“Dia memiliki bakat tanpa batas dan tidak takut menghadapi tantangan,” dikutip dari ESPN.
Secara teknis, Mora mampu mengatur permainan layaknya Andrés Iniesta.
Mantan pelatih Tijuana, Juan Carlos Osorio, menyebut penguasaan rotasi dan kontrol bola Mora mengingatkannya pada maestro Barcelona itu.
Mora bisa berubah dari pengatur ritme menjadi penentu serangan dengan cepat, dengan kemampuan dribel dan passing yang akurat.
Meski demikian, ia masih perlu memperkuat fisiknya dan mengembangkan pengambilan keputusan agar lebih matang dalam menghadapi kompetisi Eropa.
Minat klub-klub besar Eropa menunjukkan bahwa karier Mora sedang menuju jalur gemilang.
Barcelona pernah menawarkan masa uji coba, sementara Real Madrid telah menyodorkan pra-kontrak yang berlaku saat ia genap 18 tahun.
Mora sendiri mengaku bermimpi bermain untuk Real Madrid, menginspirasi jejak pemain Meksiko legendaris seperti Hugo Sánchez dan Javier “Chicarito” Hernández.
Jika pengembangan Mora terus berjalan, langkahnya ke Eropa bisa segera terwujud.
Dengan kemampuan teknis, keberanian di lapangan, dan mental juara, Gilberto Mora bukan hanya harapan baru Meksiko, tetapi juga calon bintang dunia yang bisa mencetak sejarah di klub-klub elit Eropa dan panggung internasional.
Kontributor: M.Faqih