Andai Dipecat Jadi Pelatih Timnas, Patrick Kluivert Dapat Pesangon Berapa dari PSSI?

Nur Khotimah

Selasa, 14 Oktober 2025 | 14:14 WIB
Andai Dipecat Jadi Pelatih Timnas, Patrick Kluivert Dapat Pesangon Berapa dari PSSI?
Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert. (Instagram/patrickkluivert9)

Suara.com - Suasana panas menyelimuti jagat sepak bola Tanah Air menyusul kegagalan Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026.

Di bawah komando pelatih kawakan asal Belanda, Patrick Kluivert, Skuad Garuda harus mengakui keunggulan lawan di putaran keempat kualifikasi, menelan kekalahan beruntun dari Arab Saudi (2-3) dan Irak (0-1), yang sekaligus menempatkan Indonesia sebagai juru kunci Grup B.

Kegagalan ini memicu gelombang desakan pemecatan Kluivert di berbagai platform media sosial.

Tagar #PatrickKluivertOut bahkan masih meramaikan media sosial, mencerminkan kekecewaan puluhan ribu suporter yang merasa mimpi melihat Indonesia berlaga di Piala Dunia kembali kandas.

Jika PSSI mengambil langkah drastis untuk mendepak Kluivert dari posisi pelatih Timnas Indonesia, konsekuensi finansialnya tak main-main.

Lantas berapa nilai pesangon yang berpotensi mendarat di kantong Patrick Kluivert? Simak penjelasan berikut ini.

Pesangon Patrick Kluivert Jika Dipecat PSSI

Patrick Kluivert [Instagram/@patrickkluivert9]
Patrick Kluivert [Instagram/@patrickkluivert9]

Patrick Kluivert ditunjuk sebagai pelatih Timnas Indonesia menggantikan Shin Tae-yong pada Januari 2025 dengan durasi kontrak 2 tahun.

Artinya, saat ini dia baru menjalani sekitar 10 bulan dari total 26 bulan kontrak tersisa hingga Desember 2027.

Lantas, berapa kerugian yang harus ditanggung PSSI jika memutuskan untuk memecat Patrick Kluivert?

baca juga

Perkiraan gaji Patrick Kluivert di Timnas Indonesia disebut berada di rentang Rp1,3 miliar hingga Rp1,5 miliar per bulan.

Angka ini adalah estimasi yang dihimpun dari berbagai sumber, meskipun PSSI belum merilis data resmi.

Jika PSSI memutus kontrak Kluivert pada Oktober 2025, maka mereka harus membayar sisa gaji untuk 26 bulan kontrak yang belum dijalankan.

Dengan estimasi gaji bulanan tersebut, PSSI diperkirakan wajib menanggung kompensasi sisa kontrak senilai Rp33,8 miliar (jika gaji Rp1,3 M/bulan) hingga Rp39 miliar (jika gaji Rp1,5 M/bulan)

Total pesangon yang harus dikeluarkan PSSI untuk Kluivert berpotensi mencapai puluhan miliar rupiah.

Jumlah fantastis ini belum termasuk potensi denda penalti pemutusan kontrak dini, kesepakatan tambahan terkait klausul performa, serta kompensasi sponsor yang mungkin ikut terdampak.

Di sisi lain, mengetahui potensi pesangon yang sangat besar, sebagian publik meragukan Patrick Kluivert akan mengundurkan diri secara sukarela.

"Jangan berharap dia (Patrick Kluivert) mundur ya mimpi Lo semua, doi lebih pilih dipecat yang artinya ada pesangon yang akan dia terima, dan PSSI juga dalam waktu dekat gue yakin tidak akan pecat PK, wong pesangon STY aja masih nyicil cmiiw," cuit akun X @oktav2628204, menggarisbawahi tantangan finansial yang mungkin dihadapi PSSI.

Peluang Patrick Kluivert Dipecat

Patrick Kluivert [Instagram/@patrickkluivert9]
Patrick Kluivert [Instagram/@patrickkluivert9]

Patrick Kluivert sendiri telah angkat bicara usai kegagalannya membawa Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026.

Meski tidak secara eksplisit menyampaikan permohonan maaf, dia menegaskan bahwa kegagalan tersebut sepenuhnya adalah tanggung jawabnya sebagai pelatih kepala.

Sementara itu, nasib Kluivert kini berada di tangan PSSI. Manajer Timnas Indonesia, Sumardji, mengonfirmasi bahwa evaluasi menyeluruh atas kinerja pelatih dan tim kepelatihan akan segera dilakukan dan dilaporkan kepada Komite Eksekutif (Exco) PSSI.

"Ya kalau soal (pemecatan Kluivert), saya kira nanti akan diputuskan dalam rapat Exco PSSI," kata Sumardji pada Senin (13/10/2025).

Wakil Ketua Umum I PSSI Zainudin Amali, memperkuat pernyataan tersebut dengan menegaskan bahwa PSSI tidak akan gegabah. Mereka akan menunggu laporan resmi dari Badan Tim Nasional (BTN) sebelum mengambil sikap.

