, termasuk soal hubungan asmara.

Salah satu contoh kasus terbesar adalah striker AC Milan Gianni Rivera. Performanya menurun setelah menjalin kasih dengan pramugari maskapai Alitalia. Pihak klub lantas menekannya untuk mengakhiri hubungan dan Rivera menuruti.

Baca Juga: 7 Fakta Menarik Jelang Duel PSG vs Manchester City di Liga Champions

Sayangnya, pola pikir dan tindakan Max Merkel itu tidak membuahkan hasil positif. Di musim 1970/71 itu, Sevilla bahkan anjlok empat posisi di Liga Spanyol dari musim sebelumnya.

Pihak manajemen Sevilla pun memecat Max Merkel. Terlebih ketika manajemen mendengar ancaman mogok dari para pemain akibat perangai dan metode latihan Merkel yang tidak disukai.

Setelah dari Sevilla, Merkel pindah ke Atletico Madrid. Dia sukses memberikan gelar Copa del Rey dan La Liga untuk Atletico sebelum dipecat pada 1973.

[Penulis: Aditia Rizki]

Baca Juga: PSG Vs Manchester City, Guardiola: Mudah-mudahan Messi Main

Komentar