AFC Anulir Dua Kemenangan, Malaysia Tak Bisa Ikuti Jejak Timnas Indonesia ke Piala Asia 2027

Arif Budi

Selasa, 17 Maret 2026 | 15:34 WIB
AFC Anulir Dua Kemenangan, Malaysia Tak Bisa Ikuti Jejak Timnas Indonesia ke Piala Asia 2027
Timnas Malaysia saat gagal ke Piala Asia 2027. (Dok. Malaysia NT)
baca 10 detik
  • AFC menganulir dua kemenangan Malaysia di kualifikasi Piala Asia 2027 akibat kasus naturalisasi ilegal tujuh pemain.
  • Pengadilan Arbitrase Olahraga menolak banding FAM terkait kasus ini, yang berdampak pada perolehan poin Malaysia.
  • Vietnam dipastikan lolos ke Piala Asia 2027 setelah menerima tambahan tiga poin dari hasil anulasi tersebut.

Suara.com - Mimpi Timnas Malaysia untuk berlaga di putaran final Piala Asia 2027 sekaligus ikuti jejak Timnas Indonesia dipastikan kandas.

Kepastian pahit ini datang setelah Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) secara resmi menjatuhkan sanksi tegas dengan menganulir dua kemenangan krusial Harimau Malaya di babak kualifikasi.

Putusan ini merupakan buntut dari kasus naturalisasi ilegal tujuh pemain yang sebelumnya telah membuat Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dijatuhi sanksi oleh FIFA.

Upaya banding yang diajukan FAM pun menemui jalan buntu setelah ditolak mentah-mentah oleh Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) pada 5 Maret lalu.

Berdasarkan putusan Komite Disiplin AFC yang dirilis pada 17 Maret 2026, dua kemenangan Malaysia yang dianulir adalah saat melawan Nepal pada 25 Maret 2025 dan kontra Vietnam pada 10 Juni 2025.

Penyebabnya, ketujuh pemain yang terbukti ilegal statusnya yakni Gabriel Palmero, Facundo Garcés, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, João Figueiredo, Hector Hevel, dan Jon Irazábal, diketahui bermain dalam dua pertandingan tersebut.

Selain dianulir kemenangannya, FAM juga dijatuhi hukuman denda yang cukup berat, yakni sebesar 50.000 dolar AS (sekitar Rp850 juta) yang wajib dibayarkan dalam waktu 30 hari.

Sanksi ini secara otomatis mengubah peta persaingan di grup kualifikasi. Dengan hilangnya enam poin, perolehan angka Malaysia kini merosot menjadi hanya sembilan poin, jumlah yang tidak cukup untuk mengamankan tiket ke Arab Saudi.

Di sisi lain, keputusan ini menjadi berkah bagi Vietnam. Dengan tambahan tiga poin dari laga kontra Malaysia, tim asuhan Kim Sang-sik kini kokoh di puncak klasemen dengan catatan sempurna 15 poin dari lima pertandingan.

baca juga

Dengan sisa satu laga, posisi Vietnam sudah tidak mungkin lagi terkejar oleh tim lainnya dan dipastikan lolos ke putaran final Piala Asia 2027.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jordi Amat Bangga! Persija Jadi Penyumbang Terbanyak ke Timnas Indonesia Era John Herdman

Jordi Amat Bangga! Persija Jadi Penyumbang Terbanyak ke Timnas Indonesia Era John Herdman

Bola | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:15 WIB

Pertama di Dunia! Malaysia Robek-robek Perjanjian Dagang dengan AS, Indonesia?

Pertama di Dunia! Malaysia Robek-robek Perjanjian Dagang dengan AS, Indonesia?

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 14:38 WIB

Media Amerika dan Italia Ramai-ramai Bahas Skuad Timnas Indonesia, Kenapa?

Media Amerika dan Italia Ramai-ramai Bahas Skuad Timnas Indonesia, Kenapa?

Bola | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:15 WIB

Kasus Naturalisasi Ilegal, AFC Ungkap Alasan Nasib Malaysia Tak Akan Sama Seperti Timor Leste

Kasus Naturalisasi Ilegal, AFC Ungkap Alasan Nasib Malaysia Tak Akan Sama Seperti Timor Leste

Bola | Selasa, 17 Maret 2026 | 14:29 WIB

Timnas Bulgaria Umumkan Skuad Mengerikan untuk FIFA Series 2026

Timnas Bulgaria Umumkan Skuad Mengerikan untuk FIFA Series 2026

Bola | Selasa, 17 Maret 2026 | 14:08 WIB

Terkini

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

KPK Endus Keterlibatan Swasta Lain di Kasus Suap Layanan Pertanahan ATR/BPN

KPK Endus Keterlibatan Swasta Lain di Kasus Suap Layanan Pertanahan ATR/BPN

Bogor | Rabu, 16 September 2026 | 22:21 WIB

×