
Septian Bagaskara menjadi nama terakhir yang posisinya semakin terancam. Meskipun sempat mendapat panggilan ke Timnas Indonesia pada Maret 2025, dirinya belum mendapatkan kesempatan bermain di bawah asuhan Patrick Kluivert.
Situasinya semakin sulit karena pada Juni 2025 lalu, pemain Dewa United FC ini mengalami cedera. Jika Zijlstra langsung tampil impresif, peluang Septian untuk masuk ke skuad utama kian mengecil.
Rafael Struick, Perlu Menjawab Keraguan

Rafael Struick kini menghadapi tantangan berat. Sejak pertandingan melawan Jepang, dirinya tak lagi masuk starting eleven. Minimnya jam bermain di klubnya, Brisbane Roar, semakin memperburuk situasinya.
Masuknya Mauro Zijlstra membuat persaingan di lini serang makin sengit. Pemain Rp 2,8 Miliar ini perlu membuktikan kualitasnya saat sesi latihan atau pertandingan uji coba agar tetap menjadi bagian penting Timnas Indonesia.
Kebijakan naturalisasi pemain bukan hal baru bagi PSSI. Dalam beberapa tahun terakhir, langkah ini menjadi bagian dari strategi membangun kekuatan Timnas Indonesia yang lebih kompetitif di level Asia dan dunia.
Pemain keturunan seperti Zijlstra diharapkan mampu membawa pengalaman sepak bola Eropa ke dalam permainan Timnas Indonesia yang sedang berkembang pesat.
Selain itu, kompetisi internal di antara para pemain juga diyakini bisa meningkatkan kualitas tim secara keseluruhan.
Proses naturalisasi pemain keturunan memang kerap menuai pro dan kontra di kalangan pencinta sepak bola Indonesia. Namun, bila dilihat dari kebutuhan tim yang mendesak akan sosok striker tajam, kehadiran Zijlstra menjadi pilihan realistis.
Keempat pemain yang terancam posisinya masih memiliki waktu untuk memperbaiki performa mereka. Persaingan ketat di antara para striker ini akan mencapai puncaknya saat Timnas Indonesia kembali berkumpul untuk pemusatan latihan menjelang laga-laga internasional di bulan Agustus dan September 2025.
Penampilan mereka di klub masing-masing akan menjadi penentu utama apakah mereka layak bertahan di skuad Garuda atau harus rela menyerahkan tempatnya pada pemain lain.
Apapun hasil akhirnya, persaingan ini pada akhirnya akan menguntungkan Timnas Indonesia. Dengan banyaknya pilihan striker berkualitas, pelatih Patrick Kluivert memiliki opsi lebih variatif untuk membentuk lini depan yang tajam dan efektif menghadapi lawan-lawan tangguh di kancah internasional.