Ribut-ribut Soal Local Pride, PSSI Minta Dikotomi Naturalisasi dan Pemain Lokal Dihentikan

Arief Apriadi

Kamis, 21 Desember 2023 | 21:55 WIB
Ribut-ribut Soal Local Pride, PSSI Minta Dikotomi Naturalisasi dan Pemain Lokal Dihentikan
Dua pemain naturalisasi Timnas Indonesia, Shayne Pattynama dan Rafael Struick. (Instagram/rafaelstruick).

Suara.com - Program naturalisasi pemain kembali menjadi perbincangan hangat setelah PSSI gencar mendatangkan pemain keturunan Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

Kebijakan ini menimbulkan pro dan kontra, memicu perdebatan mengenai dikotomi atau pembagian persepsi terkait pemain naturalisasi dan pemain lokal.

PSSI mulai gencar melakukan program naturalisasi pada 2010. Ketika itu Cristian Gonzales menjadi pemain asing yang diubah kewarganegaraannya.

Setelah sempat terhenti, program ini mulai dilakukan kembali sejak Shin Tae-yong duduk di kursi pelatih Skuad Garuda pada akhir 2020 silam. Bedanya, pemain yang dinaturalisasi memiliki darah Indonesia.

Nama-nama seperti Sandy Walsh, Jordy Amat, Shayne Pattynama, Rafael Struick, Ivar Jenner, hingga Justin Hubner termasuk dalam daftar pemain keturunan yang telah resmi menjadi WNI.

Sementara Jay Idzes, Nathan Tjoe-A-On, hingga ragnar Oratmangoen masih dalam proses mendapatkan paspor hijau.

Namun rajinnya PSSI menaturalisasi pemain keturunan menimbulkan pro dan kontra. Ada yang mendukung, tapi tak sedikit yang menolak.

Dalam acara diskusi bertajuk "Turun Minum " dengan tema 'Naturalisasi Pemain, Mereduksi atau Memotivasi', empat narasumber hadir untuk membahas hal tersebut.

Mereka adalah Arya Sinulingga (Exco PSSI), Hamdan Hamedan (Tenaga Ahli Kemenpora RI bidang Diaspora dan Kepemudaan), Tommy Welly (Pengamat), dan Richard Achmad (Sekjen PNSSI) sebagai pembicara berlangsung di Media Center Kemenpora, Jakarta Pusat, Kamis (21/12).

baca juga

Empat narasumber bertukar pikiran membahas polemik ini dalam acara yang didukung oleh BRI, Kemenpora, PT Liga Indonesia Baru (LIB), PSSI, TEAK Coffee dan SSB Soejasch.

Tenaga Ahli Kemenpora RI bidang Diaspora dan Kepemudaan, Hamdan Hamedan, ketika menghadiri diskusi "Turun Minum" yang digelar PSSI Pers dengan tema 'Naturalisasi Pemain, Mereduksi atau Memotivasi' di Media Center Kemenpora, Jakarta Pusat, Kamis (21/12). [Dok. PSSI Pers]
Tenaga Ahli Kemenpora RI bidang Diaspora dan Kepemudaan, Hamdan Hamedan, ketika menghadiri diskusi "Turun Minum" yang digelar PSSI Pers dengan tema 'Naturalisasi Pemain, Mereduksi atau Memotivasi' di Media Center Kemenpora, Jakarta Pusat, Kamis (21/12). [Dok. PSSI Pers]

Hamdan Hamedan, menekankan pentingnya menghentikan penyebutan pemain naturalisasi setelah mereka resmi menjadi WNI.

"Naturalisasi ini kata benda, yaitu proses hukum yang dilakukan oleh seseorang untuk mengubah status kewarganegaraannya dari WNA menjadi WNI. Jadi frasa pemain naturalisasi itu sebetulnya tidak tepat karena belum eligible, masih proses," kata Hamdan Hamedan.

"Tetapi ketika seseorang itu sudah berhasil dinaturalisasi, disumpah dan menandatangani sumpah, maka dia sudah menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) dan mempunyai kesamaan dalam hukum dan pemerintahan."

Hamdan Hamedan juga menolak anggapan miring sejumlah pihak terkait motif pemain keturunan mau dinaturalisasi. Banyak yang menilai hal itu dianggap karena mereka tak mampu bersaing untuk memperkuat timnas negara asalnya.

