- Marselino Ferdinan tidak masuk rencana pelatih Gary Rowett
- Marselino harus segera mencari klub baru
- Salah satu opsi bagi Marselino adalah kembali ke Indonesia Super League, meski bakal tuai sorotan
Suara.com - Situasi genting tengah dihadapi pemain Timnas Indonesia, Marselino Ferdinan yang nasibnya seolah 'terjebak' di Oxford United jelang penutupan bursa transfer musim panas pada 1 September.
Sang pemain dituntut untuk segera menemukan klub baru, baik dengan status pinjaman maupun permanen.
Memasuki musim 2025/2026, Marselino sama sekali tidak masuk dalam skema permainan pelatih Gary Rowett.
Pemain berusia 20 tahun itu belum pernah sekalipun masuk ke dalam skuad pertandingan The U's dalam lima laga kompetitif yang sudah dijalani, mencakup tiga pertandingan di Divisi Championship dan dua laga di Carabao Cup.
Padahal Marselino sempat ambil bagian dalam tur pramusim di Indonesia dalam ajang Piala Presiden 2025.
Namun, ia hanya bermain selama 45 menit di laga pembuka melawan Indonesia All Star sebelum harus menepi karena cedera.
Jika kondisi ini terus berlanjut dan ia memutuskan untuk bertahan, ini akan menjadi musim ketiga berturut-turut bagi Marselino di mana ia lebih banyak menghabiskan waktu di sesi latihan tanpa mendapatkan menit bermain yang layak untuk perkembangannya.
Waktu yang tersisa bagi Marselino untuk menentukan masa depannya pun semakin sempit.
Dengan bursa transfer yang akan ditutup dalam waktu kurang dari tiga hari, ia harus berpacu dengan waktu untuk mencari pelabuhan baru.
Baca Juga: Marselino Ferdinan Kepergok Latihan di Jakarta, Sinyal Hengkang dari Oxford United?
Pelatih Gary Rowett pun secara terbuka telah memberikan sinyal keras kepada para pemain yang tidak masuk dalam rencananya, termasuk Marselino.
Ia menegaskan bahwa klub telah menyodorkan tawaran yang ada, dan kini keputusan sepenuhnya berada di tangan para pemain.
"Ada empat atau lima saya rasa yang perlu pergi dan bermain sepak bola," ujar pelatih Gary Rowett di Oxford Mail.
"Pemain harus mengambil keputusan terhadap tawaran yang datang."
"Yang bisa kami lakukan adalah menaruh tawaran itu kepada pemain dan melihat apakah mereka ingin bermain. Jika mereka tidak ingin bermain (bertahan di Oxford), itu terserah mereka," lanjutnya.
Opsi untuk kembali merumput di Indonesia Super League bisa menjadi jalan keluar untuk mendapatkan menit bermain reguler.