AS Roma Tersingkir dari Coppa Italia Setelah Kalah Dramatis 2-3 Melawan Torino di Stadion Olimpico

Rabu, 14 Januari 2026 | 07:14 WIB
AS Roma Tersingkir dari Coppa Italia Setelah Kalah Dramatis 2-3 Melawan Torino di Stadion Olimpico
AS Roma meraih kemenangan penting 2-0 atas Sassuolo dalam pertandingan pekan ke-20 Liga Italia 2025/26 di Stadion Olimpico pada Minggu (11/1/2025) dini hari WIB. [Instagram AS Roma]
Baca 10 detik
  • Torino menyingkirkan AS Roma dari babak 16 besar Coppa Italia dengan kemenangan tipis 3-2.

  • Che Adams mencetak dua gol sementara Ermirkhan Ilkhan menjadi penentu kemenangan dramatis menit akhir.

  • Torino resmi melaju ke perempat final untuk menghadapi Inter Milan pada babak selanjutnya.

Suara.com - Ambisi AS Roma untuk merengkuh trofi Coppa Italia musim 2025/26 terpaksa kandas dengan sangat cepat.

Klub berjuluk I Lupi tersebut harus mengakui keunggulan Torino dalam laga sengit di babak 16 besar.

Pertandingan yang berlangsung di Stadion Olimpico pada Rabu dini hari WIB berakhir dengan skor ketat 2-3.

Hasil negatif ini membuat langkah serigala ibu kota terhenti tepat pada penampilan perdana mereka di kompetisi tersebut.

Sebaliknya Torino datang dengan mental baja setelah sebelumnya sukses melewati hadangan tim Modena dan Pisa.

Meskipun bertindak sebagai tim tamu namun Torino mampu memberikan tekanan hebat sejak menit awal dimulai.

AS Roma terlihat kesulitan mengembangkan permainan terbaik mereka di hadapan ribuan pendukung fanatik yang hadir langsung.

Pertahanan tuan rumah akhirnya runtuh saat laga memasuki menit ke-35 melalui aksi penyerang tim lawan.

Che Adams berhasil mencatatkan namanya di papan skor setelah mengonversi peluang matang menjadi sebuah gol pembuka.

Baca Juga: Hasil Liga Italia Tadi Malam: Juventus Gebuk Jay Idzes Cs, Cek Klasemen Serie A Terbaru

Keunggulan satu gol untuk tim tamu bertahan hingga wasit meniup peluit tanda waktu istirahat tiba.

Memasuki babak kedua pelatih tuan rumah mencoba merombak strategi demi mengejar ketertinggalan skor yang ada.

Upaya tersebut membuahkan hasil manis ketika bek Mario Hermoso memutuskan untuk ikut membantu lini penyerangan.

Pemain bertahan asal Spanyol itu melakukan penetrasi individu yang diakhiri dengan sebuah tendangan mendatar yang akurat.

Bola meluncur deras ke gawang Torino tanpa bisa dihalau oleh penjaga gawang sehingga skor menjadi imbang.

Publik Olimpico sempat bersorak merayakan gol penyeimbang yang membangkitkan harapan bagi skuat asuhan I Giallorossi.

Kegembiraan pendukung tuan rumah ternyata tidak berlangsung lama karena tim tamu kembali menunjukkan taringnya kembali.

Hanya berselang tujuh menit pasca gol balasan Torino sukses memulihkan keunggulan mereka atas tim tuan rumah.

Che Adams kembali menjadi mimpi buruk bagi barisan pertahanan Roma dengan mencetak gol keduanya malam itu.

Striker tajam tersebut sukses menyambar umpan terobosan akurat yang dikirimkan oleh rekan setimnya Nikola Vlasic.

Skor 1-2 memaksa AS Roma kembali bekerja keras demi menghindari kekalahan memalukan di markas sendiri.

Tuan rumah tidak menyerah begitu saja dan terus melancarkan serangan bertubi-tubi ke jantung pertahanan lawan.

Perjuangan tanpa lelah tersebut akhirnya membuahkan hasil maksimal saat pertandingan memasuki menit ke-81 laga.

Pemain muda berbakat Antonio Arena sukses menggetarkan jala gawang lawan melalui sebuah sundulan kepala yang tajam.

Ia berhasil memanfaatkan umpan silang akurat yang dikirimkan oleh Wesley dari sisi sayap penyerangan AS Roma.

Kedudukan yang kembali sama kuat 2-2 membuat jalannya pertandingan menjadi semakin memanas di sisa waktu.

Sayangnya petaka bagi kubu tuan rumah muncul tepat saat pertandingan akan memasuki waktu tambahan babak kedua.

Berawal dari skema sepak pojok pada menit ke-90 terjadi kemelut hebat di depan gawang Mile Svilar.

Penjaga gawang AS Roma tersebut gagal menangkap bola dengan sempurna sehingga menciptakan bola liar di kotak penalti.

Ermirkhan Ilkhan yang berada di posisi tepat langsung menyambar bola tersebut untuk mencetak gol kemenangan timnya.

Skor berubah menjadi 3-2 untuk keunggulan Torino dan bertahan hingga pertandingan benar-benar dinyatakan telah berakhir.

Kemenangan dramatis ini membawa Torino secara resmi mengamankan satu tiket di babak perempat final mendatang.

Mereka dijadwalkan akan menghadapi tantangan berat lainnya melawan raksasa Italia Inter Milan di fase selanjutnya.

Sementara itu AS Roma harus segera melakukan evaluasi total setelah tersingkir secara menyakitkan di kandang sendiri.

Kegagalan ini menambah catatan buruk I Lupi dalam upaya mereka mengakhiri puasa gelar di ajang piala.

Para pemain Torino merayakan keberhasilan ini sebagai pencapaian besar dalam perjalanan mereka di musim kompetisi sekarang.

AS Roma menurunkan komposisi pemain terbaik dengan mengandalkan Svilar di bawah mistar serta Celik dan Ziolkowski.

Lini tengah diisi oleh nama-nama seperti Cristante serta Pisilli yang dibantu oleh pergerakan Wesley dan Rensch.

Sektor penyerangan dipercayakan kepada duet Soule dan El Shaarawy untuk menopang pergerakan penyerang utama Bailey.

Torino merespon dengan formasi solid yang mengandalkan kiper Paleari serta trio bek Tameze, Ismajli, dan Coco.

Lini tengah mereka sangat dinamis dengan kehadiran Lazaro, Ilkhan, Gineitis, Vlasic, hingga Aboukhlal yang sangat dominan.

Lini depan Torino terbukti sangat tajam dengan kolaborasi apik antara Simeone dan pahlawan kemenangan Che Adams.

Total lima gol yang tercipta menjadi bukti betapa terbukanya permainan kedua tim dalam laga knockout ini.

Kekalahan ini sekaligus menutup peluang AS Roma untuk meraih trofi domestik melalui jalur kompetisi piala Italia.

Kini fokus utama I Lupi adalah memperbaiki posisi mereka di klasemen liga agar tetap kompetitif.

Torino menatap babak selanjutnya dengan kepercayaan diri tinggi setelah menumbangkan salah satu kandidat kuat juara.

×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI