Jay Idzes Ditundukkan Emil Audero, Fabio Grosso: Nyesek Banget

Arief Apriadi Suara.Com
Minggu, 31 Agustus 2025 | 14:40 WIB
Jay Idzes Ditundukkan Emil Audero, Fabio Grosso: Nyesek Banget
Jay Idzes debut di Serie A bersama Sassuolo, sayangnya timnya kalah. (IG Jay Idzes)
Baca 10 detik
  • Derby Indonesia di Serie A dimenangkan Emil Audero bersama Cremonese atas Jay Idzes.
  • Sassuolo sempat bangkit, namun kalah lewat penalti telat.
  • Fabio Grosso menilai timnya kurang fokus dan harus lebih cerdik jika ingin bertahan di level tertinggi.

Suara.com - Derby Indonesia di pentas Serie A antara Jay Idzes yang membela Sassuolo melawan Cremonese yang diperkuat Emil Audero, sukses dimenangkan tim berjuluk Grigiorossi.

Pelatih Jay Idzes di Sassuolo, Fabio Grosso, tak bisa menyembunyikan rasa kecewanya usai timnya kalah secara dramatis di markas Cremonese, Stadion Giovanni Zini dalam lanjutan Serie A Italia.

Tim berjuluk Neroverdi sebenarnya sudah berada di jalur untuk meraih poin pertama mereka musim ini, namun semuanya sirna setelah tuan rumah mencetak gol lewat titik putih di menit-menit akhir.

“Ini kekalahan yang sangat menyakitkan,” ujar Grosso dikutip dari iL Resto del Carlino.

“Pertandingan sebenarnya sudah berada di tangan kami, bahkan kami sempat memiliki peluang untuk memenangkannya. Tapi pada akhirnya justru lepas begitu saja.” tambahnya.

Sassuolo menjalani laga yang penuh lika-liku. Setelah tertinggal lebih dulu, Neroverdi mampu bangkit dan menyamakan kedudukan.

Bahkan mereka sempat menguasai jalannya pertandingan di babak kedua.

Namun, kesalahan kecil di penghujung laga membuat Sassuolo harus membayar mahal, ketika wasit menunjuk titik putih yang dieksekusi dengan sempurna oleh Cremonese.

“Di Serie A, detail kecil bisa menjadi penentu. Kami harus belajar dari pengalaman ini, karena kalau tidak, kami akan terus membayar mahal setiap kali lengah,” tegas Grosso.

Baca Juga: Emil Audero Bawa Cremonese ke Puncak Klasemen Liga Italia

Grosso menilai bahwa anak asuhnya sudah menunjukkan semangat dan kualitas untuk bersaing, tetapi masih kurang dalam aspek pengalaman dan kecerdikan bermain di level tertinggi.

“Ini harus menjadi pelajaran. Kami butuh lebih banyak energi, lebih banyak fokus, dan kecerdikan dalam mengelola laga. Kalau tidak, kami akan terus kehilangan poin dengan cara seperti ini,” kata pelatih berusia 46 tahun tersebut.

Kontributor: M.Faqih

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI

Ingin dapat update berita terbaru langsung di browser Anda?