FAM Tunggu Hasil Investigasi Internal 7 Pemain Naturalisasi yang Disanksi FIFA

Irwan Febri

Senin, 15 Desember 2025 | 12:30 WIB
FAM Tunggu Hasil Investigasi Internal 7 Pemain Naturalisasi yang Disanksi FIFA
Kantor Federasi Sepak Bola Malaysia (dok. FAM)
baca 10 detik
  • FAM menantikan laporan komite independen pimpinan Tun Md Raus Sharif mengenai sanksi FIFA terhadap tujuh pemain Harimau Malaya.
  • Komite investigasi independen dibentuk Oktober lalu untuk menyelidiki permasalahan dokumen ketujuh pemain yang disanksi FIFA.
  • FAM telah membawa kasus sanksi pemain dan denda ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) sebagai tahap penyelesaian hukum terakhir.

Suara.com - Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) masih menunggu laporan lengkap dari komite investigasi independen terkait persoalan dokumen tujuh pemain Harimau Malaya yang dijatuhi sanksi oleh FIFA.

Pelaksana tugas Presiden FAM, Datuk Seri Yusoff Mahadi, menyatakan laporan tersebut dijadwalkan diterima dalam bulan ini. Komite investigasi independen itu dipimpin oleh mantan Ketua Mahkamah Agung Malaysia, Tun Md Raus Sharif.

“Kami masih menunggu laporan dari Tun Raus dan saya memperkirakan laporan itu akan diterima bulan ini. Dari laporan tersebut, kami akan melihat temuan yang disampaikan sebelum menentukan langkah selanjutnya,” ujar Yusoff, dilansir dari New Straits Times.

Yusoff menyampaikan hal tersebut kepada awak media usai acara penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara FAM dan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) Specialist Centre (UKMSC), Minggu (15/12/2025).

Komite Dibentuk Sejak Oktober

FAM membentuk komite investigasi independen pada Oktober lalu untuk menyelidiki permasalahan dokumen tujuh pemain keturunan yang sebelumnya dijatuhi sanksi larangan bermain selama 12 bulan oleh FIFA.

Selain menunggu hasil investigasi internal, Yusoff memastikan bahwa FAM telah menyelesaikan seluruh proses banding di tingkat FIFA dan melanjutkan perkara tersebut ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).

“Dalam situasi saat ini, tim hukum kami sedang menyiapkan seluruh dokumen yang diperlukan. Saya yakin kami dapat memenuhi tenggat prosedur CAS pada 18 Desember,” kata Yusoff.

CAS Jadi Tahapan Terakhir

baca juga

Menurut Yusoff, CAS menjadi forum terakhir bagi FAM untuk menuntaskan seluruh jalur hukum yang tersedia. Ia menegaskan, langkah membawa perkara ke CAS bukan dilandasi pertimbangan risiko, melainkan komitmen untuk menjalani seluruh proses hukum secara menyeluruh.

“Kami telah menyelesaikan proses di tingkat FIFA dan tidak ada lagi urusan yang melibatkan badan dunia tersebut,” ujarnya.

“Di CAS, ini adalah proses terakhir kami dan lembaga ini bersifat independen serta tidak terikat dengan FIFA. Apa pun keputusan yang diambil bersifat final dan harus dipatuhi oleh semua pihak,” tambah Yusoff.

Sanksi FIFA terhadap FAM dan Pemain

Sebelumnya, FAM mengonfirmasi telah mengajukan banding ke CAS atas sanksi yang dijatuhkan FIFA terkait persoalan dokumen tujuh pemain, yakni Gabriel Palmero, Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Jon Irazabal, dan Hector Hevel.

Keputusan untuk mengajukan banding ke CAS diambil setelah FIFA membeberkan alasan putusan komite banding pada 3 November 2025, yang menguatkan keputusan awal komite disiplin FIFA.

Dalam putusan tersebut, FAM dijatuhi denda sebesar 350 ribu franc Swiss. Sementara itu, ketujuh pemain dikenai sanksi larangan bermain selama 12 bulan serta denda masing-masing sebesar 2.000 franc Swiss.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berjiwa Ksatria, Rexy Mainaky Siap Mundur usai Gagal di SEA Games 2025

