- Tekanan terhadap pelatih Enzo Maresca meningkat akibat performa tim yang menurun drastis sejak Desember.
- Keretakan hubungan muncul setelah Maresca mengkritik manajemen klub secara terbuka pasca kemenangan Everton dua gol tanpa balas.
- Chelsea akan melakukan evaluasi akhir musim mengenai Maresca, meskipun target Liga Champions masih realistis saat ini.
Setelah itu, The Blues harus menghadapi rangkaian laga sulit melawan Arsenal dan Napoli, menjadikan Januari sebagai periode krusial bagi nasib Maresca.
Secara internal, Chelsea sebenarnya puas dengan kinerja Maresca pada musim sebelumnya.
Ia dianggap sukses membawa Chelsea lolos ke Liga Champions, menjuarai UEFA Conference League, dan bahkan menjuarai Piala Dunia Antarklub, prestasi yang melampaui ekspektasi.
Sejak ditunjuk dari Leicester City pada 2024 dengan biaya kompensasi £10 juta, Maresca fokus pada aspek kepelatihan, sementara kebijakan transfer dan staf pendukung ditangani manajemen.
Strategi klub tetap konsisten: membangun skuad muda dengan merekrut talenta terbaik dari berbagai liga.
Namun, Maresca merasa pekerjaannya dengan skuad muda kurang mendapat apresiasi.
Ia menilai rotasi pemain yang dianjurkan klub justru sering berujung kehilangan poin di Premier League.
Chelsea akan menghadapi jadwal padat Januari di empat kompetisi berbeda.
Selain Premier League dengan derbi London beruntun, mereka juga akan tampil di Piala FA, semifinal Carabao Cup melawan Arsenal, serta dua laga krusial Liga Champions kontra Pafos dan Napoli.
Chelsea wajib meraih kemenangan di Eropa untuk menghindari babak play-off dan mengamankan posisi delapan besar fase liga.
Dengan persaingan ketat Premier League, finis di posisi kelima bahkan berpotensi cukup untuk tiket Liga Champions musim depan.