facebook

3 Alasan Haruna Soemitro Semestinya Pensiun dari Jabatan Exco PSSI

Reky Kalumata
3 Alasan Haruna Soemitro Semestinya Pensiun dari Jabatan Exco PSSI
Pemain Madura United dan manager Haruna Soemitro (kiri) menyapa suporter usai menang atas Persela dalam pertandingan babak delapan besar Piala Presiden 2019 melawan Persela di Stadion Surajaya Lamongan, Jawa Timur, Minggu (31/3/2019).Madura United memenangi pertandingan dengan skor 2-1. ANTARA FOTO/Syaiful Arif/pras.

Haruna sedang mendapatkan kritikan keras di dunia maya hingga viralnya tagar #HarunaOut

Suara.com - Salah satu anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Haruna Soemitro, mengundang perhatian publik karena mengeluarkan pernyataan kontroversial saat mengkritik pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong.

Pernyataan Haruna Soemitro yang diunggah kanal YouTube, JPPN.COM itu langsung menimbulkan reaksi beragam dari kalangan pecinta sepak bola Indonesia.

Haruna juga merasa komunikasi PSSI dengan Shin tidak baik-baik saja karena juru taktik asal Korea Selatan itu tersinggung ketika dikritik dan diberikan masukan oleh petinggi PSSI.

Haruna pun mendapatkan kritikan keras di dunia maya hingga viralnya tagar #HarunaOut yang menjadi trending topic di Twitter.

Baca Juga: Profil Haruna Soemitro, Exco PSSI Kontroversial yang Kritik Pedas Shin Tae-yong

Banyak yang menyayangkan pernyataan tersebut hingga mendesak Haruna Soemitro untuk segera mengundurkan diri dari jabatannya.

Sebab, ada beberapa alasan kuat yang membuat Direktur Madura United itu untuk segera memberikan posisi strategis di PSSI itu kepada orang-orang yang lebih progresif.

Berikut tiga alasan yang membuat Haruna Soemitro sudah semestinya pensiun dari jabatannya sebagai anggota Exco PSSI.

1. Sudah Saatnya Berganti Era

Haruna Soemitro adalah salah satu pejabat di PSSI yang berasal dari kalangan senior. Sebab, dia sudah malang melintang di dunia sepak bola sejak tahun 2003.

Baca Juga: Media Korsel Soroti Netizen Indonesia yang Bela Shin Tae-yong Usai Dikritik Haruna Soemitro

Awalnya, Haruna menjabat sebagai manajer Persebaya Surabaya. Setelah itu, dia menjadi manajer tim PON Jawa Timur 2004 dan sukses mengantarkan anak asuhnya meraih medali emas.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar