- Patrick Kluivert resmi dipecat setelah gagal membawa Indonesia ke Piala Dunia 2026.
- Dari lima pelatih terakhir, hanya Shin Tae-yong yang meninggalkan warisan positif.
- Empat lainnya harus pergi lebih cepat, sebagian besar karena hasil buruk di turnamen besar.
Suara.com - Pergantian pelatih kembali terjadi di tubuh Timnas Indonesia. Terbaru, PSSI resmi mengakhiri kerja sama dengan Patrick Kluivert pada 16 Oktober 2025, hanya 281 hari sejak ia diperkenalkan.
Belum diketahui siapa sosok yang akan menjadi nakhoda baru Timnas Indonesia selepas kepergian Patrick Kluivert dan jajarannya.
Namun yang pasti, dalam delapan tahun terakhir, PSSI telah menunjuk lima pelatih untuk menangani Timnas Indonesia.
Dari sosok yang dianggap bakal signifikan mengembangkan sepak bola Tanah Air, juru taktik keras yang membawa Garuda menggapai banyak pencapaian yang sebelumnya cuma mimpi, hingga sosok yang menjungkalkan segala impian itu dengan hasil tragis.
Berikut 5 pelatih terakhir Timnas Indonesia:
1. Patrick Kluivert (2025) — Gagal Total, Berakhir Cepat
Patrick Kluivert menjadi korban terbaru kursi panas Timnas Indonesia.
Pelatih asal Belanda itu dipecat pada 16 Oktober 2025, hanya 281 hari setelah diangkat.
Selama masa tugasnya, ia mencatat tiga kemenangan dari sepuluh pertandingan.
Kekalahan dari Irak di Kualifikasi Piala Dunia 2026 menjadi akhir segalanya.
Hasil itu menyingkirkan Indonesia sekaligus mengakhiri masa jabatan Kluivert bersama dua asistennya, Alex Pastoor dan Danny Landzaat.
2. Shin Tae-yong (2019–2024) — Warisan Terbaik di Era Modern
Nama Shin Tae-yong akan selalu diingat sebagai pelatih yang membawa perubahan besar.
Datang pada akhir 2019, pelatih asal Korea Selatan ini membangun sistem yang kuat dan fokus pada regenerasi.
Selama 1.825 hari memimpin, Shin membawa Indonesia ke Piala Asia senior, U-23, dan U-19.
Setelah Piala AFF 2024, kerja samanya dengan PSSI berakhir.
Namun, Shin meninggalkan warisan berharga: pemain muda berkualitas, disiplin tinggi, dan standar baru dalam sepak bola nasional.
3. Simon McMenemy (2018–2019) — Juara Liga 1 yang Gagal Total
Sebelum Shin, Timnas Indonesia sempat dipimpin Simon McMenemy, yang datang dengan reputasi tinggi setelah menjuarai Liga 1 bersama Bhayangkara FC.
Namun, ekspektasi itu tak terwujud. Indonesia kalah empat kali beruntun di Kualifikasi Piala Dunia 2022.
McMenemy akhirnya dipecat setelah 317 hari bertugas, meninggalkan catatan suram dan kritik keras dari publik sepak bola Tanah Air.
4. Bima Sakti (2018) — Pelatih Lokal yang Tak Tahan Lama
Bima Sakti sempat dipercaya menangani Timnas Indonesia usai era Luis Milla.
Sayangnya, masa baktinya hanya 70 hari.
Di Piala AFF 2018, Indonesia hanya meraih satu kemenangan dari empat laga, tersingkir di fase grup, dan gagal memenuhi ekspektasi.
Kekalahan itu membuat Bima harus lengser cepat dari kursi pelatih kepala.
5. Luis Milla (2017–2018) — Pembuka Harapan yang Tak Bertahan Lama
Sebelum nama-nama di atas, Luis Milla sempat menumbuhkan harapan baru bagi penggemar Timnas Indonesia.
Pelatih asal Spanyol itu memperkenalkan gaya permainan modern dan berani mempromosikan pemain muda potensial.
Puncaknya terjadi di Asian Games 2018, saat Indonesia tampil impresif dan menjadi salah satu tim dengan permainan paling atraktif.
Sayang, kontraknya tak diperpanjang pada 2018, mengakhiri era yang sebenarnya cukup menjanjikan.
Kontributor : Imadudin Robani Adam