Komite Disiplin dan Komite Banding merupakan bagian dari Komite Yudisial PSSI.
Keduanya berperan menjaga kedisiplinan, memberi sanksi, dan menangani sengketa banding.
Profesionalisme Jadi Landasan Revitalisasi
Erick menyebut profesionalisme dan independensi menjadi kunci dari penyegaran ini.
Langkah ini diambil agar keputusan PSSI bisa lebih kredibel dan transparan.
Selain itu, penunjukan juga didasari kebutuhan memperkuat tata kelola kompetisi.
Dengan sistem yang kuat, sepak bola Indonesia diharapkan lebih kompetitif.
Erick optimistis transformasi ini akan berimbas positif pada kualitas liga.
Penunjukan di Komite Strategis
Selain penyegaran di Komite Yudisial, PSSI juga mempertegas arah baru di komite strategis.
Setelah Ogawa resmi menjadi Ketua Komite Wasit, ada tambahan penetapan baru.
Alexander Zwiers kini resmi menjabat Ketua Komite Teknik dan Pengembangan.
Sebelumnya, ia sudah dikenal sebagai Direktur Teknik dengan rekam jejak mumpuni.
Pengangkatan Zwiers disebut akan menguatkan aspek teknis pengembangan sepak bola.
Fondasi Baru Sepak Bola Indonesia
Erick menekankan bahwa keputusan ini dibuat berdasarkan rekam jejak profesional.
Ogawa dan Zwiers dinilai memiliki latar belakang independen yang bisa diandalkan.
Keberadaan mereka diyakini akan memperkuat kepemimpinan di PSSI.
Hal ini dianggap penting dalam meningkatkan kualitas sepak bola nasional.
“Ini semua kita lakukan bagaimana kita memastikan proses transparansi, integritas yang kita terus tingkatkan di persepakbolaan Indonesia," tutup dia.
