Suara.com - Dunia sepak bola diselimuti duka mendalam atas gugurnya Suleiman Al-Obaid, mantan penyerang Timnas Palestina dan ikon sepak bola Gaza.
Ia menjadi korban penembakan oleh pasukan Israel saat menunggu bantuan kemanusiaan pada Rabu (6/8/2025).
Bagi publik sepak bola Indonesia, namanya mungkin tak asing karena ia pernah menggetarkan jala gawang Skuad Garuda dalam sebuah laga uji coba.
Momen itu terjadi pada 22 Agustus 2011 di Stadion Manahan, Solo.
Dalam laga persahabatan tersebut, Suleiman Obaid menjadi pemain yang pertama kali mencatatkan namanya di papan skor.
Ia berhasil membobol gawang Indonesia yang saat itu dijaga oleh Markus Horison.
Suka cita pun ia rasakan, di mana ia merayakannya dengan berjoget di pinggir lapangan sebelum dipeluk oleh rekan-rekan setimnya.
Meski begitu, Timnas Indonesia yang kala itu diisi oleh para pemain bintang mampu bangkit secara superior.
Gol dari Hariono, Cristian Gonzales, dan brace dari sang kapten Bambang Pamungkas memastikan kemenangan 4-1 untuk Garuda.
Kisah Tragis Sang Legenda
Kabar wafatnya Al-Obaid dikonfirmasi secara resmi oleh Federasi Sepak Bola Palestina.
Legenda yang lahir pada 24 Maret 1984 ini meninggalkan seorang istri dan lima orang anak.
Kematiannya menjadi kehilangan besar, tidak hanya bagi keluarga tetapi juga bagi seluruh komunitas sepak bola Palestina.
Selama hidupnya, Suleiman Al-Obaid Al-Obaid adalah sosok yang sangat dihormati, mendapat julukan seperti “Henry Palestina” hingga “Pelé-nya Palestina”.
Kariernya begitu cemerlang, baik di level klub maupun internasional.
Ia pernah mengantarkan Markaz Shabab Al-Am’ari menjuarai edisi perdana Liga Profesional Palestina dan dua kali menjadi top skor Liga Primer Gaza.
Bersama Timnas Palestina, ia mencatatkan 24 penampilan dengan sumbangan dua gol.
Salah satu golnya yang paling ikonik adalah tendangan salto indah ke gawang Yaman di ajang WAFF Championship 2010.
Satu gol lainnya tercipta ketika menghadapi Timnas Indonesia.
Total, ia telah mencetak lebih dari 100 gol resmi sepanjang kariernya.
Kematiannya menambah panjang daftar insan olahraga Palestina yang menjadi korban konflik.
Hingga saat ini, tercatat 662 insan olahraga dan kepanduan telah gugur sejak 7 Oktober 2023, di mana 321 di antaranya berasal dari keluarga sepak bola.
