Panas Dingin Rivalitas Suporter Arema dan Persebaya, Sejarah Panjang Fans Militan Sepak Bola Indonesia

Farah Nabilla

Minggu, 02 Oktober 2022 | 11:19 WIB
Panas Dingin Rivalitas Suporter Arema dan Persebaya, Sejarah Panjang Fans Militan Sepak Bola Indonesia
Suporter Arema FC memasuki lapangan setelah tim yang didukungnya kalah dari Persebaya dalam pertandingan sepak bola BRI Liga 1 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022). ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/tom.

Suara.com - Pertandingan antara Arema Malang melawan Persebaya Surabaya dalam BRI Liga 1 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022), berakhir tragis. Ratusan penonton tewas karena adanya kericuhan serta tembakan gas air mata. 

Meski dalam tragedi Kanjuruhan ini tercatat bukan karena bentrok antar suporter, perlu diketahui bahwa dua klub ini memang sudah terlibat rivalitas sejak lama.

Pertemuan antara Arema dan Persebaya kerap menciptakan persaingan sengit di lapangan. Para supporternya pun dikenal memiliki hubungan yang kurang baik.

Adapun sejarah rivalitas Arema dan Persebaya dimulai pada tahun 1995 lalu. Kala itu bisa dibilang menjadi awal mula perseteruan antara Aremania dan Bonek (sebutan untuk penggemar kedua tim).

Saat itu, Persebaya menjalani laga melawan Persema Malang dalam lanjutan Liga Indonesia 1995/1996. Pertandingan itu berakhir dengan skor 1-1 dan terlihat kurang memuaskan bagi Ngalamania (supporter Persema).

Bus para pemain Persebaya yang akan menuju Surabaya tiba-tiba dihentikan oleh gerombolan Ngalamania. Mereka memecahkan kaca hingga salah satu pemain Persebaya, M Nurkiman, mengalami luka pada mata bagian kiri.

Akibat aksi itu, Nurkiman harus menerima kondisi cacat mata permanen. Maka, hingga saat ini hubungan kurang harmonis masih menghiasi Bonek dengan Aremania

Nah, peristiwa yang menimpa Nurkiman ini disebut menjadi cerita awal rivalitas dua kelompok supporter ini. Persema sendiri merupakan saudara tua dari klub sepak bola Malang, termasuk Arema.

Namun, sumber lain mengatakan bahwa kericuhan tersebut bermula pada saat Bonek ikut hadir dalam laga semifinal Galatama di tahun 1992.

baca juga

Saat itu yang bertanding adalah Arema Malang melawan Semen Padang di stadion Tambaksari Surabaya dan menghadirkan sejarah baru konflik antara Aremania serta Bonek.

Aremania kemudian membuat ulah di Stasiun Gubeng pasca kekalahan Arema. Kapolda Jatim kala itu membawa mereka dalam 6 gerbong kereta api guna menghindari kericuhan dengan Bonek.

Insiden itu rupanya memicu emosi Bonek yang ada di Surabaya. Dengan cepat, mereka mencegat dan menyerang rombongan Aremania pada akhir 1993. Tepatnya saat akan berkunjung ke Gresik.

Tak mau kalah, Aremania kembali membalas perbuatan Bonek dengan mendatangi Stadion Tambaksari pada laga tahun 1996. Namun, pertandingan itu dikawal ketat oleh Komandan Komando Distrik Militer atau biasa disebut DANDIM.

Hal tersebut membuat Bonek hanya bisa berdiam diri dan menahan emosi untuk tidak melakukan aksi nekat yang menyebabkan kerusuhan. Mereka saat itu hanya menghina Aremania melalui kata-kata.

Rivalitas antar supporter dua klub ini kian memanas hingga membuat mereka harus menandatangi kesepakatan bahwa masing-masing tidak akan hadir ke kandang lawan dalam laga apapun yang mempertemukan Arema dan Persebaya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Keluarga Besar Persebaya Belasungkawa Atas Jatuhnya Korban Aremania

Keluarga Besar Persebaya Belasungkawa Atas Jatuhnya Korban Aremania

Tantrum | Minggu, 02 Oktober 2022 | 11:23 WIB

Duel Persib vs Persija Ditunda, Panpel: Seluruh Tiket yang Sudah Dibeli Tetap Bisa Digunakan