Berjiwa Ksatria, Rexy Mainaky Siap Mundur usai Gagal di SEA Games 2025

Sport | Senin, 15 Desember 2025 | 12:17 WIB

Presiden BAM Tetap Pertahankan Rexy Mainaky usai Kegagalan di SEA Games 2025

Presiden BAM Tetap Pertahankan Rexy Mainaky usai Kegagalan di SEA Games 2025

Sport | Senin, 15 Desember 2025 | 12:04 WIB

Ambisi Bulu Tangkis Malaysia Gagal di SEA Games 2025 Gegara Indonesia

Ambisi Bulu Tangkis Malaysia Gagal di SEA Games 2025 Gegara Indonesia

Your Say | Senin, 15 Desember 2025 | 10:46 WIB

Faktor yang Bikin Timnas Indonesia U-22 Hancur Lebur di SEA Games 2025

Faktor yang Bikin Timnas Indonesia U-22 Hancur Lebur di SEA Games 2025

Bola | Senin, 15 Desember 2025 | 09:46 WIB

Doa Buruk Malaysia Usai Timnas Indoensia U-22 Tersingkir dari SEA Games 2025

Doa Buruk Malaysia Usai Timnas Indoensia U-22 Tersingkir dari SEA Games 2025

Bola | Jum'at, 12 Desember 2025 | 21:54 WIB

Malaysia Sudah Tumbang, Apalagi yang Harus Dilakukan Timnas Indonesia U-22 Supaya ke Semifinal?

Malaysia Sudah Tumbang, Apalagi yang Harus Dilakukan Timnas Indonesia U-22 Supaya ke Semifinal?

Bola | Jum'at, 12 Desember 2025 | 07:21 WIB

Cara Terbaru Timnas Indonesia U-22 Lolos Semifinal SEA Games 2025 Usai Vietnam Kalahkan Malaysia

Cara Terbaru Timnas Indonesia U-22 Lolos Semifinal SEA Games 2025 Usai Vietnam Kalahkan Malaysia

Bola | Kamis, 11 Desember 2025 | 19:04 WIB

Terkini

Wali Kota Bandung Ngamuk Gegara Penebangan Pohon: Jangan Ketawa Lu, Gue Segel Ini Tempat!

Wali Kota Bandung Ngamuk Gegara Penebangan Pohon: Jangan Ketawa Lu, Gue Segel Ini Tempat!

Jabar | Jum'at, 31 Juli 2026 | 21:17 WIB

Bela Prabowo, Hasan Nasbi: Yang Dimaksud Kelompok Pembuat Gaduh

Bela Prabowo, Hasan Nasbi: Yang Dimaksud Kelompok Pembuat Gaduh

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 21:04 WIB

Geger! Penemuan Mayat Terendam di Cianjur, Berawal dari Sepasang Sepatu Bot

Geger! Penemuan Mayat Terendam di Cianjur, Berawal dari Sepasang Sepatu Bot

Jabar | Jum'at, 31 Juli 2026 | 21:01 WIB

BGN Curiga Ada Oknum di Balik Dana Rp311,2 Miliar Nyasar ke Rekening SPPG Bermasalah

BGN Curiga Ada Oknum di Balik Dana Rp311,2 Miliar Nyasar ke Rekening SPPG Bermasalah

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 20:50 WIB

Reuni Taufik Hidayat vs Lin Dan di Jakarta! 7 Peraih Emas Olimpiade Ramaikan Shuttle Open 2026

Reuni Taufik Hidayat vs Lin Dan di Jakarta! 7 Peraih Emas Olimpiade Ramaikan Shuttle Open 2026

Sport | Jum'at, 31 Juli 2026 | 20:50 WIB

Heboh Isu Nikita Mirzani Diintimidasi di Penjara, Pihak Rutan Buka Suara

Heboh Isu Nikita Mirzani Diintimidasi di Penjara, Pihak Rutan Buka Suara

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 20:50 WIB

Bukan Sekadar Jago Debat, Ini Cara Mencetak Calon Diplomat dan Pemimpin Masa Depan Sejak Dini

Bukan Sekadar Jago Debat, Ini Cara Mencetak Calon Diplomat dan Pemimpin Masa Depan Sejak Dini

Lifestyle | Jum'at, 31 Juli 2026 | 20:43 WIB

Bulog Edukasi Masyarakat Kenali Mutu Beras, Pastikan Masyarakat Mendapatkan Informasi Tepat

Bulog Edukasi Masyarakat Kenali Mutu Beras, Pastikan Masyarakat Mendapatkan Informasi Tepat

Bisnis | Jum'at, 31 Juli 2026 | 20:36 WIB

Lari Sambil Selamatkan Bumi, PLN Electric Run 2026 Punya Misi Pangkas 24 Ton Emisi Karbon

Lari Sambil Selamatkan Bumi, PLN Electric Run 2026 Punya Misi Pangkas 24 Ton Emisi Karbon

Sport | Jum'at, 31 Juli 2026 | 20:36 WIB

Menteri Ekraf Melihat Langsung Dapur Kreatif Industri Kecantikan di Malang

Menteri Ekraf Melihat Langsung Dapur Kreatif Industri Kecantikan di Malang

Lifestyle | Jum'at, 31 Juli 2026 | 20:34 WIB

×