Jet Lag, Tantangan Terbesar Egy Maulana Vikri Jelang Leg 2 Semifinal Piala AFF 2020

Syaiful Rachman

Sabtu, 25 Desember 2021 | 18:20 WIB
Jet Lag, Tantangan Terbesar Egy Maulana Vikri Jelang Leg 2 Semifinal Piala AFF 2020
Egy Maulana Vikri saat berlatih bersama Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2020 (dok. PSSI)

Suara.com - Kehadiran Egy Maulana Vikri di Singapura pada 22 Desember 2021 menjadi angin segar bagi Timnas Indonesia yang tengah berjuang di semifinal Piala AFF 2020.

Egy Maulana Vikri, pesepak bola yang merumput di Liga Slovakia bersama klub FK Senica, dinilai bisa memberikan kreativitas tambahan di lini serang skuad "Garuda".

Anggapan tersebut didasarkan pada performa Egy yang memang baik di Liga Polandia. Di sana, pemain berusia 21 tahun itu bermain 13 kali, membuat dua gol dan memberikan satu umpan gol (assist).

Laki-laki asal Medan, Sumatra Utara, itu juga mencicipi dua penampilan di Piala Slovakia dan berhasil mengirimkan tiga assist.

Egy Maulana Vikri saat berlatih bersama Timnas Indonesia di Antalya, Turki (dok. PSSI)
Egy Maulana Vikri saat berlatih bersama Timnas Indonesia di Antalya, Turki (dok. PSSI)

Di Singapura, Egy sudah berlatih penuh bersama rekan-rekannya dan siap diturunkan pada laga leg kedua semifinal Piala AFF 2020 kontra Singapura di Stadion Nasional, Sabtu (25/12/2021), mulai pukul 19.30 WIB atau 20.30 waktu setempat.

Timnas Indonesia membutuhkan kemenangan dari pertandingan itu untuk menembus final setelah leg pertama berakhir imbang 1-1.

Namun, yang jadi pertanyaan saat ini adalah, apakah Egy dapat memperlihatkan kemampuan terbaiknya dalam laga penting tersebut?

Jawabannya tentu saja bisa, dengan syarat Egy dapat mengalahkan salah satu musuh utamanya saat ini yaitu "jet lag".

"Jet lag", menurut Layanan Kesehatan Nasional (NHS) Inggris, adalah gangguan tidur akibat penerbangan jauh ke wilayah dengan zona waktu berbeda.

baca juga

Untuk sampai ke Singapura, Egy menempuh lebih dari 18 jam penerbangan dari Slovakia. Dua negara berjarak sekitar 9.400 kilometer ini berbeda waktu tujuh jam.

Perlu diingat pula, saat ini, Slovakia tengah menikmati musim dingin yang bersalju, sementara Singapura memiliki iklim tropis yang hangat.

Egy pun praktis hanya memiliki waktu penuh dua hari untuk membiasakan dirinya dengan situasi Singapura, sebelum berlaga pada Sabtu (25/12/2021).

Dalam tulisan "Pengaruh Jet Lag dan Cara Mengatasi -- Tinjauan Fisiologi" (2005), dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta Tri Prabowo menjelaskan bahwa tidak ada ukuran baku berapa lama seorang atlet bisa mengatasi kendala tidur pascapenerbangan panjang.

Namun, jika diperkirakan, pemulihan akan berlangsung 92 menit per hari jika penerbangan dilakukan ke arah barat, sementara kalau ke timur, pemulihan berjalan 57 menit per hari.

"Untuk mengasi jet lag ini dibutuhkan beberapa hal mulai dari pre-adaptasi, pemilihan menu makanan, fototerapi (terapi cahaya-red) dan pemberian obat-obat-obatan. Walaupun begitu, motivasi atlet juga berperan untuk meringankan gejala dan kecepatan adaptasi," tulis Tri.

Dampak dari jet lag ini sendiri sangat serius bagi seorang atlet. Di samping sulit tidur, mereka akan sering diselimuti kelelahan, kurang konsentrasi, sulit mewaspadai situasi, gangguan pencernaan yang berujung pada turunnya performa baik dalam latihan maupun pertandingan.

Jika tetap beraktivitas dalam kondisi jet lag belum tertangani sempurna, sang pemain sangat rawan cedera.

Sello Motaung, personel tim medis FIFA (FIFA Medical Officer) dan dosen paruh waktu di Universitas Witwatersrand - Centre for Exercise Science and Sports Medicine, menyebut bahwa kerja sama antarpihak dalam tim sangat menentukan keberhasilan pengembalian kondisi pesepak bola yang tengah jet lag dengan segera.

