Suara.com - Harapan besar kini menggelayuti Timnas Indonesia usai masuk ke Piala Dunia U-17 lewat jalur tuan rumah. Bahkan Ketua Umum PSSI Erick Thohir mempunyai mimpi yang tinggi untuk skuad asuhan Bima Sakti, Shin Tae-yong dan Indra Sjafri ini.
Di tambah keputusan FIFA menunjuk Indonesia gantikan Peru sebagai tuan rumah juga disorot. Tak hanya di dalam negeri, media-media dari luar pun mengulasnya.
Erick Thohir membayangkan jika Indonesia menang di Piala Dunia U-17, maka ini akan menjadi pemberitaan besar.
"Nanti Kualifikasi Piala Dunia mau menang apa mau kalah? ya mau menang, supaya apa? November main lagi, kalau November menang, maret main, gitu kan," kata Erick Thohir di Stadion Madya, Jakarta, Kamis (6/7/2023).
Meski kemenangan itu bisa dikatakan sebagai potensi saja. Secara resmi Timnas Indonesia tidak menargetkan Juara Piala Dunia U-17.
"Karena apa? Kualifikasi Piala Dunia ini buat 2026, mau lolos gak? mau dong, mudah gak? tidak, gak mudah gitu, tapi kan sekarang, ada potensi, boleh dong ada harapan," pungkas mantan presiden Inter Milan tersebut.
Sebelumnya PSSI mengklaim sudah memiliki strategi jangka pendek dan jangka panjang untuk bisa memaksimalkan potensi Indonesia mengikuti kompetisi sepak bola paling bergengsi yaitu Piala Dunia FIFA.
Erick menargetkan Indonesia untuk bisa lolos babak kualifikasi Piala Dunia secara bertahap di setiap babak. Mulai dari putaran pertama yang akan dilangsungkan pada Oktober 2023 hingga berakhir pada Oktober 2025.
Menurut Erick, Indonesia masih memiliki peluang untuk lolos kualifikasi Piala Dunia 2026 dikarenakan ada jatah delapan setengah slot bagi Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) yang bisa bermain di Piala Dunia 2026.
Erick menyebut Indonesia masih memiliki harapan untuk bisa menembus Piala Dunia 2026 jika slot yang disediakan untuk negara asia sebanyak lebih dari delapan slot.