Profil Matthew Baker, Pemain Keturunan Suku Batak Janji Hancurkan Timnas Brasil

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 07 November 2025 | 13:05 WIB
Profil Matthew Baker, Pemain Keturunan Suku Batak Janji Hancurkan Timnas Brasil
Matthew Baker (IG Melbourne City)
baca 10 detik
  • Matthew Baker Sitorus, bek muda kelahiran Melbourne, perkuat Timnas Indonesia U-17.

  • Pemain Melbourne City ini memiliki darah Batak Medan dari garis keturunan ibunya.

  • Dia memilih Indonesia didorong rasa bangga dan tanggung jawab terhadap Tanah Air.

Suara.com - Matthew Baker Sitorus mendadak menjadi pusat perhatian publik sepak bola nasional setelah namanya tercantum dalam daftar pemain yang mengisi skuad Timnas Indonesia U-17 untuk Piala Dunia U-17 2025.

Pemain belia berumur 16 tahun ini memiliki latar belakang unik karena lahir di luar negeri namun menyimpan kuat darah Indonesia yang diturunkan dari garis keturunan sang ibu.

Talenta muda tersebut diyakini membawa nuansa taktik dan kemampuan bermain yang sesuai dengan perkembangan sepak bola era modern.

Matthew Ryan Sitorus Baker tercatat lahir di Kota Melbourne, Australia, pada tanggal 13 Mei 2009.

Ayahnya merupakan warga negara Australia, sementara ibundanya adalah keturunan asli Indonesia yang berasal dari Medan, Sumatera Utara, dengan menyandang marga Sitorus.

Sitorus dikenal luas sebagai salah satu marga dalam suku Batak Toba, yang memperkuat ikatan emosional Matthew dengan Indonesia.

Sejak masa kanak-kanak, Matthew telah terpapar dan tumbuh dalam kombinasi dua kebudayaan yang berbeda secara simultan.

Pengaruh dari lingkungan Australia mengajarkan dirinya mengenai kedisiplinan serta etos kerja keras yang menjadi ciri khas pembinaan sepak bola profesional.

Di sisi lain, ibunya menanamkan nilai-nilai kekeluargaan dan rasa kecintaan mendalam terhadap tumpah darah Indonesia.

baca juga

Dua faktor krusial inilah yang membentuk karakter Matthew sebagai pesepakbola muda yang memiliki fokus kuat tetapi tetap mempertahankan sikap rendah hati di luar lapangan.

Perjalanan Matthew Baker dalam dunia sepak bola dimulai ketika dirinya bergabung dengan beberapa akademi usia dini di Australia.

Beberapa klub junior seperti Malvern City dan Box Hill United sempat ia perkuat sebelum bakatnya tercium oleh tim-tim yang lebih besar.

Pada akhirnya, Matthew memutuskan bergabung dengan akademi milik Melbourne City FC, sebuah klub yang memiliki koneksi erat dengan raksasa Liga Inggris, Manchester City.

Perkembangan kemampuannya sangat pesat selama berada di Melbourne City, di mana ia berlatih bersama talenta terbaik Australia.

Matthew Baker menunjukkan performa stabil pada posisi utamanya sebagai bek kiri, sebuah posisi yang membutuhkan kelengkapan teknik dan fisik.

Fleksibilitasnya di lapangan juga diakui, karena ia mampu ditempatkan sebagai bek tengah atau bahkan sebagai gelandang bertahan bila dibutuhkan tim.

Di usianya yang masih belia, Matthew berhasil mengamankan kontrak profesional resmi bersama Melbourne City pada tahun 2025, suatu pencapaian yang tergolong langka bagi pemain seusia dirinya.

Kiprah Matthew Baker di Australia mulai menarik perhatian PSSI setelah tim scouting menemukan profil lengkapnya.

Setelah terjalin komunikasi intensif dengan pihak keluarga, Matthew Baker menegaskan kesiapannya untuk memperkuat Timnas Indonesia U-17 melalui jalur keturunan.

Pilihan ini disambut positif, termasuk oleh Pelatih Timnas U-17 Bima Sakti, yang melihat Matthew membawa gaya bermain baru dan mentalitas disiplin khas dari Australia.

Dalam beberapa pertandingan uji coba skala internasional, kontribusi Matthew sangat signifikan, baik saat bertahan maupun ketika membantu serangan dari sektor kiri lapangan.

Proses adaptasinya bersama rekan-rekan setim berjalan cepat dan tanpa hambatan yang berarti.

Matthew Baker dapat berkomunikasi dengan baik serta memahami taktik yang diinstruksikan oleh staf pelatih dalam waktu singkat.

Ia dikenal oleh rekan-rekan satu tim sebagai figur yang tenang, mudah diajak bekerja sama, dan memiliki team spirit yang tinggi.

Sebagai seorang bek kiri modern, Matthew Baker sangat mengandalkan kombinasi antara kecepatan dan ketepatan dalam membaca situasi pertandingan.

Ia efektif dalam membantu serangan hingga ke lini depan, namun juga sigap untuk kembali ke posisi awal guna menutup ruang pergerakan lawan.

Kemampuan kontrol bolanya tergolong baik, umpan-umpan yang dilepaskannya memiliki akurasi tinggi, dan pemahaman posisinya sangat matang untuk usianya.

Di luar aspek teknis, karakter pekerja kerasnya menjadi salah satu nilai tambah yang menonjol di mata pelatih.

Pelatih dari Melbourne City maupun Timnas U-17 sepakat menilai bahwa Matthew memiliki mentalitas kuat dan selalu berusaha belajar dari setiap kesalahan di lapangan.

