-
Carlos Perreira fokus membenahi kelemahan Madura United selama masa jeda kompetisi paruh musim.
-
Madura United bersiap menghadapi Persija Jakarta di JIS demi menjauh dari zona degradasi.
-
Evaluasi total dilakukan setelah Laskar Sape Kerrab menderita kekalahan beruntun di laga sebelumnya.
Suara.com - Jeda kompetisi paruh musim BRI Super League 2025/2026 dimanfaatkan secara maksimal oleh Madura United.
Carlos Perreira selaku juru taktik kini sedang mencurahkan seluruh perhatiannya untuk memperbaiki performa anak asuhnya.
Langkah ini diambil menyusul hasil kurang memuaskan yang diraih tim selama putaran pertama berlangsung.
Berdasarkan laporan resmi dari laman I.League, tim pelatih sudah mengantongi daftar kelemahan yang mendesak untuk segera diatasi.
Proses perbaikan ini diharapkan mampu mengubah peta kekuatan tim saat mengarungi sisa kompetisi musim ini.
Catatan teknis dari pertandingan-pertandingan sebelumnya menjadi bahan diskusi serius di internal manajemen dan kepelatihan.
"Kami sudah punya beberapa catatan dari beberapa laga kami. Poin-poin itu sudah kami diskusikan untuk kami selesaikan. Kami lakukan ini untuk berbenah, masih ada waktu yang cukup panjang," jelas Perreira.
Pelatih asal Portugal tersebut optimis bahwa waktu satu pekan lebih masih cukup untuk mematangkan strategi baru.
Fokus utama mereka adalah mengembalikan stabilitas permainan yang sempat hilang dalam beberapa laga terakhir di liga.
Baca Juga: Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
Kerja keras di sesi latihan diharapkan bisa langsung terlihat hasilnya pada pertandingan pembuka putaran kedua nanti.
Ujian berat sudah menanti Laskar Sape Kerrab pada pekan ke-18 dalam laga tandang yang cukup krusial.
Mereka dijadwalkan akan menyambangi markas Persija Jakarta yang bertempat di Jakarta International Stadium (JIS).
Pertandingan besar ini rencananya akan digelar pada Jumat (23/1) mulai pukul 19.00 WIB.
Bermain di hadapan pendukung lawan tentu membutuhkan kesiapan mental dan fisik yang jauh lebih prima.
Skuad Madura United harus mampu tampil disiplin demi mencuri poin dari stadion megah di ibu kota tersebut.
Lulinha dan rekan-rekannya membawa misi besar untuk segera merangkak naik ke posisi yang lebih aman.
Saat ini Madura United masih tertahan di urutan ke-14 pada klasemen sementara kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Koleksi 17 poin yang mereka kumpulkan didapat dari hasil melakoni 17 pertandingan sepanjang paruh pertama.
Situasi ini dianggap cukup mengkhawatirkan karena posisi mereka masih sangat dekat dengan jurang degradasi.
Target kemenangan menjadi harga mati bagi skuad asuhan Carlos Perreira untuk mengamankan posisi mereka di liga.
Selisih poin Madura United dengan tim di zona merah saat ini tercatat hanya berjarak tujuh angka saja.
Keunggulan yang tipis ini membuat setiap pertandingan di putaran kedua akan terasa seperti laga final.
Pihak manajemen menekankan pentingnya konsistensi agar tim tidak semakin terperosok ke dalam situasi yang sulit.
Kekuatan lini pertahanan dan ketajaman lini serang menjadi dua aspek yang paling disorot dalam sesi pembenahan.
Dukungan penuh dari suporter diharapkan menjadi suntikan moral tambahan bagi para pemain di setiap laga.
Tekanan semakin terasa setelah tim menelan pil pahit pada dua pertandingan penutup di putaran pertama.
Madura United gagal meraih poin saat dipaksa menyerah dengan skor tipis 0-1 ketika menghadapi Persebaya Surabaya.
Kondisi semakin memburuk saat mereka harus mengakui keunggulan PSIM Yogyakarta dengan skor telak 0-3.
Dua kekalahan beruntun tanpa mencetak gol tersebut menjadi sinyal waspada bagi jajaran tim pelatih Madura United.
Oleh karena itu, penyelesaian akhir kini menjadi salah satu menu latihan wajib bagi para penyerang tim.
Melihat kembali perjalanan di paruh pertama, rekam jejak Madura United memang terlihat masih naik turun.
Dari total 17 laga yang sudah dijalani, tim hanya mampu meraih kemenangan dalam empat pertandingan saja.
Lima laga lainnya berakhir dengan skor imbang, sementara delapan pertandingan sisa berakhir dengan kekalahan pahit.
Catatan statistik ini menunjukkan bahwa ada masalah serius yang harus segera dicarikan solusinya oleh Carlos Perreira.
Harapan besar kini disematkan kepada perubahan strategi yang sedang dipersiapkan di markas tim saat ini.
Seluruh elemen dalam tim sepakat untuk bekerja lebih keras demi membawa Madura United kembali ke jalur kemenangan.
Persiapan intensif terus dilakukan di sisa waktu jeda musim untuk mematangkan taktik kontra Macan Kemayoran.
Kondisi fisik para pemain dipantau secara ketat agar siap tampil meledak selama 90 menit penuh di JIS.
Para pemain senior di dalam tim juga berperan penting dalam menjaga motivasi dan kekompakan rekan-rekannya.
Dengan persiapan yang matang, Madura United yakin bisa memberikan kejutan dan membawa pulang hasil maksimal dari Jakarta.