"Sebelum final Liga Europa tengah pekan lalu, manajemen klub sebenarnya sudah memiliki rencana A dan rencana B terkait masalah finansial," tulis laporan media Inggris tersebut seperti dikutip Suara.com
"United telah berusaha untuk mengecilkan dampak finansial akibat krisis yang menimpa sepanjang musim ini ditambah dengan perfomance klub yang buruk,"
Namun kondisi ini semakin parah pasca kekalahan United di Liga Europa. Uang tunai yang diprediksi akan didapat jika juara tak mampu diraih.
Sementara itu laporan dari Daily Mail menyebutkan bahwa manajeman klub terpaksa harus memecat 200 orang demi memangkas pengeluaran.
Keputusan ini tak lepas dari perjalanan musim depan Manchester United.
Red Devils tidak akan bermain di kompetisi musim depan. Praktis sejumlah sponsor dikabarkan melakukan pemotongan dana.
Selain itu, laporan keuangan klub sepanjang musim ini juga merosot tajam. Penurunan ini sebenarnya sudah terjadi di beberapa musim ke belakang.
![Gagal Juara Liga Europa, Manchester United PHK Massal [Tangkap layar X]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/05/23/66649-karyawan-manchester-united.jpg)
Rumor yang beredar, PHK massal yang dilakukan manajemen United menyasar ke sejumlah divisi, staf hingga pekerja di Stadion Old Traford.
Beberapa bulan sebelum final Liga Europa, Sir Jim menjelaskan Manchester United dalam periode perubahan besar-besaran. Sir Jim tak mengelak bagaimana kondisi keuangan klub di kondisi tidak bagus.
"Kami sedang mengalami kesulitan keuangan. Manchester United akan kehabisan uang pada akhir tahun ini, setelah saya menginvestasikan 300 juta dollar AS," kata Sir Jim seperti dilansir dari BBC Sport.
Sir Jim Ratcliffe seperti dilansir dari The Guardian memutuskan untuk melakukan penghematan di sejumlah sektor pengeluaran. Klub kaya raya seperti Manchester United terpaksa menutup kantin staff hingga menghapus jatah makan siang gratis.
Pemain Buangan Bersinar
Manchester United seolah dikutuk. Bagaimana tidak, pemain-pemain yang mereka tendang dari Old Trafford justru bersinar bersama klub barunya.
Antony El Gasing misalnya, dibuang ke Real Betis justru menjelma jadi pemain paling penting.
Kerap dicemooh publik Old Trafford saat bermain di Manchester United, Antony bersinar di LaLiga Spanyol.
Teranyar ia mencetak gol untuk Betis di pekan terakhir saat melawan Valencia.
Antony dan rekan-rekannya menutup musim dengan koleksi 60 poin dan memastikan satu tiket ke Liga Europa musim depan.
Yang paling menyesakkan tentu saja cerita dari Scott McTominay dan Romelu Lukaku.
Kedua pemain ini jadi sosok penting bagi Napoli yang meraih gelar Scudetto Serie A Italia 2024/2025.
![Scott McTominay: Gagal di Manchester United Jadi Terbaik di Serie A Italia [Instagram Scott McTominay]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/05/24/49614-scott-mctominay.jpg)
Khusus McTominay, gelandang Skotlandia itu bahkan menyabet gelar pemain terbaik Serie A Italia 2024/2025.
Di kota Naples, sosok McTominay begitu dihormati oleh warga lokal. Warga di Naples bahkan kini memanggilnya dengan sebutan 'McFratm'
Panggilan itu gabungan dari namanya dan kata 'fratm' yang dalam bahasa penduduk lokal setempat memiliki arti, saudara laki-lakiku.
Sejak tiba di Serie A Italia di musim panas 2024, McTominay menjelam dari pemain gagal di Manchester United menjadi bintang di Napoli.
Pelatih Antonio Conte tahu betul bagaimana memanfaatkan pemain berusia 28 tahun tersebut.
"Ia jadi pemain yang lengkap di bawah asuhan Conte. Jadi gelandang box to box, jenderal lapangan tengah, jago duel di udara dan tangguh dalam bertahan," sebut ESPN.
Duetnya dengan eks Manchester United, Romelu Lukaku jadikan Napoli begitu berbahaya. Lukaku mencetak 14 gol dan 10 asisst di musim ini.
Jika digabungkan dengan kontribusi McTominay, duo eks Liga Inggris ini mencetak 26 gol dan 14 assist untuk Napoli di Serie A Italia 2024/2025.
Perjalanan emas yang dijalani Antony, McTominay dan Lukaku jadi penutup menyesakkan bagi Manchester United musim ini.