"Kami tunggu dulu laporan Ketua BTN sekaligus manajer. Baru kami ambil sikap," ucap Zainudin Amali pada Selasa (14/10/2025).

Zainudin Amali juga menyinggung bahwa keputusan akan diambil secara kolektif dalam rapat Exco.

"Enggaklah (langsung dipecat). Ini kan organisasi. Kami harus mengambil keputusan bersama-sama. Dasar kami mengambil keputusan dalam rapatnya Exco itu adalah laporan ketua BTN, sekaligus manajer timnas," tegasnya.

Jadwal rapat Exco PSSI itu pun masih menunggu waktu Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, yang tengah disibukkan dengan acara pribadi.

"Oh iya tunggu Ketum, kan beliau masih ada acara pernikahan. Mau menikahkan putrinya. Pernikahannya tanggal 18 dan 19 Oktober," kata Amali.

Sementara itu situasi semakin pelik usai diketahui Patrick Kluivert dan timnya langsung kembali ke Belanda usai kekalahan di Jeddah, tanpa ikut rombongan tim yang kembali ke Tanah Air.

"Nggak ada (yang ke Indonesia), semuanya kembali ke Belanda," ucap Sumardji membenarkan.

Kontributor : Trias Rohmadoni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Resmi Diperkenalkan, Marselino Ferdinan Tak Sabar Unjuk Kebolehan Bersama AS Trencin

Resmi Diperkenalkan, Marselino Ferdinan Tak Sabar Unjuk Kebolehan Bersama AS Trencin

Bola | Selasa, 14 Oktober 2025 | 14:11 WIB

Sama-sama Terima Duit FIFA: Timnas Indonesia Gagal, Cape Verde ke Piala Dunia 2026

Sama-sama Terima Duit FIFA: Timnas Indonesia Gagal, Cape Verde ke Piala Dunia 2026

Bola | Selasa, 14 Oktober 2025 | 14:09 WIB

Patrick Kluivert Bersuara Tanpa Kata Maaf, Langsung Gembok Kolom Komentar

Patrick Kluivert Bersuara Tanpa Kata Maaf, Langsung Gembok Kolom Komentar

Bola | Selasa, 14 Oktober 2025 | 13:49 WIB

Terkini

Teror Kabel Semrawut Makan Korban di Ponorogo: Leher Robek Tersangkut, Kasusnya Masuk Meja Polisi

Teror Kabel Semrawut Makan Korban di Ponorogo: Leher Robek Tersangkut, Kasusnya Masuk Meja Polisi

Jatim | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:25 WIB

Pemprov Targetkan Rapelan 10 Bulan Gaji PJLP Jakarta Cair Awal November

Pemprov Targetkan Rapelan 10 Bulan Gaji PJLP Jakarta Cair Awal November

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:24 WIB

Tuding Dakwaan Jaksa Tak Jelas, Febrie Adriansyah Minta Hakim Terima Dalil Nota Perlawanan

Tuding Dakwaan Jaksa Tak Jelas, Febrie Adriansyah Minta Hakim Terima Dalil Nota Perlawanan

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:23 WIB

Media Asing Sorot Kelangkaan BBM Bali, Singgung Kondisi Ekonomi Warga

Media Asing Sorot Kelangkaan BBM Bali, Singgung Kondisi Ekonomi Warga

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:21 WIB

Negarawan Tidak Harus Mantan Presiden, SBY Ingatkan Politisi Utamakan Negara Baru Partai

Negarawan Tidak Harus Mantan Presiden, SBY Ingatkan Politisi Utamakan Negara Baru Partai

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:20 WIB

ISPA Dominasi 11.707 Kasus Gangguan Kesehatan Akibat Kabut Asap di Pekanbaru

ISPA Dominasi 11.707 Kasus Gangguan Kesehatan Akibat Kabut Asap di Pekanbaru

Riau | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:20 WIB

E-book Bukan Solusi: Menyoal Keterjangkauan Buku di Tengah Digitalisasi

E-book Bukan Solusi: Menyoal Keterjangkauan Buku di Tengah Digitalisasi

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:20 WIB

Masyarakat Sipil Dorong Pemakzulan Gibran Usai Putusan MK, PKS Siap Jadi Jembatan Aspirasi

Masyarakat Sipil Dorong Pemakzulan Gibran Usai Putusan MK, PKS Siap Jadi Jembatan Aspirasi

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:19 WIB

Yamaha Marine Perluas Layanan Mesin Tempel Dukunng Sektor Bahari Indonesia

Yamaha Marine Perluas Layanan Mesin Tempel Dukunng Sektor Bahari Indonesia

Otomotif | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:18 WIB

Bukan Lagi Politisi Aktif, SBY: Sekarang Hanya Mentor dan Mendoakan

Bukan Lagi Politisi Aktif, SBY: Sekarang Hanya Mentor dan Mendoakan

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:18 WIB

×