Timnas Indonesia vs Jepang: Shin Tae-yong Bisa Belajar dari Kekalahan di Piala Asia 2023

Arief Apriadi

Selasa, 12 November 2024 | 16:32 WIB
Timnas Indonesia vs Jepang: Shin Tae-yong Bisa Belajar dari Kekalahan di Piala Asia 2023
Timnas Indonesia vs Jepang: Shin Tae yong Bisa Belajar dari Kekalahan di Piala Asia 2023. [Dok. Suara.com]

Suara.com - Timnas Indonesia bisa mengambil pelajaran dari kekalahan terakhir saat melawan Jepang untuk meraih hasil lebih baik di pertemuan selanjutnya.

Jelang pertemuan Timnas Indonesia vs Jepang di lanjutan Grup C ronde 3 Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, Jumat (15/11/2024) di Stadion GBK, Indonesia punya memori kelam saat melawan Samurai Biru.

Pada Januari 2024 lalu, Indonesia sempat dihajar Jepang 3-1 saat bertemu di laga Grup D Piala Asia 2023. Saat itu, Jepang memang sangat dominan atas Skuad Garuda.

Jepang sudah unggul satu gol di menit keenam lewat Ayase Ueda, lalu menggandakan keunggulan di menit 52. Di menit ke-88, gol bunuh diri Justin Hubner menambah penderitaan Indonesia.

Sandy Walsh sempat memperkecil kedudukan menjadi 1-3 di menit 90+1, tapi gol itu tak mampu menyelamatkan Indonesia dari kekalahan.

Memahami Taktik Jepang

Gelandang Jepang Ritsu Doan selebrasi usai mencetak gol pertandingan sepak bola Grup E Piala Dunia 2022 antara Jerman dan Jepang di Stadion Internasional Khalifa di Doha, Qatar, Rabu (23/11/2022). [INA FASSBENDER / AFP]
Gelandang Jepang Ritsu Doan selebrasi usai mencetak gol pertandingan sepak bola Grup E Piala Dunia 2022 antara Jerman dan Jepang di Stadion Internasional Khalifa di Doha, Qatar, Rabu (23/11/2022). [INA FASSBENDER / AFP]

Pada pertemuan Januari lalu, Jepang masih menggunakan formasi empat bek dalam skema 4-3-3. Ritsu Doan dan Keito Nakamura menjadi winger yang mengapit Ueda sebagai penyerang.

Menghadapi Jepang di GBK nanti, Timnas Indonesia harus mewaspadai perubahan taktik Hajime Moriyasu. Di Kualifikasi Piala Dunia 2026 ini, Jepang mengubah formasi menjadi 3-4-3.

Meski formasinya berubah, pendekatan permainan Jepang masih sama. Mereka melakukan pressing dimulai dari pemain depan untuk mempersulit lawan mengembangkan permainan.

baca juga

Formasi ini juga memungkinkan Jepang menempatkan lebih banyak pemain di daerah permainan lawan saat menyerang. Terlebih, mereka punya dua winger mumpuni macam Ritsu Doan dan Kauro Mitoma.

Skema tiga bek itu juga membuat pertahanan Jepang jadi lebih kuat karena bisa menempatkan banyak pemain saat mode bertahan. Statistik juga membuktikan kekuatan pertahanan Jepang yang baru kebobolan satu gol sepanjang kualifikasi.

Pelajaran yang Bisa Diambil dari Kekalahan di Piala Asia 2023

Gelandang Jepang Takefusa Kubo, bek Seiya Maikuma, gelandang Keito Nakamura, dan penyerang Ayase Ueda berjalan bersama usai pertandingan sepak bola Grup D Piala Asia 2023 antara Jepang dan Indonesia di Stadion al-Thumama, Doha,  Qatar, Rabu (24/1/2024). [HECTOR RETAMAL / AFP]
Gelandang Jepang Takefusa Kubo, bek Seiya Maikuma, gelandang Keito Nakamura, dan penyerang Ayase Ueda berjalan bersama usai pertandingan sepak bola Grup D Piala Asia 2023 antara Jepang dan Indonesia di Stadion al-Thumama, Doha, Qatar, Rabu (24/1/2024). [HECTOR RETAMAL / AFP]

Cukup banyak pelajaran yang bisa diambil Timnas Indonesia dari kekalahan sebelumnya. Di antaranya soal ketenangan dalam bermain dan menghindari kesalahan sendiri, baik di awal pertandingan hingga akhir laga.

Gol pertama Jepang di Piala Asia 2023 lahir dari blunder Jordi Amat yang menjatuhkan Ayase Ueda di kotak terlarang. Hadiah penalti yang diberikan mampu dikonversi jadi gol oleh Jepang yang mengubah jalannya pertandingan.