Dalam "Travelling With Football Teams" (2010), Motaung menekankan bahwa pemberian nutrisi, cairan yang disesuaikan dengan intensitas latihan, program pemulihan, hari pertandingan dan cuaca harus diperhatikan oleh staf medis tim. Dan, yang tak kalah pentingnya yaitu mengatur waktu sang pemain untuk keluar ruangan dan mendapatkan sinar matahari.

Untuk kasus Egy, yang terbang ke arah timur dengan beda waktu tujuh jam, Motaung menyarankan saat terbaik untuk mendapatkan cahaya surya adalah pada pukul 11.00-17.00 waktu setempat.

"Paparan dari sinar matahari dapat mengaktifkan 'zeitgeber', semacam 'agen' yang menyelaraskan ritme jam tubuh. Akan tetapi, kesuksesan dari paparan sinar matahari ini bergantung pada ke arah mana perjalanan itu dan zona waktu yang dituju," kata dokter tim nasional Afrika Selatan pada tahun 2002-2007 itu.

Di Piala AFF 2020, kondisi sejenis sempat dialami oleh bek timnas Malaysia, Dion Cools. Cools, pemain klub FC Midtjylland di Liga Denmark, tiba di Singapura dari Denmark pada Kamis (16/12) malam dan tampil sebagai "starter" saat melawan Indonesia pada Minggu (19/12) atau tiga hari kemudian.

Artinya, pesepak bola berumur 25 tahun yang sudah tampil di Liga Eropa dan Kualifikasi Liga Champions 2021-2022 itu hanya mempunyai dua hari penuh untuk beristirahat sebelum berlaga, sama seperti Egy.

Jarak dari Denmark ke Singapura sekitar 10.000 kilometer, perbedaan waktu tujuh jam dan penerbangan memakan waktu belasan jam. Juga mirip dengan perjalanan Egy ke Singapura.

Dion Cools, dibantu ofisial timnas Malaysia, tentu saja sudah melakukan banyak cara untuk mengalahkan jet lag. Namun, Cools tidak dapat menunjukkan penampilan maksimal di lini belakang skuad "Harimau Malaya". Malaysia akhirnya kalah dengan skor telak 1-4. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Juventus Era Allgeri vs Inter Masa Inzaghi Mana yang Lebih Jago? Ini Pilihan Emil Audero

Juventus Era Allgeri vs Inter Masa Inzaghi Mana yang Lebih Jago? Ini Pilihan Emil Audero

Bola | Kamis, 15 Oktober 2026 | 18:51 WIB

Gubernur Kaltim ke Singapura Saat Karhutla, Pakar Soroti Etika dan Empati Kepemimpinan

Gubernur Kaltim ke Singapura Saat Karhutla, Pakar Soroti Etika dan Empati Kepemimpinan

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 18:11 WIB

Bukan Saat Bela Timnas Indonesia, Momen Laga Ini yang Buat Emil Audero Menangis

Bukan Saat Bela Timnas Indonesia, Momen Laga Ini yang Buat Emil Audero Menangis

Bola | Kamis, 15 Oktober 2026 | 17:33 WIB

Singapura Hadapi Ancaman Polusi Terburuk, Eks Menpora Malaysia Desak Indonesia Dikucilkan

Singapura Hadapi Ancaman Polusi Terburuk, Eks Menpora Malaysia Desak Indonesia Dikucilkan

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 15:55 WIB

Tanda Segera Gabung Timnas Indonesia, Demiane Agustien Pamer Jersey Calvin Verdonk

Tanda Segera Gabung Timnas Indonesia, Demiane Agustien Pamer Jersey Calvin Verdonk

Bola | Kamis, 15 Oktober 2026 | 15:49 WIB

Indonesia Bagi-bagi Kabut Asap: Malaysia dan Singapura Tercekik Kini Giliran Timor Leste Sesak

Indonesia Bagi-bagi Kabut Asap: Malaysia dan Singapura Tercekik Kini Giliran Timor Leste Sesak

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 15:44 WIB

Negara Hampir Lumpuh, Singapura Makin Sesak Napas karena Kebakaran Hutan Indonesia

Negara Hampir Lumpuh, Singapura Makin Sesak Napas karena Kebakaran Hutan Indonesia

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:05 WIB

Media Singapura Bongkar Fakta Lain Keberadaan Rudy Masud dan Istri Saat Perhelatan F1

Media Singapura Bongkar Fakta Lain Keberadaan Rudy Masud dan Istri Saat Perhelatan F1

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 12:17 WIB

Bukan Cuma 11 Pemain, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya 3 Skuad Sekaligus

Bukan Cuma 11 Pemain, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya 3 Skuad Sekaligus

Bola | Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:55 WIB

Fabio Calonego Tertarik Dinaturalisasi Demi Bela Timnas Indonesia, Tapi..

Fabio Calonego Tertarik Dinaturalisasi Demi Bela Timnas Indonesia, Tapi..

Bola | Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:15 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×