Yamal: Kalau Prancis Takut Pada Satu Tim, Itulah Timnas Spanyol

Pebriansyah Ariefana

Senin, 13 Juli 2026 | 07:07 WIB
Yamal: Kalau Prancis Takut Pada Satu Tim, Itulah Timnas Spanyol
Mikel Oyarzabal merayakan gol ketiga Timnas Spanyol melawan Austria di Inglewood, California, bersama Gavi. [Alex Pantling/FIFA via Getty Images]
baca 10 detik
  • Lini pertahanan Prancis menegaskan tidak gentar menghadapi Spanyol di semifinal Piala Dunia 2026.

  • Ibrahima Konate meminta tim fokus penuh pada kolektivitas Spanyol, bukan cuma Lamine Yamal.

  • Kemenangan atas Spanyol akan membawa Prancis menyamai rekor tiga final Piala Dunia beruntun.

Suara.com - Lini pertahanan Prancis menegaskan kesiapan mental mereka yang sepenuhnya baja untuk meredam keagresifan Spanyol pada perebutan tiket final Piala Dunia 2026. Ketangguhan kolektif lawan sama sekali tidak menyurutkan ambisi besar skuad berjuluk Les Bleus tersebut.

Bentrok emosional dua raksasa Eropa ini akan tersaji langsung di Stadion AT&T, Amerika Serikat. Pertandingan hidup mati babak semifinal ini dijadwalkan bergulir pada Rabu (15/7) WIB.

Ketegangan antar kedua tim sudah memanas sebelum peluit pertama dibunyikan di lapangan hijau. Psywar sengit mulai dilontarkan oleh para bintang dari masing-masing kubu.

Bek tengah Liverpool, Ibrahima Konate, angkat suara terkait spekulasi panas seputar masa depannya di Anfield. [Dok. IG Ibrahima Konate]
Bek tengah Liverpool, Ibrahima Konate, angkat suara terkait spekulasi panas seputar masa depannya di Anfield. [Dok. IG Ibrahima Konate]

Bek tengah andalan Prancis, Ibrahima Konate, menyatakan bahwa timnya membawa modal kepercayaan diri yang sangat tinggi. Pemain yang baru saja berseragam Real Madrid ini menolak untuk merasa inferior di hadapan lawan.

"Anda tidak boleh takut kepada siapa pun. Sekarang kami akan mempersiapkan diri sebaik mungkin dan berharap hasil akhirnya akan menguntungkan kami," kata Konate dilansir Diaro AS, Senin.

Tensi tinggi ini sebenarnya dipicu oleh komentar menantang dari wonderkid andalan Spanyol, Lamine Yamal. Penyerang muda itu sebelumnya mengklaim bahwa tim matador memiliki keunggulan psikologis atas Prancis.

Lamine Yamal, pemain muda yang pegang peran penting di Timnas Spanyol. (Barca Blaugranes)
Lamine Yamal, pemain muda yang pegang peran penting di Timnas Spanyol. (Barca Blaugranes)

"Kami telah mengalahkan Prancis dalam dua pertandingan terakhir kami. Bila Prancis harus takut pada satu tim, itu adalah kami. Kita lihat saja apa yang akan terjadi, tetapi kami tidak takut," ujar Yamal.

Menanggapi ancaman terbuka tersebut, kubu Les Bleus memilih bersikap rasional tanpa mengurangi kewaspadaan. Konate menilai kekuatan Spanyol terletak pada kolektivitas tim, bukan sekadar kemampuan individu.

"Spanyol adalah tim yang istimewa, dengan banyak individu berkualitas, jadi kami tidak akan fokus hanya ke satu pemain meski Lamine (Yamal) adalah pemain hebat," ujar bek yang baru gabung Real Madrid tersebut.

baca juga

Pandangan senada juga diungkapkan oleh palang pintu pertahanan Prancis lainnya, Maxence Lacroix. Ia memastikan timnya menaruh rasa hormat yang besar terhadap performa mengerikan lawan sepanjang turnamen.

Namun, rasa hormat tersebut tidak akan berubah menjadi ketakutan saat mereka berduel di lapangan. Skuad Prancis hanya fokus pada satu target utama, yaitu memenangkan pertandingan.

"Saya tidak akan bilang 'takut', tetapi kami sadar akan kualitas mereka. Mereka memenangi semua pertandingan, kecuali saat bermain imbang 0-0 melawan Tanjung Verde. Kami menghormati mereka karena memiliki pemain-pemain berkualitas tinggi, tetapi kami ingin menang," kata Lacroix.

