Kisah Saddil Ramadani, Masih Kecil Jual Jambu Mete Kini Jadi Pemain Abroad Timnas Indonesia Paling Sukses

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 18 September 2024 | 13:42 WIB
Kisah Saddil Ramadani, Masih Kecil Jual Jambu Mete Kini Jadi Pemain Abroad Timnas Indonesia Paling Sukses
Pemain Timnas Indonesia Saddil Ramdani (kiri) menyundul bola melewati pemain Filipina Jefferson Tabinas (kanan) pada pertandingan sepak bola kualifikasi Piala Dunia 2026 di Manila pada 21 November 2023. JAM STA ROSA / AFP

Suara.com - Mengenang kisah Saddil Ramdani, winger Timnas Indonesia yang sempat berjualan jambu mete saat kecil dan kini jadi idola di Malaysia. Bahkan menjadi salah satu pemain abroad timnas Indonesia paling sukses yang berkarier di luar negeri.

Saddil Ramdani menjadi salah satu talenta Indonesia yang digadang-gadang akan jadi bintang dan tumpuan Timnas Indonesia saat muda.

Namanya melejit sejak usianya baru menginjak bangku Sekolah Menengah Atas (SMA). Kala masih berstatus pelajar, Saddil sudah menjadi andalan klub Liga 1, Persela Lamongan.

Saddil Ramdani Saat Berseragam Sabah FC. (instagram.com/saddilramdanii)
Saddil Ramdani Saat Berseragam Sabah FC. (instagram.com/saddilramdanii)

Saddil bermain di Persela sejak 2016 di ajang Indonesia Soccer Champonship A 2016 dan berlanjut ke ajang Liga 1 2017 dan 2018.

Berkat penampilannya bersama Laskar Jaka Tingkir, Saddil sudah dipanggil ke Timnas Indonesia senior saat usianya baru 18 tahun pada 2017 lalu oleh Luis Milla.

Tak hanya tim senior, pemain yang kini berusia 25 tahun itu bahkan juga jadi andalan di Timnas Indonesia U-19, U-22, dan U-23 yang berlaga di Asian Games 2018.

Tak mengherankan jika performanya di masa muda itu membuatnya menjadi buruan klub-klub top, termasuk klub-klub di negara tetangga, Malaysia.

Saddil sempat membela Pahang FC pada musim 2018/2019 dan bermain untuk Sabah FC sejak 2020 hingga saat ini.

Saddil Ramdani saat memperkuat Timnas Indonesia di laga uji coba melawan Libya, 5 Januari 2024 (pssi.org)
Saddil Ramdani saat memperkuat Timnas Indonesia di laga uji coba melawan Libya, 5 Januari 2024 (pssi.org)

Kariernya yang cemerlang di usia muda itu nyatanya tak berbanding lurus dengan pengalamannya saat masih kecil.

Siapa sangka, Saddil Ramdani saat kecil harus menjalani kerasnya kehidupan sebelum akhirnya kini menjjadi idola di negeri orang.

Mencari Nafkah sejak Kecil

Saddil Ramdani lahir di pulau terpencil di daerah Sulawesi Tenggara, yakni Pulau Muna. Karena lahir di daerah terpencil, ia pun menjalani masa kecil yang jauh dari kata mengenakkan.

Hal ini diakui Saddil dalam bincang-bincangnya dengan kanal YouTube Stef It Up Podcast. Ia mengaku lahir di keluarga yang kurang mampu.

“Saya dan keluarga orang yang tidak mampu, Apalagi kan orang tua, bapak dan mama saya kan sudah pisah” kata Saddil saat membahas keluarganya.

Karena lahir di keluarga tak mampu, Saddil kecil pun sampai harus mencari nafkah untuk sekadar makan bagi keluarganya.

“Di sisi lain saya memikirkan orang tua saya, bagaimana caranya saya bisa mendapatkan sepoin, dua poin buat sehari kita makan,” lanjutnya.

Salah satu cara Saddil memenuhi kebutuhan keluarganya saat kecil adalah dengan berjualan. Ia mengaku saat kecil pernah berjualan jambu mete.

Kita sebagai anak-anak kecil, anak remaja itu, kadang kita menjual jambu mete. Itu mahal tau, dan itu bisa mendapatkan jajan buat sekolah, makan sehari-hari,” kenang Saddil.

“Ketika musim jambu itu, anak-anak itu seperti banyak uang, jadi kebiasaan anak-anak untuk menjual hal-hal seperti itu karena tak ada pekerjaan lain,” katanya.

Karena latar belakangnya yang kurang mampu, Saddil pun mengambil keputusan berani di usia muda untuk meninggalkan keluarganya demi mengejar mimpinya.

