Suara.com - Siapa Yaro Broers? Pemain keturunan yang bermain di PEC Zwolle U-19 dan memiliki darah keturunan di Indonesia dari neneknya yang berasal dari Surabaya. Dia satu klub dengan Eliano Reijnders, yang lebih dulu dinaturalisasi Timnas Indonesia.
Timnas Indonesia memiliki banyak keturunan di luar negeri yang masih berusia muda dan bisa diproyeksikan untuk membela tim Merah Putih di masa depan.
Salah satunya adalah Yaro Broers yang saat ini tercatat bermain di akademi klub Eliano Reijnders, yakni PEC Zwolle U-19.
Dilansir dari akun @footballtalentnesia, Yalen Broers memiliki darah Indonesia dari neneknya yang berasal dari Surabaya, Jawa Timur.
Meski bermain di PEC Zwolle U-19, usia Yaro Broers sendiri terbilang muda, yakni 17 tahun.
Hal ini membuktikan bahwa dirinya punya talenta luar biasa sehingga dipercaya naik kelas di usia muda.
Dengan darah Indonesia yang dimilikinya, usia yang masih amat belia, hingga tergabung di akademi klub Eredivisie, Yaro Broers bisa menjadi opsi bagi Timnas Indonesia di masa depan.

Lantas, siapakah sosok Yaro Broers itu? Seperti apa kiprahnya dan posisi apa yang dimainkannya di PEC Zwolle U-19?
Calon Suksesor Thom Haye
Yaro Broers merupakan pemain berkebangsaan Belanda dan memiliki darah keturunan Indonesia yang lahir pada 16 November 2006.
Kiprahnya sendiri bermula di Roda ’46 sebelum akhirnya bergabung akademi PEC Zwolle terhitung sejak 2021 lalu atau saat usianya baru 14 tahun.
Usai masuk akademi PEC Zwolle, pemain yang berposisi sebagai gelandang tengah ini hanya butuh waktu setahun saja untuk naik kelas ke tim U-17.

Di musim perdananya bersama PEC Zwolle U-17, Yaro Broers mampu tampil sebanyak 14 kali sebagai starter dan berhasil mencetak 1 gol.
Penampilan apik itu membuatnya kemudian naik ke tim U-18 di musim 2023/2024. Tak hanya main di tim U-18, di musim itu ia juga tampil di tim U-19.
Pada musim 2023/2024, Yaro Broers tercatat tampil sebanyak 25 pertandingan di segala ajang dengan sumbangan 2 gol.
Barulah pada musim 2024/2025 ini, Yaro Broers naik kelas ke tim U-19 dan telah tampil sebanyak 3 kali musim ini dengan torehan 1 gol.
Catatan golnya memang tak masif, tapi catatan ini cukup apik bagi pemain yang banyak bermain di sentral sebagai gelandang tengah.
Nyatanya, Yaro Broers tak hanya bermain sebagai gelandang tengah saja, melainkan juga pernah bermain sebagai bek tengah, gelandang serang, winger kiri, dan bahkan striker.
Kemampuannya ini membuat Yara Broers memiliki kemiripan dengan seniornya di PEC Zwolle, yakni Eliano Reijnders, yang dikenal juga bisa bermain di banyak posisi.
Hanya saja Yaro Broers tampaknya akan lebih banyak dimainkan sebagai gelandang tengah karena jangkauan operannya yang apik dan kemampuannya dalam mengontrol bola.
Kemampuan ini membuatnya bisa menjadi penerus Thom Haye di masa depan karena gaya bermainnya yang apik di lini tengah.
Jika ingin menjadikannya sebagai suksesor Thom Haye, PSSI bisa mencoba mengintegrasikannya terlebih dulu untuk Timnas Indonesia U-20 yang akan berlaga di Piala Asia U-20 2025.
(Felix Indra Jaya)
