Pemain Keturunan Bogor Rp 5,6 Miliar Berpotensi Dinaturalisasi untuk Ronde 4

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 17 Juni 2025 | 09:26 WIB
Pemain Keturunan Bogor Rp 5,6 Miliar Berpotensi Dinaturalisasi untuk Ronde 4
Siapa Ibu Thomas Poll? Pemain Keturunan Punya Tanah Leluhur 1 Jam dari Jakarta (IG Thomas Poll)

Suara.com - Pemain keturunan Bogor dengan nilai pasar Rp5,6 miliar berpotensi dinaturalisasi Timnas Indonesia untuk bertarung di ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Sebagaimana diketahui, Timnas Indonesia berhasil merebut satu tempat di ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Kepastian ini didapat usai Tim Garuda berhasil finis di empat besar klasemen grup C ronde ketiga dengan koleksi 12 poin dari 10 laga.

Di ronde keempat nanti, Indonesia hanya butuh dua kemenangan saja untuk merebut tiket otomatis ke Piala Dunia 2026.

Pemain keturunan Indonesia, Thomas Poll saat berseragam SC Cambuur. [Dok. Instagram@pollthomas]
Pemain keturunan Indonesia, Thomas Poll saat berseragam SC Cambuur. [Dok. Instagram@pollthomas]

Namun untuk meraih dua kemenangan itu, Tim Merah Putih harus siap menjamu tim-tim kuat yang berasal dari Timur Tengah.

Karena akan menghadapi tim-tim asal Timur Tengah, Indonesia harus menyiapkan skuad terbaiknya guna bertarung di ronde keempat.

Salah satu cara yang bisa ditempuh adalah menaturalisasi pemain baru. Salah satunya adalah pemain keturunan Bogor, yakni Thomas Poll.

Thomas Poll merupakan pemain milik SC Cambuur yang berposisi asli sebagai bek kiri. Selain bek kiri, pemain berusia 23 tahun itu bisa dimainkan sebagai gelandang kiri.

Pemain dengan nilai pasar Rp5,6 miliar itu memiliki darah keturunan dari kakeknya yang dilaporkan lahir di Bogor, Jawa Barat.

baca juga

Nahas, pos bek kiri Indonesia terbilang menumpuk karena sudah dihuni empat hingga lima pemain, yakni Calvin Verdonk, Shayne Pattynama, Dean James, Pratama Arhan, dan Yance Sayuri.

Karenanya penambahan Thomas Poll dianggap hanya menghabiskan slot pemain untuk posisi lainnya di skuad Garuda.

Selain Thomas Poll, masih ada sederet pemain keturunan lainnya yang bisa dinaturalisasi untuk memperkuat Timnas Indonesia. Berikut daftarnya.

1. Pascal Struijk

Andai Pascal Struijk mau bergabung, maka nilai pasar Timnas Indonesia akan melejit menjadi 52,93 juta euro atau setara dengan Rp986,6 miliar. (IG Pascal Struijk0
Andai Pascal Struijk mau bergabung, maka nilai pasar Timnas Indonesia akan melejit menjadi 52,93 juta euro atau setara dengan Rp986,6 miliar. (IG Pascal Struijk0

Pascal Struijk merupakan pemain keturunan Surabaya, Jawa Timur yang berposisi bek dan saat ini bermain bagi tim Leeds United.

Dengan pengalaman bermain di level teratas dan punya postur mumpuni, yakni 190 cm, Struijk bisa jadi tambahan penting bagi Indonesia di ronde keempat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

3 Kelebihan STY Bikin Untung Timnas China Jika Jadi Pelatih, Bikin Timnas Indonesia Menyesal

3 Kelebihan STY Bikin Untung Timnas China Jika Jadi Pelatih, Bikin Timnas Indonesia Menyesal

Bola | Selasa, 17 Juni 2025 | 08:19 WIB

Terbaru! Selain Thom Haye, Persija Dikabarkan Rekrut Pemain Keturunan Spanyol Rp 11,3 Miliar

Terbaru! Selain Thom Haye, Persija Dikabarkan Rekrut Pemain Keturunan Spanyol Rp 11,3 Miliar

Bola | Selasa, 17 Juni 2025 | 07:49 WIB

Alhamdulillah Kevin Diks Bawa Kabar Baik Usai Cedera Bela Timnas Indonesia

Alhamdulillah Kevin Diks Bawa Kabar Baik Usai Cedera Bela Timnas Indonesia

Bola | Selasa, 17 Juni 2025 | 07:32 WIB

Terkini

Solusi Dana PIP Tidak Cair, Ini Informasi Resmi dari Kemendikdasmen

Solusi Dana PIP Tidak Cair, Ini Informasi Resmi dari Kemendikdasmen

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:45 WIB

OJK Jatuhkan Sanksi Rp91,09 Miliar kepada 104 Pihak di Pasar Modal

OJK Jatuhkan Sanksi Rp91,09 Miliar kepada 104 Pihak di Pasar Modal

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:36 WIB

Ulasan Agent Kim Reactivated: Saat Mantan Agen Rahasia Kembali demi Menyelamatkan Anaknya

Ulasan Agent Kim Reactivated: Saat Mantan Agen Rahasia Kembali demi Menyelamatkan Anaknya

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:30 WIB

Isuzu D-Max Tampil Lebih Tangguh dengan Mesin Baru dan Teknologi 4x4 di GIIAS 2026

Isuzu D-Max Tampil Lebih Tangguh dengan Mesin Baru dan Teknologi 4x4 di GIIAS 2026

Otomotif | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:25 WIB

Selamatkan Uang Pajak Rakyat! Prabowo Didesak Segera Pisahkan Dana MBG dari Anggaran Pendidikan

Selamatkan Uang Pajak Rakyat! Prabowo Didesak Segera Pisahkan Dana MBG dari Anggaran Pendidikan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:23 WIB

IHSG Menguat ke 6.400? Cek Saham-saham Bluechip yang Diserok Asing Ini

IHSG Menguat ke 6.400? Cek Saham-saham Bluechip yang Diserok Asing Ini

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:21 WIB

Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun

Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun

Jogja | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:16 WIB

BPK Bongkar 6 Hambatan Government 5.0, WTP Tak Lagi Cukup untuk Wujudkan Indonesia Emas

BPK Bongkar 6 Hambatan Government 5.0, WTP Tak Lagi Cukup untuk Wujudkan Indonesia Emas

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:11 WIB

Polusi Kendaraan Renggut Satu Nyawa Setiap 12 Menit di Indonesia, Studi Soroti Dampak Seriusnya

Polusi Kendaraan Renggut Satu Nyawa Setiap 12 Menit di Indonesia, Studi Soroti Dampak Seriusnya

Jawa Tengah | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:09 WIB

707 Korban Jadi Alarm: Zero Tolerance BGN Cukup Hentikan Keracunan MBG?

707 Korban Jadi Alarm: Zero Tolerance BGN Cukup Hentikan Keracunan MBG?

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:06 WIB

×