Eks Bhayangkara FC ini mengaku dirinya meninggalkan keluarga saat masuk kelas 1 SMA ke Pulau Jawa untuk belajar sepak bola.

“Saya mulai dilirik untuk belajar cara bersepak bola itu di tanah Jawa, di kota Malang. Jadi saya meninggalkan keluarga itu di kelas 1 SMA, pas naik kelas 1 SMA,” pengakuan Saddil.

Kini pengorbanan Saddil di masa muda untuk mengangkat derajat keluarganya pun berbuah manis usai dirinya menjadi salah satu pesepak bola ternama di Indonesia.

Bahkan tak hanya di Indonesia saja. Nama Saddil pun dielu-elukan oleh warga Malaysia, terutama pendukung Sabah FC, mengikuti jejak dua seniornya, Bambang Pamungkas dan Elie Aiboy, yang sempat jadi idola di Selangor FC.

(Felix Indra Jaya)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Usai Dapatkan Rafael Struick, Brisbane Roar Kini Incar Rizky Ridho?

Usai Dapatkan Rafael Struick, Brisbane Roar Kini Incar Rizky Ridho?

Your Say | Rabu, 18 September 2024 | 13:01 WIB

Perwakilan KNVB di Indonesia Lempar Kode Pemain Keturunan Rp695,27 Miliar Bakal Dinaturalisasi?

Perwakilan KNVB di Indonesia Lempar Kode Pemain Keturunan Rp695,27 Miliar Bakal Dinaturalisasi?

Bola | Rabu, 18 September 2024 | 12:47 WIB

Timnas Indonesia Darurat Striker, David da Silva Kirim Kode Keras untuk STY

Timnas Indonesia Darurat Striker, David da Silva Kirim Kode Keras untuk STY

Your Say | Rabu, 18 September 2024 | 12:45 WIB

Terkini

Final Liga Champions: Ini 5 Pemain Kunci Arsenal Kalahkan PSG

Final Liga Champions: Ini 5 Pemain Kunci Arsenal Kalahkan PSG

Bola | Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:22 WIB

Piala Dunia 2026: Saatnya Spanyol Mengakhiri Trauma yang Menghantui Sejak 1986

Piala Dunia 2026: Saatnya Spanyol Mengakhiri Trauma yang Menghantui Sejak 1986

Bola | Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:14 WIB

Anthony Gordon Jadi Pemain Inggris ke-13 di Barcelona: Siapa yang Paling Sukses?

Anthony Gordon Jadi Pemain Inggris ke-13 di Barcelona: Siapa yang Paling Sukses?

Bola | Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:02 WIB

Analisis PSG vs Arsenal: Pressing Tinggi, Serang Sisi Kiri, dan Bertahan Mati-matian

Analisis PSG vs Arsenal: Pressing Tinggi, Serang Sisi Kiri, dan Bertahan Mati-matian

Bola | Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:00 WIB

Ditebus Rp1,49 T, Anthony Gordon: Sejak Balita Saya Ingin Main untuk Barcelona

Ditebus Rp1,49 T, Anthony Gordon: Sejak Balita Saya Ingin Main untuk Barcelona

Bola | Sabtu, 30 Mei 2026 | 07:47 WIB

Jejak Kontroversial 10 Tahun Terakhir Daniel Siebert Wasit Final Liga Champions

Jejak Kontroversial 10 Tahun Terakhir Daniel Siebert Wasit Final Liga Champions

Bola | Sabtu, 30 Mei 2026 | 07:39 WIB

Final Liga Champions PSG vs Arsenal: 10 Fakta Penting yang Wajib Diketahui

Final Liga Champions PSG vs Arsenal: 10 Fakta Penting yang Wajib Diketahui

Bola | Sabtu, 30 Mei 2026 | 07:07 WIB

Kompetisi Futsal SMA Digelar di 4 Kota, Talenta Muda Berpeluang Dilirik Hector Souto

Kompetisi Futsal SMA Digelar di 4 Kota, Talenta Muda Berpeluang Dilirik Hector Souto

Bola | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:49 WIB

Piala Dunia 2026 Belum Mulai, Lionel Messi di Ambang Cetak Sejarah Baru Timnas Argentina

Piala Dunia 2026 Belum Mulai, Lionel Messi di Ambang Cetak Sejarah Baru Timnas Argentina

Bola | Jum'at, 29 Mei 2026 | 19:05 WIB

Pep Guardiola: Liverpool Era Jurgen Klopp Adalah Mimpi Buruk

Pep Guardiola: Liverpool Era Jurgen Klopp Adalah Mimpi Buruk

Bola | Jum'at, 29 Mei 2026 | 18:05 WIB