alexametrics

Lord Bendtner Jadi Pesakitan Pasca Gantung Sepatu, Mobil Disita dan Terancam Dibui

Rully Fauzi
Lord Bendtner Jadi Pesakitan Pasca Gantung Sepatu, Mobil Disita dan Terancam Dibui
Mantan striker Timnas Denmark, Nicklas Bendtner. [Paul FAITH / AFP]

Eks striker Arsenal dan Juventus itu mendeklarasikan pensiun sebagai pesepakbola pada Juni lalu.

Suara.com - Nasib sial dialami mantan penyerang Arsenal, Juventus dan Timnas Denmark Nicklas Bendtner. Mobilnya ditahan pengadilan karena kebut-kebutan di jalan raya.

Ancaman nyata menyasar Nicklas Bendtner setelah mobil mewahnya disita pengadilan, pasca berkendara ugal-ugalan di jalanan Kota Kopenhagen, Denmark.

Akibat ulahnya itu, Nicklas Bendtner terancam hukuman penjara selama 20 hari atau dengan membayar jaminan denda sebesar 4.600 pounds.

Sosok yang dikenal khalayak dengan julukan Lord Bendtner itu dijatuhi hukuman usai menjalani sidang di Pengadilan Kota Kopenhagen, Denmark pada Kamis (7/10/2021).

Baca Juga: Ronald Koeman di Ambang Pemecatan, Louis van Gaal Hujat Barcelona

Meski begitu, pria berusia 33 tahun tersebut dikabarkan tidak menghadiri sidang tersebut dan tetap harus membayar biaya atas kasusnya itu.

Dilansir dari The Sun, Bendtner dituduh dengan dua dakwaan yakni ugal-ugalan di jalan dan lima kali mengemudi tanpa lisensi valid dua tahun yang lalu.

Gelar 'Lord' yang disandangnya terbukti tak selalu menyelamatkan dirinya dan membawa keberuntungan untuk Bendtner.

Kompatriot Christian Eriksen itu harus merelakan mobil mewah Porsche Taycan Turbo S miliknya seharga 230 ribu pounds untuk disita pengadilan.

Sebelumnya, Bendtner lebih dulu menghadiri sidang yang digelar pada Minggu (3/10/2021), dan mengandalkan lisensi mengemudi dari Inggris.

Baca Juga: Prediksi Belanda vs Gibraltar: Louis van Gaal Ketagihan Menang

 Ia bersikeras menganggap lisensi tersebut juga layak digunakan di Denmark, meskipun pada akhirnya Bendtner harus menelan kekecewaan.

"Itu keyakinan saya bahwa lisensi saya sangat valid. Saya tak tahu bagaimana menjelaskan secara berbeda." ucap Bendtner.

Berurusan dengan pengadilan bukan hal baru bagi Bendtner, ia bahkan sempat diancam hukuman penjara selama 50 hari karena serangan terhadap sopir taksi.

Delapan tahun yang lalu, ia juga pernah dilarang mengemudi selama tiga tahun juga karena ugal-ugalan di jalan dalam keadaan mabuk.

Saat itu, Bendtner  juga diharuskan membayar denda, masalah yang dialami berbanding terbalik dengan prestasi di atas lapangan.

Digadang-gadang sebagai penerus Thierry Henry di Arsenal, Bendtner justru bikin fans The Gunners geleng-geleng kepala karena aksinya.

Juni 2021 lalu Bendtner memustukan pensiun sebagai pesepakbola, dengan terakhir ia bermain untuk salah satu kontestan divisi empat Liga Denmark, Tranby FF.

Selama membela Arsenal, Bendtner sukses mencetak 45 gol dari 171 pertandingan di semua kompetisi di bawah asuhan Arsene Wenger.

Kariernya sempat menanjak setelah pergi dari Juventus dan membela klub Jerman VfL Wolfsburg, namun sinarnya tak bertahan lama pada saat itu.

[Eko Isdiyanto]

Komentar