Suara.com - Setelah dikucilkan selama beberapa pekan, Pierre-Emerick Aubameyang akhirnya sepakat untuk meninggalkan Arsenal. Akan tetapi, pemain asal Gabon tersebut meninggalkan Emirates Stadium tidak dengan tangan hampa.
Arsenal dilaporkan membayar Pierre-Emerick Aubameyang tujuh juga pound atau sekitar Rp136 miliar agar pemain asal Gabon itu bersedia memutus kontraknya dengan The Gunners.
Kontrak Aubameyang sendiri menyisakan 18 bulan, dengan gaji sekitar 350.000 poundsterling atau sekitar Rp6,8 miliar per pekan.
Striker berusia 32 tahun itu tidak membutuhkan waktu lama untuk mencari klub baru. Dilaporkan, Aubameyang merapat ke Barcelona dengan meneken kontrak berdurasi satu setengah tahun.

Hari-hari terakhir Aubameyang di Arsenal
Pemain internasional Gabon itu dicopot dari jabatan kapten setelah terlambat kembali dari urusan pribadinya di Prancis, dan ia berlatih secara individu hingga bergabung dengan tim nasionalnya menjelang Piala Afrika.
Pertandingan terakhir Aubameyang untuk klub terjadi saat Arsenal kalah 2-1 dari Everton pada 6 Desember. Sejak saat itu manajer Arsenal Mikel Arteta memutuskan untuk membekukan striker andalannya tersebut.
Aubameyang dinyatakan positif COVID-19 sebelum Piala Afrika dan kemudian didiagnosis dengan masalah jantung. Dia melewatkan turnamen dan kembali ke London untuk melanjutkan pemulihannya.
"Kami mendoakan yang terbaik bagi Auba untuk babak baru dalam kariernya dan berterima kasih atas kontribusinya untuk klub," bunyi pernyataan Arsenal yang diunggah di Twitter resmi klub, Rabu (2/2/2022).
Arsenal mencoba mengontrak Dusan Vlahovic dari Fiorentina pada Januari, tetapi pemain berusia 22 tahun itu memilih untuk bergabung dengan raksasa Serie A Juventus.
Sementara itu, Aubameyang mengucapkan selamat tinggal kepada para penggemar Arsenal dengan sebuah postingan yang ia unggah di Instagram.
"Memiliki kesempatan untuk memenangkan trofi dan kehormatan menjadi kapten klub ini adalah sesuatu yang akan selalu saya simpan di hati saya," tulisnya.
"Saya selalu 100 persen fokus dan berkomitmen untuk melakukan semua yang saya bisa untuk klub ini, itulah sebabnya pergi tanpa perpisahan yang nyata menyakitkan."
"Saya sedih saya tidak mendapatkan kesempatan untuk membantu rekan satu tim saya dalam beberapa minggu terakhir, tetapi saya berharap semua orang dan penggemar saya mendapatkan yang terbaik dan tahun-tahun yang sukses."