Anak Menkeu Purbaya Tak Pikirin Rupiah Loyo Saat Kuliah di AS, Bayar Pakai Bitcoin!

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 29 Mei 2026 | 14:29 WIB
Anak Menkeu Purbaya Tak Pikirin Rupiah Loyo Saat Kuliah di AS, Bayar Pakai Bitcoin!
Di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap lonjakan biaya hidup dan mahalnya biaya pendidikan luar negeri, muncul pernyataan menarik dari Yudo Sadewa, anak Menteri Keuangan Purbaya yang mengaku tak terlalu memikirkan depresiasi rupiah karena pembayaran kuliahnya dilakukan menggunakan Bitcoin. Tangkapan Layar YouTube Samuel Christ.
baca 10 detik
  • Rupiah Rp17.800 disebut dipicu outflow investor asing.
  • Anak Menkeu pilih bayar kuliah luar negeri pakai Bitcoin.
  • Bitcoin disebut aset utama, rupiah hanya untuk spending.

Suara.com - Pelemahan nilai tukar rupiah hingga menyentuh level Rp17.800 per dolar AS ternyata tak begitu berpengaruh terhadap Yudo Sadewa anak sang Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Meski sedang menempuh pendidikan di luar negeri Yudo mengaku tak terlalu memikirkan depresiasi rupiah karena pembayaran kuliahnya dilakukan menggunakan Bitcoin.

Pernyataan tersebut muncul dalam podcast bersama Samuel Christ. Dalam perbincangan itu, ia menilai pelemahan rupiah saat ini lebih banyak dipicu oleh arus modal asing yang keluar dari Indonesia atau capital outflow. Menurutnya, investor asing menjadi bingung akibat kebijakan fiskal yang dinilai berubah-ubah, ditambah suku bunga pinjaman perbankan yang masih tinggi.

“Kalau bunga pinjaman sudah belasan persen, ekonomi masyarakat bawah susah muter,” kata Yudo dalam podcast tersebut dikutip Jumat (29/5/2026).

Ia menilai kondisi ekonomi saat ini membuat perputaran uang lebih banyak terjadi di kalangan pemerintah dan kelompok atas, sementara masyarakat kelas bawah masih mengalami tekanan. Salah satu solusi yang disebut adalah suntikan stimulus dari pemerintah serta penurunan suku bunga agar roda ekonomi kembali bergerak.

Namun, ia menegaskan bahwa persoalan pelemahan rupiah bukan sepenuhnya berada di tangan kebijakan fiskal. Menurutnya, stabilitas mata uang lebih banyak dipengaruhi kebijakan bank sentral dan arah kebijakan pemerintah secara keseluruhan.

Dalam podcast itu juga muncul prediksi bahwa nilai tukar rupiah bisa saja menyentuh Rp20 ribu per dolar AS dalam 10 hingga 20 tahun mendatang. Pernyataan tersebut langsung disambut candaan soal biaya pendidikan di Amerika Serikat yang akan semakin mahal.

Namun respons yang muncul justru mengejutkan.

“Enggak lah, kan lewat Bitcoin,” katanya singkat.

Pernyataan itu langsung memicu perhatian publik, terutama karena dianggap mencerminkan pandangan generasi muda elite terhadap aset digital di tengah ketidakpastian ekonomi global dan tekanan terhadap mata uang konvensional.

baca juga

Ia bahkan menyebut Bitcoin sebagai “aset nomor satu”, sementara dolar AS maupun rupiah hanya dianggap sebagai alat transaksi harian. Menurutnya, uang tunai sebaiknya digunakan hanya untuk kebutuhan belanja dan konsumsi, sedangkan sisanya dialihkan ke investasi.

Pandangan tersebut muncul di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap aset kripto sebagai instrumen lindung nilai terhadap inflasi dan pelemahan mata uang. Meski begitu, sejumlah ekonom tetap mengingatkan bahwa Bitcoin memiliki volatilitas tinggi dan belum bisa disamakan dengan instrumen safe haven konvensional seperti emas atau dolar AS.

Asal tahu saja, mata uang Garuda tampaknya sedang tidak baik-baik saja hari ini. Secara mengejutkan, nilai tukar rupiah babak belur dihajar oleh keperkasaan dolar Singapura (SGD) pada perdagangan Jumat (29/5/2026).

Tak tanggung-tanggung, mata uang Negeri Singa tersebut sempat melesat dan menyentuh level psikologis baru yang bikin jantungan: Rp14.000 per 1 SGD!

Berdasarkan data Tradingview, setelah sempat bikin panik di level Rp14.000, kurs rupiah perlahan mencoba bangkit. Pada pukul 09.51 WIB, rupiah berhasil memangkas sedikit koreksinya dan bertengger di level Rp13.982.

Sepanjang hari ini, pergerakan dolar Singapura diprediksi masih akan sangat liar di rentang Rp13.932 hingga Rp14.001. Jika dihitung sejak awal tahun 2026, mata uang Singapura ini tercatat sudah terbang tinggi alias menguat sebesar 7,34%.

Penderitaan rupiah belum berakhir di situ. Bak jatuh tertimpa tangga, mata uang kebanggaan kita juga keok di hadapan dolar Amerika Serikat (AS).

Data Bloomberg mencatat, Greenback sukses menguat 0,11% ke level Rp17.864 pada pukul 09.55 WIB. Padahal, saat pasar baru dibuka pagi ini, rupiah sempat menunjukkan taringnya dengan menekan dolar AS ke level Rp17.836,5—lebih perkasa dibanding penutupan Kamis (28/5) yang berada di level Rp17.845.

Namun sayang, penguatan itu hanya fatamorgana. Rupiah langsung loyo dan pasrah melemah hingga 6,93% sepanjang tahun 2026 berjalan. Hari ini, dolar AS diproyeksikan bakal terus mengacak-ngacak rupiah pada rentang pergerakan Rp17.813 hingga Rp17.837.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penguatan Industri Bahan Baku Kunci Jaga Ketahanan Industri di Tengah Pelemahan Rupiah

Penguatan Industri Bahan Baku Kunci Jaga Ketahanan Industri di Tengah Pelemahan Rupiah

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 14:15 WIB

Anak Menkeu Purbaya: Ekonomi RI Dicekek Terus! Nyaris Ulang Krisis 1998

Anak Menkeu Purbaya: Ekonomi RI Dicekek Terus! Nyaris Ulang Krisis 1998

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 13:43 WIB

Rapor Merah TKA 2026: Nilai Rerata Matematika Anak SMP Hanya 40,35!

Rapor Merah TKA 2026: Nilai Rerata Matematika Anak SMP Hanya 40,35!

Your Say | Jum'at, 29 Mei 2026 | 13:35 WIB

Terkini

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

Manga Komedi-Romantis Hiragi-san's House of Vampires Dapat Adaptasi Anime

Manga Komedi-Romantis Hiragi-san's House of Vampires Dapat Adaptasi Anime

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:40 WIB

BEI Siap Periksa Acak Free Float Emiten, Direksi Terancam Sanksi Tegas!

BEI Siap Periksa Acak Free Float Emiten, Direksi Terancam Sanksi Tegas!

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:15 WIB

Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO

Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:14 WIB

Pakar Geopolitik: Konser Andrea Bocelli di Borobudur Harus Jadi Pesan Perdamaian Dunia

Pakar Geopolitik: Konser Andrea Bocelli di Borobudur Harus Jadi Pesan Perdamaian Dunia

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:04 WIB

Kronologi WNI Eks Sopir Taksi Jadi Tentara Bayaran Rusia, Baru 10 Hari Latihan Tewas di Ukraina

Kronologi WNI Eks Sopir Taksi Jadi Tentara Bayaran Rusia, Baru 10 Hari Latihan Tewas di Ukraina

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Kunci Sukses Indonesia di Mata Presiden Prabowo: Pendidikan dan Pemimpin Berhati Bersih

Kunci Sukses Indonesia di Mata Presiden Prabowo: Pendidikan dan Pemimpin Berhati Bersih

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:00 WIB

×