Pelajarannya lain adalah ketenangan saat menguasai bola. Di pertemuan sebelumnya, Indonesia bukan tanpa kesempatan dan peluang, tapi tidak tenang saat membawa bola jadi hal yang mengacaukan permainan.

Tidak tenang dalam bermain itu membuat distribusi umpan ke depan tidak berjalan dengan baik, padahal pola permainan Shin Tae-yong adalah operan pendek yang dimulai dari pertahanan.

Pelajaran selanjutnya adalah memaksimalkan skema bola mati yang didapatkan. Hal ini bisa dimanfaatkan untuk mencetak gol, seperti yang terjadi pada gol balasan Indonesia dari Sandy Walsh.

Gol itu berawal dari lemparan jarak jauh Pratama Arhan yang mengarah langsung ke kotak penalti Jepang. Kemelut yang terjadi bikin Sandy Walsh ada di posisi kosong untuk menceploskan bola ke gawang Zion Suzuki.

Kontributor: Aditia Rizki

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jelang Hadapi Jepang, Witan Sulaeman Ambil Pelajaran Dari China: Tidak Boleh Remehkan Lawan

Jelang Hadapi Jepang, Witan Sulaeman Ambil Pelajaran Dari China: Tidak Boleh Remehkan Lawan

Bola | Selasa, 12 November 2024 | 16:27 WIB

Pangeran Siau Siap Bantu Timnas Indonesia Hajar Jepang: Saya Ingat...

Pangeran Siau Siap Bantu Timnas Indonesia Hajar Jepang: Saya Ingat...

Bola | Selasa, 12 November 2024 | 15:28 WIB

Netizen Indonesia Ajak Unfollow FC Twente: Mees Hilgers Out!

Netizen Indonesia Ajak Unfollow FC Twente: Mees Hilgers Out!

Bola | Selasa, 12 November 2024 | 15:27 WIB

Terkini

Laba SIG Meroket 363%, Industri Semen Masih Dibayangi Overcapacity

Laba SIG Meroket 363%, Industri Semen Masih Dibayangi Overcapacity

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:10 WIB

Jebakan Konsumerisme Digital: Di Balik Perilaku Cemas dan Lapar Mata Gen Z

Jebakan Konsumerisme Digital: Di Balik Perilaku Cemas dan Lapar Mata Gen Z

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:10 WIB

Anak SD Tewas Dibully Kakak Kelas: Guru, Sekolah, atau Orang Tua yang Harus Bertanggung Jawab?

Anak SD Tewas Dibully Kakak Kelas: Guru, Sekolah, atau Orang Tua yang Harus Bertanggung Jawab?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:06 WIB

Imbas Seruan Boikot, Ini Daftar Musisi yang Kompak Mundur dari Rans Carnival Jogja

Imbas Seruan Boikot, Ini Daftar Musisi yang Kompak Mundur dari Rans Carnival Jogja

Entertainment | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:01 WIB

Abdullah Dorong RUU Perampasan Aset Atur Investasi Bodong, Tegaskan Uang Korban Harus Kembali

Abdullah Dorong RUU Perampasan Aset Atur Investasi Bodong, Tegaskan Uang Korban Harus Kembali

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:55 WIB

5 Cara Elegan Menghadapi Anggota Kelompok yang Pasif, Bebas Drama dan Nggak Bikin Baper!

5 Cara Elegan Menghadapi Anggota Kelompok yang Pasif, Bebas Drama dan Nggak Bikin Baper!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:45 WIB

Bukan Sekadar Gestur, Ini Pesan Mendalam di Balik Aksi Tiga Jari Saat Unjuk Rasa

Bukan Sekadar Gestur, Ini Pesan Mendalam di Balik Aksi Tiga Jari Saat Unjuk Rasa

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:44 WIB

5 Sampo Kelapa Kaya Nutrisi untuk Rawat Keindahan Rambutmu

5 Sampo Kelapa Kaya Nutrisi untuk Rawat Keindahan Rambutmu

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:40 WIB

Revitalisasi RSUD dan Puskesmas Jadi Bukti Pemerintah Perkuat Akses Kesehatan Masyarakat

Revitalisasi RSUD dan Puskesmas Jadi Bukti Pemerintah Perkuat Akses Kesehatan Masyarakat

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:38 WIB

Kejahatan Kosmetik di Sulawesi Utara Tertinggi Kedua Nasional

Kejahatan Kosmetik di Sulawesi Utara Tertinggi Kedua Nasional

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:30 WIB

×