-
Ong Kim Swee tinggalkan Persik Kediri karena keluarga dan negara.
-
Arthur Irawan menegaskan ini bukan pemecatan; pelatih pengganti segera diumumkan.
-
Perpisahan diumumkan saat Persik menang 2-1 atas Semen Padang.
Suara.com - Manajemen klub sepak bola Persik Kediri, Jawa Timur, mengonfirmasi perpisahan dengan pelatih asal Malaysia, Ong Kim Swee, tanpa melakukan pemecatan.
Owner Persik Kediri, Arthur Irawan, menyatakan bahwa keputusan ini diambil karena adanya panggilan tugas negara di Malaysia dan keinginan Ong Kim Swee untuk mendekat dengan keluarga.
Klub berjuluk Macan Putih itu saat ini belum mengumumkan secara resmi sosok yang akan mengisi kursi kepelatihan yang ditinggalkan oleh Kim Swee.
"Ditunggu saja pastinya kami ada kandidat dan dalam jangka waktu dekat kami akan umumkan," kata Owner Persik Kediri Arthur Irawan di Kediri, Jumat.
Pihak manajemen memilih untuk tidak memberikan detail lebih lanjut mengenai apakah calon pelatih baru berasal dari dalam negeri atau dari kancah sepak bola internasional.
Arthur Irawan menekankan bahwa perpisahan ini adalah keputusan bersama, dan menepis anggapan adanya pemecatan terhadap mantan pelatih tim nasional Malaysia tersebut.
Ia menegaskan, jika saja kondisi negara dan keluarga tidak menjadi kendala, manajemen klub akan mempertahankan pelatih Ong hingga akhir musim bahkan untuk jangka panjang.
"Coach Ong tidak lagi di Kediri. Saya tegaskan ini bukan pemecatan. Kalau saya masih ada opsi, 100 persen ke pelatih Ong sampai akhir musim dan jangka panjang," kata dia.
Arthur mengakui bahwa selama masa kerja sama terjalin, hubungan baik atau chemistry telah terbangun secara solid antara pelatih dan tim.
Meskipun hasil di lapangan belum sepenuhnya memuaskan, Irawan mengapresiasi kinerja luar biasa dan etos kerja keras yang ditunjukkan oleh Ong Kim Swee.
Menurutnya, berbagai faktor dalam sepak bola, termasuk faktor keberuntungan, seringkali memengaruhi hasil akhir pertandingan tim.
"Mungkin hasil belum sesuai, tapi sepak bola banyak faktor. Yang kadang kami juga kurang beruntung tapi yang dijual kinerja. Bagaimana dia bekerja keras, mau memberi segalanya buat tim. Dia leadership-nya luar biasa," ujar dia.
Arthur Irawan bahkan menyebut Ong Kim Swee sebagai salah satu pelatih terbaik yang pernah dimiliki oleh Persik Kediri.
Keputusan untuk berpisah ini menimbulkan rasa kehilangan yang mendalam bagi Arthur Irawan secara personal maupun manajemen klub.
Ia menyatakan bahwa seluruh pihak Persik Kediri mendoakan yang terbaik bagi karier dan kehidupan keluarga Ong Kim Swee ke depannya.
"Saya rasanya kehilangan coach Ong. Begitu banyak yang kami lewati. Saya angkat topi dan saya cuma ada kata baik-baik dan kami ingin yang terbaik buat dia karir dan keluarga," ujar dia.
Di sisi lain, Ong Kim Swee mengungkapkan rasa terima kasihnya atas dukungan dan kerja sama yang terjalin selama ini.
Ia menjelaskan bahwa pembahasan mengenai pengakhiran kerja sama ini sudah dimulai sekitar tiga bulan sebelum pengumuman resmi.
Pelatih asal Malaysia ini mengakui bahwa dorongan untuk dekat dengan keluarga dan panggilan tugas negara menjadi alasan utama yang mendasari keputusannya.
"Faktor yang seperti Arthur bilang, keluarga dan panggilan negara menjadi keutamaan buat saya. Tentu saya rasa sedikit kecewa karena tidak bisa lagi bersama hingga akhir musim," kata Ong.
Meskipun harus berpisah lebih cepat, Ong Kim Swee tetap optimis terhadap masa depan Persik Kediri di bawah kepemimpinan Arthur Irawan.
Ia meyakini bahwa klub akan tetap aman dan meraih kesuksesan berkat visi yang kuat dari pemilik klub.
Menurutnya, Arthur Irawan memiliki banyak visi yang luar biasa, menginspirasi, dan dikenal sebagai sosok yang rendah hati.
"Saya percaya Persik Kediri aman, bernasib baik mempunyai Arthur. Saya percaya ini yang mengambil alih, meneruskan akan membawa Persik lebih baik," ujar dia.
Ong Kim Swee juga menyampaikan terima kasih khusus kepada Arthur Irawan, Manajer Persik Kediri Muhammad Syarif Hidayatullah, para pemain, dan staf.
Perpisahan resmi antara Persik dan Ong Kim Swee diumumkan bersamaan dengan laga kemenangan Persik Kediri melawan Semen Padang.
Pertandingan yang berakhir dengan skor 2-1 di Stadion Brawijaya Kediri menjadi momen akhir kerja sama sang pelatih.
Pengumuman tersebut menjadi penanda berakhirnya era Ong Kim Swee dan dimulainya pencarian wajah baru untuk memimpin tim.