Meskipun besar di Australia, Matthew tidak pernah sekalipun melupakan akar keluarga ibunya yang berasal dari Medan.

Ia seringkali menekankan bahwa darah Indonesia memberinya motivasi ekstra setiap kali mengenakan seragam Merah Putih kebanggaan bangsa.

Marga Sitorus yang melekat pada namanya berfungsi sebagai pengingat akan asal-usul keluarganya dari wilayah Sumatera Utara.

Matthew saat ini bahkan sedang berupaya mempelajari Bahasa Indonesia agar interaksi dengan rekan satu tim menjadi lebih mudah dan alami.

Dia juga menunjukkan minat besar untuk mendalami budaya Batak dari keluarganya yang berada di Medan.

Matthew Baker sebetulnya berada di persimpangan untuk memilih antara memperkuat Australia atau Indonesia.

Namun, keputusannya tegas untuk memilih Garuda Muda dengan alasan utama menghormati darah keturunan ibunya.

Ia merasa punya tanggung jawab moral untuk memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan sepak bola di Tanah Air.

Keputusan krusial ini mencerminkan kedewasaan berpikir meski usianya masih sangat muda dan minim pengalaman internasional.

Banyak pihak menilai pilihan Matthew bukan semata-mata soal peluang bermain, tetapi lebih didasari oleh rasa bangga yang mendalam terhadap identitas asal-usulnya.

Matthew Baker, seorang bintang muda keturunan Medan yang lahir di Melbourne, menunjukkan secara nyata bahwa memiliki identitas ganda justru memperkuat rasa cinta dan dedikasinya pada Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pelatih Brasil Doakan Zahaby Gholy dan Timnas Indonesia Sukses di Piala Dunia U-17 2025

Pelatih Brasil Doakan Zahaby Gholy dan Timnas Indonesia Sukses di Piala Dunia U-17 2025

Bola | Jum'at, 07 November 2025 | 12:58 WIB

Persiapan Serius, Brasil Jalani Dua Sesi Latihan Jelang Hadapi Timnas Indonesia U-17

Persiapan Serius, Brasil Jalani Dua Sesi Latihan Jelang Hadapi Timnas Indonesia U-17

Bola | Jum'at, 07 November 2025 | 11:50 WIB

Hadapi Brasil, Matthew Baker Ungkap Kondisi Mental Timnas Indonesia U-17

Hadapi Brasil, Matthew Baker Ungkap Kondisi Mental Timnas Indonesia U-17

Your Say | Jum'at, 07 November 2025 | 11:05 WIB

Terkini

Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak

Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak

Bola | Selasa, 23 Juni 2026 | 06:21 WIB

Piala Dunia 2026 Ubah Wajah Sepak Bola: Dari 2 Babak Jadi 4 Babak, Inovasi atau Ancaman?

Piala Dunia 2026 Ubah Wajah Sepak Bola: Dari 2 Babak Jadi 4 Babak, Inovasi atau Ancaman?

Bola | Selasa, 23 Juni 2026 | 06:00 WIB

Jurgen Klopp Semprot Van der Vaart Usai Kritik Pedas Van Dijk di Piala Dunia 2026

Jurgen Klopp Semprot Van der Vaart Usai Kritik Pedas Van Dijk di Piala Dunia 2026

Bola | Selasa, 23 Juni 2026 | 04:55 WIB

Cetak Gol Tendangan Roket ke Gawang Irak, Mbappe Selisih 3 Gol dari Messi

Cetak Gol Tendangan Roket ke Gawang Irak, Mbappe Selisih 3 Gol dari Messi

Bola | Selasa, 23 Juni 2026 | 04:26 WIB

Lionel Scaloni Blak-blakan: Argentina Lolos ke 32 Besar, Tapi Masih Banyak PR

Lionel Scaloni Blak-blakan: Argentina Lolos ke 32 Besar, Tapi Masih Banyak PR

Bola | Selasa, 23 Juni 2026 | 04:16 WIB

Cristiano Ronaldo Baru 8 Gol, Messi 18 Gol, Miroslav Klose: Selamat Champ!

Cristiano Ronaldo Baru 8 Gol, Messi 18 Gol, Miroslav Klose: Selamat Champ!

Bola | Selasa, 23 Juni 2026 | 04:09 WIB

Pelatih Paraguay Serang FIFA: Piala Dunia 2026 Hanya untuk Orang Kaya Esensi Hilang

Pelatih Paraguay Serang FIFA: Piala Dunia 2026 Hanya untuk Orang Kaya Esensi Hilang

Bola | Selasa, 23 Juni 2026 | 03:38 WIB

Pengakuan Jujur Lionel Messi Usai Menyandang Top Skor Sepanjang Masa Piala Dunia

Pengakuan Jujur Lionel Messi Usai Menyandang Top Skor Sepanjang Masa Piala Dunia

Bola | Selasa, 23 Juni 2026 | 03:31 WIB

Argentina Hajar Austria: Lionel Messi 18 Gol Top Skor Sepanjang Masa Piala Dunia

Argentina Hajar Austria: Lionel Messi 18 Gol Top Skor Sepanjang Masa Piala Dunia

Bola | Selasa, 23 Juni 2026 | 02:09 WIB

Dari Persia Kuno! Isi Lengkap Surat Timnas Iran, Kirim Pesan Damai untuk Dunia

Dari Persia Kuno! Isi Lengkap Surat Timnas Iran, Kirim Pesan Damai untuk Dunia

Bola | Selasa, 23 Juni 2026 | 01:57 WIB