Duel Persib vs Persija Ditunda, Panpel: Seluruh Tiket yang Sudah Dibeli Tetap Bisa Digunakan

Depok | Minggu, 02 Oktober 2022 | 11:17 WIB

Buntut Tragedi di Stadion Kanjuruhan Laga Persib vs Persija Ditunda, Polda Jabar Bilang Begini

Buntut Tragedi di Stadion Kanjuruhan Laga Persib vs Persija Ditunda, Polda Jabar Bilang Begini

Cianjur | Minggu, 02 Oktober 2022 | 11:16 WIB

Jokowi Perintahkan Liga 1 Dihentikan Sementara dan Soroti Hal yang Harus Dievaluasi

Jokowi Perintahkan Liga 1 Dihentikan Sementara dan Soroti Hal yang Harus Dievaluasi

Semarang | Minggu, 02 Oktober 2022 | 11:14 WIB

Tok! Presiden Jokowi Perintahkan PSSI Hentikan Sementara Liga 1, Laga Persib Vs Persija Ditunda

Tok! Presiden Jokowi Perintahkan PSSI Hentikan Sementara Liga 1, Laga Persib Vs Persija Ditunda

Jabar | Minggu, 02 Oktober 2022 | 11:12 WIB

Polisi Tembakkan Gas Air Mata Hingga Berujung Tragedi 127 Orang Meninggal di Stadion Kanjuruhan, DPR: Usut Tuntas !

Polisi Tembakkan Gas Air Mata Hingga Berujung Tragedi 127 Orang Meninggal di Stadion Kanjuruhan, DPR: Usut Tuntas !

Deli | Minggu, 02 Oktober 2022 | 11:11 WIB

Kembali Bertambah! Menurut Komnas HAM Korban Kerusuhan Mencapai 153 Orang

Kembali Bertambah! Menurut Komnas HAM Korban Kerusuhan Mencapai 153 Orang

Poptren | Minggu, 02 Oktober 2022 | 11:11 WIB

Terkini

Ketika Alam Dikorbankan demi Penerimaan Negara yang Tak Sebanding

Ketika Alam Dikorbankan demi Penerimaan Negara yang Tak Sebanding

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:30 WIB

Bahlil Yakin Mobil Hidrogen Bakal Saingi Kendaraan Listrik

Bahlil Yakin Mobil Hidrogen Bakal Saingi Kendaraan Listrik

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:15 WIB

Simfoni Mobilitas Jakarta: Menemukan Ketenangan Lewat Integrasi Transportasi Publik

Simfoni Mobilitas Jakarta: Menemukan Ketenangan Lewat Integrasi Transportasi Publik

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:14 WIB

Cegah Gugatan Berulang di MK, DPR Matangkan RUU Pemilu agar Lebih Sempurna

Cegah Gugatan Berulang di MK, DPR Matangkan RUU Pemilu agar Lebih Sempurna

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:10 WIB

2 Juta Warga Tumpah Ruah di Madrid Sambut Timnas Spanyol Kampiun Piala Dunia 2026

2 Juta Warga Tumpah Ruah di Madrid Sambut Timnas Spanyol Kampiun Piala Dunia 2026

Video | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:10 WIB

Rupiah Paling Kuat se-Asia, Tembus Level Rp17.888 per Dolar AS

Rupiah Paling Kuat se-Asia, Tembus Level Rp17.888 per Dolar AS

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:06 WIB

Jakarta IP Market 2026 Hadir untuk Mendorong Lahirnya Kolaborasi dan Peluang Bisnis Baru

Jakarta IP Market 2026 Hadir untuk Mendorong Lahirnya Kolaborasi dan Peluang Bisnis Baru

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:04 WIB

Bukan Sekadar Anak Kiai, Indah Permatasari Ungkap Sisi Pemberontak di Film Ibadah dan Cinta

Bukan Sekadar Anak Kiai, Indah Permatasari Ungkap Sisi Pemberontak di Film Ibadah dan Cinta

Entertainment | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:02 WIB

Biaya Lepas WNI Naik Jadi Rp5 Juta, Begini Reaksi Puan Maharani

Biaya Lepas WNI Naik Jadi Rp5 Juta, Begini Reaksi Puan Maharani

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:01 WIB

Episode Gagal Bayar Korporasi RI Berlanjut

Episode Gagal Bayar Korporasi RI Berlanjut

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:00 WIB

×