Suara.com - Siapa Rita Butar Butar? Penyanyi senior satu ini tengah jadi gunjingan publik di platform sosial media pasca salah lirik saat membawakan lagu Indonesia Raya di pembukaan Piala Presiden 2025.
Momen pembukaan Piala Presiden 2025 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Minggu (6/7/2025) mengundang reaksi kurang mengenakkan pasca Rita Butar Butar salah lirik lagu Indonesia Raya.
Penyanyi legendaris Rita Butar Butar, yang didaulat membawakan lagu kebangsaan Indonesia Raya, melakukan kesalahan lirik saat tampil di panggung kehormatan.
Dalam penampilannya, Rita menyanyikan lirik "Indonesia Merdeka" pada bagian yang seharusnya berbunyi "Indonesia Bersatu".
Kesalahan tersebut langsung menjadi sorotan warganet dan memicu beragam reaksi, mulai dari kritik pedas hingga dukungan penuh.
Tak butuh waktu lama hingga media sosial dipenuhi komentar dari warganet.
Beberapa mengungkapkan kekecewaannya karena menyayangkan kesalahan pada momen sakral seperti menyanyikan lagu kebangsaan.
Di akun Instagram Rita Butar Butar, netizen membanjiri kolom komentar dengan kritikan yang pedas.
“Bu, masa kalah hafal sama pemain keturunan sih nyanyiin lagu Indonesia Raya-nya, malu aku buu,” komentar salah satu pengguna Instagram.
Hingga berita ini diturunkan, Rita Butar Butar belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden salah lirik tersebut.
Lantas siapa Rita Butar Butar?
Terlepas dari insiden tersebut, Rita Butar Butar bukanlah sosok sembarangan di dunia musik Tanah Air.
Lahir di Pematang Siantar, Sumatra Utara, 11 Mei 1960, Rita dikenal luas sebagai penyanyi pop legendaris, khususnya dalam musik pop Batak dan lagu-lagu rohani Kristen.
Namanya melambung di era 1980-an setelah berkolaborasi dengan Rinto Harahap, sang maestro lagu pop sentimental.
Lagu “Seandainya Aku Punya Sayap” ciptaan Rinto menjadi gerbang kesuksesan Rita dan menjadi lagu ikonik yang masih sering dibawakan hingga kini di ajang-ajang pencarian bakat seperti Indonesian Idol dan Golden Memories.
Setelah itu Rita juga sempat merilis lagu Aku Tak Ingin Mengemis Lagi di tahun 1981 dan Oh Angin di tahun 1985.
Namun kedua lagu tersebut belum bisa mengimbangi kesuksesan lagu "Seandainya Aku Punya Sayap".
Setelah sukses membawakan lagu pop, almarhumah ibundanya yang kala itu setia mendampingi kemanapun ia pergi, ingin menerbitkan album Pop Batak untuk sang putri.
Rita kemudian dipertemukan dengan pencipta lagu batak Dakka Hutagalung. Kebetulan saat itu Dakka sedang menggarap beberapa album Batak pesanan salah satu produser di ibukota.
Piala Presiden 2025
Sementara itu dua pertandingan di Piala Presiden 2025 tak berpihak kepada tim Indonesia.
Persib Bandung yang bermain melawan Port FC di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung harus menyerah dengan skor 0-2.
Dua gol Port FC dicetak oleh Bordin Phala dan dan penalti Peeradol Chameasamee di menit ke-67.
![Persib Bandung Ditekuk Port FC, Bojan Hodak: Saya Tak Suka Main di Piala Presiden [Suara.com/Rahman]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/07/07/42963-persib.jpg)
Sedangkan tim Indonesia All Star menyerah dengan skor 3-6 dari Oxford United yang dibela oleh Ole Romeny dan Marselino Ferdinan.
Pada pertandingan ini kemenangan Oxford United hadir berkat gol dari Mark Harris (2), Michal Helik, Przemyslaw Placheta, Tom Bradshaw, dan Brian De Keersmaecker, demikian catatan Piala Presiden.
Sementara Liga 1 All-stars sempat membalas melalui gol yang dicetak oleh Riko Simanjuntak, Rizky Dwi serta Eksel Runtukahu.
