Nyanyian Pro-Putin Picu Kemarahan di Pertandingan Sepak Bola Turki

Siswanto, BBC

Minggu, 31 Juli 2022 | 13:11 WIB
Nyanyian Pro-Putin Picu Kemarahan di Pertandingan Sepak Bola Turki
BBC

Suara.com - Pejabat resmi Ukraina mengutuk tindakan para penggemar sepak bola Turki yang meneriakkan nama pemimpin Rusia Vladimir Putin pada pertandingan Liga Champions di Istanbul.

Ribuan pendukung tim sepak bola Fenerbahce bergabung dalam nyanyian "pro-Putin" setelah tim mereka kebobolan gol dari juara Ukraina, Dynamo Kyiv.

Duta Besar Ukraina untuk Turki, Vasyl Bodnar, mengatakan, insiden itu sangat menyedihkan baginya.

Dynamo Kyiv memenangkan pertandingan dengan hasil 2-1, setelah bermain imbang 0-0 di putaran pertama yang dilangsungkan di Polandia karena invasi Rusia.

"Kami tidak akan pernah mengerti kata-kata dukungan untuk pembunuh dan agresor Rusia yang dengan sengaja membunuh warga Ukraina dan menghancurkan negara kami," tulis Bodnar di Facebook. "Bahkan sepak bola, yang sangat dicintai di Turki, ada batasnya."

Baca juga:

Penyelenggara kompetisi UEFA mengatakan kepada BBC bahwa mereka telah membuka penyelidikan atas insiden tersebut.

Nyanyian itu tampaknya dipicu setelah gelandang Dynamo Kyiv, Vitaliy Buyalskyi, merayakan keunggulan timnya dengan membuat gerakan elang dengan tangan, yang diyakini beberapa penggemar adalah bentuk isyarat kepada rival bebuyutan Fenerbahce, Besiktas.

https://twitter.com/Nicocantor1/status/1552366608277987328

baca juga

Usai pertandingan, pelatih kepala Dynamo Kyiv, Mircea Lucescu, mengatakan kepada wartawan, bahwa sepak bola "tidak dapat menerima perilaku para penggemar".

"Saya tidak menyangka nyanyian seperti itu. Sangat disayangkan," tambahnya. Lucescu, mantan manajer tim nasional Turki, kemudian menolak untuk menghadiri konferensi pers pasca-pertandingan sebagai bentuk protes atas tindakan para penggemar.

Fenerbahce mengatakan tindakan para penggemar tidak mewakili klub atau "sikap perusahaan dengan cara apa pun".

"Kami sekali lagi mengingatkan publik tentang sikap kami bahwa olahraga dan politik harus selalu dipisahkan satu sama lain," bunyi sebuah pernyataan.

Insiden itu memicu kegaduhan di media sosial, dengan beberapa warganet mengatakan, klub-klub Turki harus dilarang dari kompetisi Eropa.

Kejadian itu datang hanya beberapa minggu sebelum kembalinya liga papan atas sepakbola Ukraina pada 23 Agustus. Liga Premier Ukraina tidak berjalan setelah invasi Rusia pada bulan Februari, yang membuatnya tidak aman untuk dilanjutkan.

"Menyelenggarakan kompetisi sepak bola selama perang bukan hanya tentang olahraga," kata Andriy Pavelko, Presiden FA Ukraina, kepada wartawan.

Format yang tepat dari kompetisi ini belum dapat dikonfirmasi, tetapi diharapkan permainan akan dimainkan secara tertutup di wilayah Kyiv dan kota-kota lain di barat.

Hanya dua tim dari jadwal musim lalu, yaitu Desna Chernihiv dan FC Mariupol, yang mengumumkan bahwa mereka tidak akan dapat ambil bagian.

Infrastruktur mereka hancur, dengan Mariupol saat ini berada di bawah pendudukan Rusia setelah pengepungan yang berkepanjangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Said Iqbal: 19 Juta Lapangan Kerja itu Janji Gibran, Bukan Prabowo

Said Iqbal: 19 Juta Lapangan Kerja itu Janji Gibran, Bukan Prabowo

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 10:18 WIB

Hujan Buatan Jadi Jurus Baru Jakarta Sapu Polusi Udara

Hujan Buatan Jadi Jurus Baru Jakarta Sapu Polusi Udara

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 10:13 WIB

Kabut Asap Memburuk, Pemkot Palu Perpanjang Sekolah Daring

Kabut Asap Memburuk, Pemkot Palu Perpanjang Sekolah Daring

Sulsel | Senin, 26 Oktober 2026 | 10:12 WIB

Berapa Harga Blush On Inez? Intip Pilihan Warna dan Kesan Pembeli

Berapa Harga Blush On Inez? Intip Pilihan Warna dan Kesan Pembeli

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 10:11 WIB

UPH Masuk Top=5 PTS Indonesia di THE WUR 2027, Tempati Peringkat 1.8012.000 Dunia

UPH Masuk Top=5 PTS Indonesia di THE WUR 2027, Tempati Peringkat 1.8012.000 Dunia

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 10:09 WIB

Pemutihan Denda Pajak di Pekanbaru Diperpanjang hingga 31 Oktober 2026

Pemutihan Denda Pajak di Pekanbaru Diperpanjang hingga 31 Oktober 2026

Riau | Senin, 26 Oktober 2026 | 10:02 WIB

Review Film Clayface: Saat Wajah Hilang, Jati Diri Ikut Hancur Total

Review Film Clayface: Saat Wajah Hilang, Jati Diri Ikut Hancur Total

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 10:00 WIB

Arti Mimpi Orang Lain Meninggal Dunia Menurut Islam dan Psikologi

Arti Mimpi Orang Lain Meninggal Dunia Menurut Islam dan Psikologi

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 09:58 WIB

Heboh Trio Wanita Berjilbab Bentangkan Poster Isu Sawit Indonesia Dikirim ke Israel

Heboh Trio Wanita Berjilbab Bentangkan Poster Isu Sawit Indonesia Dikirim ke Israel

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 09:57 WIB

Tangis Pilu Kakak Bobotoh yang Tewas Mengenaskan Usai Nonton Garudayaksa vs Persib

Tangis Pilu Kakak Bobotoh yang Tewas Mengenaskan Usai Nonton Garudayaksa vs Persib

Bola | Senin, 26 Oktober 2026 | 09:51 WIB

×