"Ada pemain grade A yang bermain di salah satu klub terbaik di dunia, dia ingin membela Indonesia. Dia mengatakan, saya ingin sekali membela Indonesia," tambahnya.

Exco PSSI, Arya Sinulingga, ketika menghadiri diskusi "Turun Minum" yang digelar PSSI Pers dengan tema 'Naturalisasi Pemain, Mereduksi atau Memotivasi' di Media Center Kemenpora, Jakarta Pusat, Kamis (21/12). [Dok. PSSI Pers]
Exco PSSI, Arya Sinulingga, ketika menghadiri diskusi "Turun Minum" yang digelar PSSI Pers dengan tema 'Naturalisasi Pemain, Mereduksi atau Memotivasi' di Media Center Kemenpora, Jakarta Pusat, Kamis (21/12). [Dok. PSSI Pers]

Sementara itu, Arya Sinulingga sependapat dengan Hamdan. Ia menyatakan bahwa dikotomi pemain naturalisasi dan lokal harus dihentikan.

"Dikotomi ini harus diselesaikan sekarang, istilah local pride, atau anti-naturalisasi harus dihentikan. Naturalisasi hanya proses, tapi sepanjang dia punya darah (Indonesia), maka dia berhak mewakili bangsa kita," kata Arya Sinulingga.

Namun pengamat sepak bola, Tommy Welly alias Bung Towel, memiliki pandangan berbeda. Ia mempertanyakan arah pengembangan sepakbola Indonesia di tengah gencarnya program naturalisasi.

Pria yang akrab disapa Towel itu sadar program naturalisasi bukanlah sebuah tindakan ilegal. Namun ia menyoroti keseriusan PSSI dalam memajukan sepakbola Indonesia.

Pengamat sepak bola, Tommy Welly ketika menghadiri diskusi "Turun Minum" yang digelar PSSI Pers dengan tema 'Naturalisasi Pemain, Mereduksi atau Memotivasi' di Media Center Kemenpora, Jakarta Pusat, Kamis (21/12). [Dok. PSSI Pers]
Pengamat sepak bola, Tommy Welly ketika menghadiri diskusi "Turun Minum" yang digelar PSSI Pers dengan tema 'Naturalisasi Pemain, Mereduksi atau Memotivasi' di Media Center Kemenpora, Jakarta Pusat, Kamis (21/12). [Dok. PSSI Pers]

"PSSI bertanggung jawab membangun sepakbola Indonesia termasuk membentuk Timnas yang kuat. Apakah diaspora layak atau tidak membela timnas ya ukurannya kualitas saja," kata Tommy Welly.

"Jadi naturalisasi itu kita sudah gak debat layak atau tidak karena koridor hukumnya sudah jelas. Tapi kita mempertanyakan arah pengembangan sepakbola kita."

"Kalau PSSI yang sekarang memutuskan semua naturalisasi bisa saja. Lalu pertanyaan selanjutnya adalah dimana positioning kompetisi kita," sambungnya.

Polemik terkait dikotomi ini juga menjadi isu hangat di kalangan suporter. Richard Achmad selaku Sekretaris Jenderal (Sekjen) Presidium Nasional Suporter Sepakbola Indonesia (PNSSI) mengutarakan pandangannya.

"Kalau bicara soal naturalisasi timnas, praktik ini tidak baru sekarang dilakukan tapi dari era Nurdin Halid. Akan tetapi naturalisasi itu harus dipandang secara utuh," kata Richard.

"Apa yang disodorkan (pemain-pemain untuk dinaturalisasi) oleh Exco dan Menpora itu memang diaspora mayoritasnya. Nah, fans akan dukung apapun dan gimanapun timnas berlaga, enggak pernah ributkan naturalisasi dan pemainnya produk siapa-siapa."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Arya Sinulingga: Sejago Apapun Pemain Kalau Pelatih Tak Suka PSSI Gak Bakal Proses

Arya Sinulingga: Sejago Apapun Pemain Kalau Pelatih Tak Suka PSSI Gak Bakal Proses

Bola | Kamis, 21 Desember 2023 | 20:06 WIB

Bilang Stefano Lilipaly Tak Masuk Timnas Indonesia Gara-gara Lemah Fisik, Towel: Shin Tae-yong Tidak Fair!

Bilang Stefano Lilipaly Tak Masuk Timnas Indonesia Gara-gara Lemah Fisik, Towel: Shin Tae-yong Tidak Fair!

