-
Malaysia dihukum kalah 0-3 dalam tiga laga internasional akibat penggunaan pemain ilegal.
-
FAM wajib membayar denda tambahan senilai Rp209 juta berdasarkan aturan FIFA terbaru.
-
Tujuh pemain naturalisasi dilarang bermain selama satu tahun karena melanggar syarat keturunan.
Poin-poin yang dikumpulkan oleh skuad Harimau Malaya dalam tiga laga tertentu kini dinyatakan hangus sepenuhnya.
FAM kini harus menghadapi kenyataan pahit bahwa posisi mereka di ranking dunia berpotensi mengalami penurunan drastis.
Tiga Laga Yang Dinyatakan Kalah
Adapun pertandingan yang menjadi objek hukuman meliputi laga uji coba internasional melawan tim nasional Tanjung Verde.
Pertandingan tersebut sebelumnya berlangsung pada tanggal 29 Mei 2025 dengan hasil kemenangan bagi kubu Malaysia.
Laga kedua yang dianulir adalah duel panas bertajuk derbi melayu melawan Singapura pada 4 September 2025.
Terakhir adalah pertandingan melawan Palestina yang diselenggarakan pada tanggal 8 September 2025 silam oleh FAM.
Ketiga partai tersebut kini resmi tercatat sebagai kekalahan 0-3 bagi Malaysia dalam statistik resmi organisasi FIFA.
Riwayat Sanksi Dan Denda Miliaran
Sebelum hukuman terbaru ini muncul, Komite Disiplin FIFA sebenarnya sudah memberikan sanksi pada September 2025.
Kala itu, Malaysia diwajibkan membayar denda fantastis sebesar 350 ribu franc Swiss atau sekitar Rp7,3 miliar.
Besaran denda tersebut diberikan karena federasi dianggap lalai dalam memverifikasi dokumen kewarganegaraan para pemain naturalisasi.
Tujuh pemain yang bersangkutan terbukti tidak memiliki kakek atau nenek yang lahir di wilayah Malaysia.
Syarat garis keturunan ini merupakan poin krusial dalam aturan kelayakan pemain yang ditetapkan secara ketat.
Hukuman Individu Bagi Pemain Terkait
Selain federasi, ketujuh pemain naturalisasi yang bermasalah tersebut juga tidak luput dari jerat hukuman FIFA.
Masing-masing dari mereka dijatuhi skorsing atau larangan bertanding selama 12 bulan dari seluruh aktivitas sepak bola.
Tidak hanya larangan bermain, para pemain tersebut juga diwajibkan membayar denda pribadi kepada otoritas FIFA.
Setiap pemain harus menyetor uang sebesar 2.000 franc Swiss atau setara dengan nilai Rp41 juta rupiah.
Situasi ini memaksa Malaysia untuk segera melakukan perombakan besar-besaran dalam susunan pemain nasional mereka ke depan.