Spanyol memang melaju ke babak semifinal dengan catatan statistik yang sangat mengerikan. Tim besutan Luis de la Fuente belum terkalahkan dalam 36 pertandingan berturut-turut.

Ketangguhan lini belakang La Furia Roja juga terbukti lewat catatan baru kebobolan satu gol. Statistik impresif dalam enam laga Piala Dunia 2026 ini menjadi tantangan berat bagi Prancis.

Meski demikian, motivasi Prancis jauh lebih besar demi bisa mencetak sejarah emas di sepak bola modern. Kemenangan akan membawa mereka menembus partai puncak Piala Dunia dalam tiga edisi secara beruntun.

Catatan luar biasa tersebut menyamai torehan legendaris milik Jerman Barat dan Brasil di masa lalu. Pemenang laga ini nantinya akan menantang pemenang dari duel semifinal lainnya, yakni Inggris melawan juara bertahan Argentina.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Semifinal Final Piala Dunia 2026 Inggris vs Argentina, Lionel Scaloni: Ini Pertandingan Bersejarah

Semifinal Final Piala Dunia 2026 Inggris vs Argentina, Lionel Scaloni: Ini Pertandingan Bersejarah

Bola | Senin, 13 Juli 2026 | 06:52 WIB

Argentina ke Semifinal! Rating Pemain Jadi Sorotan Usai Tumbangkan Swiss

Argentina ke Semifinal! Rating Pemain Jadi Sorotan Usai Tumbangkan Swiss

Your Say | Senin, 13 Juli 2026 | 07:00 WIB

Bukan Spanyol, Ini Alasan Legenda Real Madrid Jagokan Perancis Juara Piala Dunia 2026

Bukan Spanyol, Ini Alasan Legenda Real Madrid Jagokan Perancis Juara Piala Dunia 2026

Bola | Senin, 13 Juli 2026 | 05:30 WIB

Terkini

Data Desil Ngawur, PDIP Temukan 130 Mahasiswa Unpad hingga Anak Tukang Becak Masuk Desil 9

Data Desil Ngawur, PDIP Temukan 130 Mahasiswa Unpad hingga Anak Tukang Becak Masuk Desil 9

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 15:20 WIB

5 Film Thriller Park So-dam Bisa Ditonton Setelah The Journey to Gyeongju

5 Film Thriller Park So-dam Bisa Ditonton Setelah The Journey to Gyeongju

Your Say | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 15:20 WIB

Sembilan Kali Juara Dunia Merapat! FIA Rallycross World Cup 2026 Siap Gegerkan Jakarta

Sembilan Kali Juara Dunia Merapat! FIA Rallycross World Cup 2026 Siap Gegerkan Jakarta

Sport | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 15:18 WIB

Diskon Rp2,5 Juta BRI untuk Pembelian Huawei Pura 90s Pro Max, Cek Caranya!

Diskon Rp2,5 Juta BRI untuk Pembelian Huawei Pura 90s Pro Max, Cek Caranya!

Bri | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 15:16 WIB

9 Sistem Pencernaan Manusia Organ dan Fungsinya

9 Sistem Pencernaan Manusia Organ dan Fungsinya

Tekno | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 15:15 WIB

Gonjang Ganjing Persija Jelang Kick Off Super League, Diboikot Jakmania Manajemen Ambil Langkah Ini

Gonjang Ganjing Persija Jelang Kick Off Super League, Diboikot Jakmania Manajemen Ambil Langkah Ini

Bola | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 15:14 WIB

Alasan Belum Siap, Ruben Onsu Minta Polisi Tunda Pemeriksaan Kasus Penipuan Rp3,5 M

Alasan Belum Siap, Ruben Onsu Minta Polisi Tunda Pemeriksaan Kasus Penipuan Rp3,5 M

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 15:12 WIB

Sejarah Terulang! Deretan Nenek Moyang Para Koruptor: Dari Tokoh Agama hingga Pejabat Militer

Sejarah Terulang! Deretan Nenek Moyang Para Koruptor: Dari Tokoh Agama hingga Pejabat Militer

Entertainment | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 15:08 WIB

Buntut Demo 27 Agustus, Tukang Cermin di Pejompongan Tewas Dikeroyok Orang Tak Dikenal

Buntut Demo 27 Agustus, Tukang Cermin di Pejompongan Tewas Dikeroyok Orang Tak Dikenal

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 15:05 WIB

Di Depan Presiden Timor Leste, Megawati Ungkap Salju Abadi Papua Bakal Lenyap 3 Tahun Lagi

Di Depan Presiden Timor Leste, Megawati Ungkap Salju Abadi Papua Bakal Lenyap 3 Tahun Lagi

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 15:05 WIB

×