Simon Tahamata: Saya Mau Pakai Orang Indonesia, Bukan China, Bukan Belanda

Pebriansyah Ariefana, Adie Prasetyo Nugraha

Selasa, 03 Juni 2025 | 14:47 WIB
Simon Tahamata: Saya Mau Pakai Orang Indonesia, Bukan China, Bukan Belanda
Simon Tahamata buka suara menerima tawaran PSSI sebagai kepala pemandu bakat sama sekali tidak ada kaitannya dengan masalah politik. (Suara.com/Adie Prasetyo Nugraha).

Simon Tahamata akan bekerja dalam sinergi bersama para pelatih utama timnas, termasuk Patrick Kluivert, Nova Arianto, dan Gerald Vanenburg, untuk menciptakan kesinambungan program dari level junior hingga senior.

Menariknya, Simon Tahamata juga akan melibatkan sejumlah nama besar yang memiliki rekam jejak bersama Ajax Amsterdam. Beberapa di antaranya adalah Jordi Cruyff, Sjoerd Woudenberg, Denny Landzaat, serta para pelatih yang kini terlibat aktif dalam proyek pengembangan timnas Indonesia.

Baginya, keberadaan para profesional yang pernah mencetak banyak pemain kelas dunia di Eropa dapat menjadi aset penting untuk mendongkrak kualitas talenta lokal.

Fokus Simon adalah memprioritaskan pemain berdarah Indonesia, baik yang lahir di dalam negeri maupun yang besar di luar, untuk memperkuat identitas nasional dalam tim.

Dalam komentarnya yang disampaikan dengan bahasa Indonesia terbata-bata, Simon Tahamata menekankan bahwa sepak bola harus lepas dari politik dan berlandaskan semangat olahraga murni.

Ia juga menyampaikan keyakinan bahwa Indonesia akan tumbuh besar melalui kekuatan sepak bola, selama diberi fondasi dan sistem yang tepat sejak usia dini.

"Saya mau pakai anak-anak orang-orang yang jadi Indonesia. Bukan China, bukan Belanda. Dari itu mulai dengan anak-anak muda. Sekarang dengan mereka disini, Belanda, China, mereka bisa tolong Indonesia menang China dan Jepang. Itu kan paling penting," kata Simon Tahamata.

Langkah PSSI mendatangkan Simon Tahamata tidak lepas dari strategi jangka panjang federasi untuk mendongkrak prestasi sepak bola nasional.

Setelah sukses menarik perhatian dengan merekrut pemain diaspora seperti Sandy Walsh, Rafael Struick, hingga Ivar Jenner, kini federasi berupaya memperkuat sistem dari akar.

baca juga

Masuknya Simon juga mencerminkan arah baru PSSI yang ingin meniru pola Eropa dalam hal scouting dan pembinaan.

Di negara-negara seperti Belanda dan Jerman, pemantauan bakat usia dini sudah menjadi sistem nasional yang didukung sains olahraga, data statistik, dan pelatih spesialis.

Dengan menggabungkan pengalaman Simon dan kekuatan jaringan mantan pemain Eropa berdarah Indonesia, diharapkan Indonesia dapat memiliki basis pemain yang siap secara teknik, mental, dan fisik untuk bersaing di level Asia bahkan dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kevin Diks Sempat Takut Bawa Anaknya ke Jakarta, Kenapa?

Kevin Diks Sempat Takut Bawa Anaknya ke Jakarta, Kenapa?

Entertainment | Selasa, 03 Juni 2025 | 14:04 WIB

Kevin Diks: Sedikit Takut ke Jakarta

Kevin Diks: Sedikit Takut ke Jakarta

Bola | Selasa, 03 Juni 2025 | 14:01 WIB

Suporter Timnas Indonesia Diminta Lebih Hati-Hati, Ini Pesan Erick Thohir

Suporter Timnas Indonesia Diminta Lebih Hati-Hati, Ini Pesan Erick Thohir

Your Say | Selasa, 03 Juni 2025 | 13:36 WIB

Terkini

Gaya Pelari Ramaikan Milo ACTIV Indonesia Race 2026 di Jakarta

Gaya Pelari Ramaikan Milo ACTIV Indonesia Race 2026 di Jakarta

Foto | Senin, 14 September 2026 | 05:30 WIB

Satu Kartu BCA-Blibli Tiket, Reward dari Belanja hingga Travel

Satu Kartu BCA-Blibli Tiket, Reward dari Belanja hingga Travel

Foto | Senin, 14 September 2026 | 05:00 WIB

Awal Sempurna Indonesia di AMNC 2026, Bangladesh Dilumat 8-1

Awal Sempurna Indonesia di AMNC 2026, Bangladesh Dilumat 8-1

Bola | Senin, 14 September 2026 | 04:00 WIB

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 02:22 WIB

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Bola | Senin, 14 September 2026 | 00:29 WIB

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 23:10 WIB

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 21:43 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 21:20 WIB

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

×