- The Gunners baru kebobolan tiga gol dari 12 pertandingan di semua ajang dan hanya satu dari open play!
- Lebih hebat lagi, dua laga terakhir Arsenal di Premier League bahkan tidak membiarkan lawan mencatat satu pun tembakan tepat sasaran.
- Dalam ajang Liga Champions, mereka belum pernah kebobolan di fase grup musim ini, termasuk saat melawan Athletic Bilbao, Olympiacos, dan Atletico Madrid.
Suara.com - Dalam dunia sepak bola, ada ungkapan klasik yang selalu terbukti benar, “Serangan memenangkan pertandingan, tetapi pertahanan memenangkan gelar.”
Ucapan legendaris Sir Alex Ferguson itu kini terasa relevan di musim 2025/26, di mana sejumlah klub besar Eropa tampil luar biasa dalam menjaga lini belakang mereka tetap rapat dan solid.
Berikut lima tim dengan catatan pertahanan terbaik di Eropa sejauh musim ini, diukur dari rata-rata gol kebobolan per pertandingan di semua kompetisi.
Manchester City: 0,67 Gol Kebobolan per Laga
Meski dikenal sebagai tim yang gemar menyerang, Manchester City musim ini juga sangat disiplin dalam bertahan.
Pasukan Pep Guardiola baru kebobolan delapan gol dari 12 laga, dengan tujuh clean sheet sejauh ini.
Kombinasi ketenangan Rúben Dias, kecepatan Kyle Walker, dan refleks gemilang Gianluigi Donnarumma membuat City tetap solid, bahkan ketika mereka kehilangan penguasaan bola.
Dengan Erling Haaland yang masih tajam di depan, keseimbangan antara lini serang dan lini belakang ini menjadikan City tetap favorit kuat di semua kompetisi.
Como: 0,67 Gol Kebobolan per Laga
Kejutan besar datang dari Como, tim promosi Serie A yang kini bersaing di papan tengah dengan pertahanan kokoh.
Di bawah asuhan Cesc Fabregas, Como sukses mencatatkan angka kebobolan yang sama dengan Manchester City.
Proyek ambisius klub milik pengusaha asal Indonesia, Djarum Group, mulai menunjukkan hasil.
Dengan pemain-pemain impor berkualitas dan organisasi pertahanan yang rapi, Como kini bukan sekadar tim pelengkap di Serie A, tapi bisa jadi penantang serius untuk tiket Eropa.
AS Roma: 0,56 Gol Kebobolan per Laga
Kedatangan Gian Piero Gasperini ke AS Roma membawa perubahan besar.
Dikenal dengan filosofi menyerang di Atalanta, Gasperini justru membuat Roma tampil disiplin dan efisien dalam bertahan.
Dalam sembilan laga Serie A, I Giallorossi hanya kebobolan tiga kali — terbaik di Italia sejauh ini.
Bek seperti Gianluca Mancini dan Chris Smalling tampil solid, sementara penjaga gawang Mile Svilar terus membuktikan dirinya sebagai salah satu yang paling konsisten di liga.
AC Milan: 0,44 Gol Kebobolan per Laga
Kembalinya Massimiliano Allegri ke kursi pelatih AC Milan terbukti membawa stabilitas.
Rossoneri kini kembali dikenal sebagai tim yang sulit dikalahkan seperti era kejayaan mereka.
Dari sembilan laga di semua kompetisi, Milan baru kebobolan empat gol saja.
Duet Fikayo Tomori dan Pierre Kalulu menjadi tembok kokoh, sementara sistem bertahan kolektif Milan mengingatkan publik San Siro pada masa keemasan Maldini, Baresi, dan Nesta.
Arsenal: 0,25 Gol Kebobolan per Laga
Pemuncak daftar ini adalah Arsenal, yang tampil luar biasa disiplin di bawah Mikel Arteta.
The Gunners baru kebobolan tiga gol dari 12 pertandingan di semua ajang dan hanya satu dari open play!
Lebih hebat lagi, dua laga terakhir Arsenal di Premier League bahkan tidak membiarkan lawan mencatat satu pun tembakan tepat sasaran.
Dalam ajang Liga Champions, mereka belum pernah kebobolan di fase grup musim ini, termasuk saat melawan Athletic Bilbao, Olympiacos, dan Atletico Madrid.
Dengan kombinasi William Saliba, Gabriel Magalhaes, dan Declan Rice yang luar biasa solid, Arsenal kini punya pertahanan terbaik di Eropa dan menjadi kandidat kuat juara Premier League sekaligus penantang serius di Liga Champions.
Kontributor: Azka Putra