Bola | Kamis, 21 Desember 2023 | 19:59 WIB

Attitude Kurang, Penyerang Keturunan Brasil Tetap Dipanggil ke Timnas Indonesia U-20

Attitude Kurang, Penyerang Keturunan Brasil Tetap Dipanggil ke Timnas Indonesia U-20

Bola | Kamis, 21 Desember 2023 | 19:48 WIB

Hasil Sidang Komdis PSSI Terbaru: Persebaya Didenda Ratusan Juta Buntut Ulah Suporter di BRI Liga 1

Hasil Sidang Komdis PSSI Terbaru: Persebaya Didenda Ratusan Juta Buntut Ulah Suporter di BRI Liga 1

Bola | Kamis, 21 Desember 2023 | 19:35 WIB

Menpora Isyaratkan Naturalisasi Thom Haye dan Ragnar Oratmangoen untuk Timnas Indonesia Berjalan Mulus

Menpora Isyaratkan Naturalisasi Thom Haye dan Ragnar Oratmangoen untuk Timnas Indonesia Berjalan Mulus

Bola | Kamis, 21 Desember 2023 | 19:07 WIB

Media Malaysia Soroti Karier Pratama Arhan yang Coba Diselamatkan Shin Tae-yong

Media Malaysia Soroti Karier Pratama Arhan yang Coba Diselamatkan Shin Tae-yong

Bola | Kamis, 21 Desember 2023 | 20:10 WIB

Terkini

7 Cara Membuang Minyak Goreng Bekas yang Benar, Jangan Asal Tuang ke Wastafel

7 Cara Membuang Minyak Goreng Bekas yang Benar, Jangan Asal Tuang ke Wastafel

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 09:41 WIB

Bea Cukai Jabar Sita 88,2 Juta Batang Rokok Ilegal Senilai Rp152,69 Miliar

Bea Cukai Jabar Sita 88,2 Juta Batang Rokok Ilegal Senilai Rp152,69 Miliar

Jabar | Kamis, 22 Oktober 2026 | 09:41 WIB

Disurati KPK Soal 2 Prajurit Terlibat Korupsi BNPB, Mabes TNI Siap Tindak Tegas

Disurati KPK Soal 2 Prajurit Terlibat Korupsi BNPB, Mabes TNI Siap Tindak Tegas

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 09:39 WIB

Semarang Cerah Berawan, Sejumlah Wilayah Jateng Berpotensi Hujan Ringan

Semarang Cerah Berawan, Sejumlah Wilayah Jateng Berpotensi Hujan Ringan

Jawa Tengah | Kamis, 22 Oktober 2026 | 09:38 WIB

Calvin Verdonk Jadi Starter di Liga Champions, Ukir Sejarah Baru Indonesia

Calvin Verdonk Jadi Starter di Liga Champions, Ukir Sejarah Baru Indonesia

Your Say | Kamis, 22 Oktober 2026 | 09:33 WIB

Demo di Kantor Gubernur Kaltim Memanas, Tanggapan Rudy Mas'ud Dinilai Normatif

Demo di Kantor Gubernur Kaltim Memanas, Tanggapan Rudy Mas'ud Dinilai Normatif

Kaltim | Kamis, 22 Oktober 2026 | 09:24 WIB

Peringati HSN 2026, Ahmad Luthfi Ajak  555 Ribu Santri Jateng Ikut Entaskan Kemiskinan

Peringati HSN 2026, Ahmad Luthfi Ajak 555 Ribu Santri Jateng Ikut Entaskan Kemiskinan

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 09:24 WIB

7 Ciri Kulit Wajah Dehidrasi tapi Berminyak, Kenali Tanda dan Cara Merawatnya

7 Ciri Kulit Wajah Dehidrasi tapi Berminyak, Kenali Tanda dan Cara Merawatnya

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 09:24 WIB

Bukan Langsung Bangun Pabrik, Ini Strategi Indonesia Masuk Industri Chip Dunia

Bukan Langsung Bangun Pabrik, Ini Strategi Indonesia Masuk Industri Chip Dunia

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 09:16 WIB

Pidato Prabowo Jadi Mimpi Buruk? IHSG Dibuka Anjlok 1,51%

Pidato Prabowo Jadi Mimpi Buruk? IHSG Dibuka Anjlok 1,51%

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 09:12 WIB

×