Duduk Perkara Malaysia Palsukan Asal-usul 7 Pemain Naturalisasi, Dibongkar dan Disanksi FIFA

Husna Rahmayunita

Selasa, 07 Oktober 2025 | 16:04 WIB
Duduk Perkara Malaysia Palsukan Asal-usul 7 Pemain Naturalisasi, Dibongkar dan Disanksi FIFA
Para pemain Timnas Malaysia berselebrasi (dok. FAM)

Suara.com - Memperkuat tim nasional sebuah negara dapat dilakukan dengan banyak cara. Mulai dari peningkatan kualitas pendidikan olahraga dan akademi, hingga proses naturalisasi seperti yang dilakukan Indonesia.

Belakangan, proses ini ‘memakan’ korban, yakni federasi sepakbola dari negara Malaysia. Sekilas tentang duduk perkara FAM palsukan dokumen 7 pemain naturalisasi hingga dibongkar FIFA dapat dicermati di sini.

FIFA, sebagai federasi sepakbola tertinggi di dunia, melakukan pembongkaran bukti Malaysia melakukan pemalsuan asal-usul pemain naturalisasi yang dimilikinya. Hal ini menjadi hasil dari investigasi yang dilakukan oleh FIFA.

Dokumen hasil investigasi sendiri ditunjukkan pada Senin, 6 Oktober 2025 lalu, menyatakan bahwa asal-usul ketujuh pemain timnas Malaysia rupanya dipalsukan.

Daftar Nama Pemain Naturalisasi Palsu

Ketujuh pemain ini awalnya diklaim memiliki garis keturunan yang berasal dari Malaysia. Ketujuhnya adalah sebagai berikut:

  • Gabriel Felipe Arrocha
  • Facundo Tomas Garces
  • Rodrigo Julian Holgado
  • Imanol Javier Machuca
  • Joao Vitor Brandai Figueiredo
  • Jon Irazabal Iraurgul
  • Hector Alejandro Hevel Serrano

FIFA kemudian mendapatkan laporan terkait dengan kelayakan pemain naturalisasi Timnas Malaysia ini, bahkan dimulai sejak proses naturalisasi yang tidak terbuka dan dipertanyakan.

Penyelidikan dilakukan melalui Komite Disiplin, dan mendapatkan salinan akta kelahiran asli yang menunjukkan kakek dan nenek pemain tersebut tidak berasal dari Malaysia.

Kepastian Dokumen Palsu dari FAM

baca juga

Mengacu pada data-data yang ada, pihak FIFA kemudian yakin bahwa penetapan dokumen yang diajukan oleh federasi sepakbola dari Malaysia adalah palsu, dan para pemain naturalisasi telah menggunakan dokumen yang dimaksud untuk menghindari dan melanggar peraturan yang ditetapkan FIFA.

FIFA kemudian menggelar proses disiplin dan akhirnya menjatuhi sanksi pada FAM serta tujuh pemain naturalisasinya. Sanksi ini didasarkan pada dugaan pelanggaran pada pasal 22 Kode Disiplin FIFA soal naturalisasi.

FAM sendiri, sebagai pihak yang didakwa melakukan kesalahan, secara resmi mengajukan banding atas laporan investigasi dari FIFA tersebut.

Siapa yang Mengajukan Laporan?

Laporan ini tentu tidak berasal dari pihak FAM atau dari FIFA, sebab FIFA mengaku mendapatkan laporan dari pihak yang tidak dapat disebutkan namanya. Laporan ini berupa kecurigaan atas pelanggaran prosedur naturalisasi, sehingga dianggap menguntungkan pihak Malaysia pada pertandingan yang dihadapinya.

Namun demikian banyak orang berspekulasi bahwa pihak yang mengajukan laporan adalah Federasi Sepak Bola Vietnam atau VFF. Hal ini lantaran beberapa waktu sebelumnya, Malaysia memenangi laga Kualifikasi Piala Asia 2027 pada Juni 2025 lalu sebanyak 4 gol tanpa balas.

Ketujuh pemain naturalisasi diturunkan untuk memperkuat timnas Malaysia, dan menghasilkan poin penuh pada pertandingan tersebut. Ini mengapa, banyak orang beranggapan bahwa pihak yang mengajukan laporan adalah VFF, yang menjadi pihak yang dirugikan atas naturalisasi yang dilakukan Malaysia.

Bentuk Sanksi yang Diberikan pada FAM

Berdasarkan hasil temuan yang didapatkan, FIFA secara resmi menjatuhkan hukuman pada FAM berupa denda, serta larangan pada ketujuh pemain yang bersangkutan untuk bermain selama 12 bulan.

Artinya, lanjutan laga yang dihadapi timnas Malaysia tidak lagi dapat diperkuat oleh tujuh pemain naturalisasi tersebut hingga ada perubahan resmi dari FIFA mengenai sanksi yang diberikan tadi.

Hal ini jelas membuat FAM geram, dan menjadi alasan untuk mengajukan banding atas keputusan yang diberikan oleh FIFA ini.

Hingga saat ini, proses banding masih berjalan dan FAM tengah melakukan langkah yang diperlukan.

Itu tadi sedikit penjelasan duduk perkara FAM palsukan dokumen 7 pemain naturalisasi hingga dibongkar FIFA dan dijatuhi hukuman. 

Kontributor : I Made Rendika Ardian

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

FAM Ngamuk, Siapkan Langkah Hukum Hadapi Sanksi FIFA

FAM Ngamuk, Siapkan Langkah Hukum Hadapi Sanksi FIFA

Bola | Selasa, 07 Oktober 2025 | 15:03 WIB

Ranking FIFA Bakal Melonjak, Ini Hitungan Poin Jika Timnas Indonesia Kalahkan Arab Saudi

Ranking FIFA Bakal Melonjak, Ini Hitungan Poin Jika Timnas Indonesia Kalahkan Arab Saudi

Bola | Selasa, 07 Oktober 2025 | 14:18 WIB

Striker Naturalisasi Baru Asal Ghana Umbar Janji untuk Timnas Malaysia

Striker Naturalisasi Baru Asal Ghana Umbar Janji untuk Timnas Malaysia

Bola | Selasa, 07 Oktober 2025 | 14:55 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×