Kenapa PSSI Tidak Gelar Liga Putri yang Sudah Lama Mati Suri?

Pebriansyah Ariefana, Adie Prasetyo Nugraha

Jum'at, 04 Juli 2025 | 07:21 WIB
Kenapa PSSI Tidak Gelar Liga Putri yang Sudah Lama Mati Suri?
Kenapa PSSI tidak gelar Liga Putri? Hingga pertengahan 2025, sepak bola putri di Indonesia masih menghadapi jalan terjal. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, dengan tegas menyampaikan bahwa belum bergulirnya Liga Putri bukan tanpa alasan.

Menurut Mochizuki, idealnya sepak bola putri dibina dari level anak-anak hingga ke jenjang liga profesional. Tanpa ekosistem berkelanjutan, sulit bagi tim nasional tampil optimal di level internasional.

Namun, ia tetap optimistis dan berkomitmen melanjutkan perjuangan membangun timnas putri Indonesia lebih baik ke depannya.

Jika melihat perkembangan sepak bola putri di negara-negara Asia lainnya, Indonesia memang masih tertinggal jauh.

Jepang dan Korea Selatan sudah lebih dahulu membangun liga profesional putri yang kuat, lengkap dengan sistem pembinaan pemain usia dini yang terstruktur.

Bahkan, negara-negara Asia Tenggara seperti Thailand dan Vietnam sudah memiliki liga putri reguler yang berjalan konsisten setiap tahun.

Kondisi berbeda terlihat di Indonesia. Minimnya kompetisi membuat regenerasi berjalan lambat.

Talenta baru sulit ditemukan karena kurangnya wadah berkompetisi, baik di level amatir maupun profesional.

Selain itu, masih banyak klub Liga 1 dan Liga 2 yang belum memiliki tim putri sebagai bagian dari struktur klub mereka.

Tantangan lainnya adalah soal ekosistem pendukung. Mulai dari keterbatasan fasilitas latihan yang ramah untuk atlet perempuan, hingga masih sedikitnya pelatih khusus sepak bola putri bersertifikasi.

baca juga

Di sisi lain, dukungan sponsor dan eksposur media juga masih sangat minim, membuat sepak bola putri belum menjadi daya tarik secara komersial.

Padahal, jika dikelola dengan baik, potensi sepak bola putri Indonesia cukup besar. Antusiasme pemain muda perempuan mulai tumbuh di berbagai daerah, hanya saja masih terkendala pada akses pembinaan dan kompetisi yang memadai.

Ke depan, PSSI diharapkan mampu membangun piramida sepak bola putri secara bertahap. Dimulai dari pembinaan grassroots, kompetisi usia dini, hingga menciptakan Liga Putri yang berkelanjutan.

Dengan strategi jangka panjang, sepak bola putri Indonesia diharapkan bisa bangkit dan bersaing di level Asia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Resmi! Ramadhan Sananta Gabung ke Klub Brunei Darussalam DPMM FC, Main di Liga Malaysia

Resmi! Ramadhan Sananta Gabung ke Klub Brunei Darussalam DPMM FC, Main di Liga Malaysia

Bola | Kamis, 03 Juli 2025 | 19:45 WIB

Foto Kondisi Lamborghini Diogo Jota Ringsek dan Habis Terbakar, Bagaimana Kondisi Jenazah di Dalam?

Foto Kondisi Lamborghini Diogo Jota Ringsek dan Habis Terbakar, Bagaimana Kondisi Jenazah di Dalam?

Bola | Kamis, 03 Juli 2025 | 18:43 WIB

Kata-kata Terakhir Diogo Jota Sebelum Tewas Terbakar, Unggah Video Pernikahan 20 Jam Lalu

Kata-kata Terakhir Diogo Jota Sebelum Tewas Terbakar, Unggah Video Pernikahan 20 Jam Lalu

Bola | Kamis, 03 Juli 2025 | 17:03 WIB

Terkini

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Jabar | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:18 WIB

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Sport | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:54 WIB

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:28 WIB

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

Riau | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:17 WIB

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:10 WIB

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×