Ancaman Boikot Piala Dunia 2026 Amerika Serikat Mencuat Akibat Ambisi Donald Trump Kuasai Greenland

Pebriansyah Ariefana

Sabtu, 17 Januari 2026 | 10:06 WIB
Ancaman Boikot Piala Dunia 2026 Amerika Serikat Mencuat Akibat Ambisi Donald Trump Kuasai Greenland
Piala Dunia 2026 (FIFA)
baca 10 detik
  • Boikot Piala Dunia 2026 dipertimbangkan sebagai protes terhadap klaim Amerika Serikat atas wilayah Greenland.

  • Sebanyak 17.000 tiket dibatalkan suporter sebagai bentuk dukungan terhadap kedaulatan Denmark dan otonomi Greenland.

  • Denmark menolak ambisi Amerika Serikat dan menuntut penghormatan terhadap integritas wilayah kedaulatan mereka.

Suara.com - Wacana mengenai penghentian dukungan terhadap turnamen sepak bola terbesar sejagat kini mulai mengemuka di daratan Eropa.

Langkah radikal ini muncul sebagai respons terhadap ambisi politik luar negeri Washington yang ingin menganeksasi wilayah Greenland.

Seorang tokoh politik senior dari Jerman menilai bahwa tekanan internasional perlu ditingkatkan melalui sektor olahraga.

Upaya ini dianggap sebagai instrumen diplomasi untuk menekan kebijakan ekspansi wilayah yang dilakukan oleh Pemerintah Amerika Serikat.

Partai Kristen Demokrat Jerman secara terbuka menyuarakan kemungkinan adanya tindakan boikot pada ajang prestisius tersebut.

"Memboikot turnamen harus dipertimbangkan hanya sebagai langkah terakhir untuk menyadarkan Presiden Trump terkait isu Greenland," kata juru bicara kebijakan luar negeri partai Kristen demokrat Jerman CDU/CSU, Jurgen Hardt, pada Jumat.

Pernyataan ini mencerminkan kegelisahan mendalam terhadap stabilitas geopolitik yang dipicu oleh keinginan Amerika Serikat tersebut.

Jurgen Hardt menekankan bahwa ajang olahraga memiliki nilai sentimental dan prestise yang sangat tinggi bagi Presiden Trump.

Melalui laporan yang diterbitkan oleh harian Bild, terungkap bahwa sang presiden sangat memperhatikan kesuksesan agenda global ini.

baca juga

Oleh karena itu, boikot dianggap sebagai kartu truf untuk mengguncang kepercayaan diri pemerintah Amerika Serikat di mata dunia.

Dampak dari seruan ini ternyata sudah mulai terasa pada tingkat partisipasi publik dan antusiasme penggemar bola.

Media asal Yordania, Roya News, melaporkan fenomena menarik mengenai perilaku calon penonton di kancah internasional.

Tercatat ada sekitar 17.000 penggemar sepak bola yang memutuskan untuk membatalkan pesanan tiket mereka secara masif.

Keputusan para suporter ini merupakan bentuk protes nyata terhadap kebijakan luar negeri yang diambil oleh Gedung Putih.

Fenomena ini menjadi sinyal peringatan dini bagi penyelenggara mengenai potensi penurunan jumlah pengunjung selama turnamen berlangsung.

Piala Dunia FIFA 2026 dijadwalkan menjadi tonggak sejarah baru dalam industri olahraga sepak bola modern.

Amerika Serikat akan berbagi peran sebagai penyelenggara bersama dengan dua negara tetangganya, yakni Meksiko dan Kanada.

Edisi kali ini sangat spesial karena untuk pertama kalinya melibatkan total 48 tim nasional dari berbagai penjuru bumi.

Rangkaian pertandingan dijadwalkan bakal bergulir mulai tanggal 11 Juni hingga partai final pada 19 Juli 2026.

Selain agenda sepak bola, Amerika Serikat juga tengah bersiap menyambut gelaran Olimpiade 2028 yang berlokasi di Los Angeles.

Presiden Donald Trump secara konsisten menyuarakan urgensi pengalihan kepemilikan Greenland ke bawah otoritas pemerintahan Amerika Serikat.

Argumen utama yang diusung adalah posisi geografis wilayah tersebut yang sangat krusial bagi sistem pertahanan nasional.

Washington berdalih bahwa penguasaan wilayah tersebut bertujuan untuk memproteksi konsep "dunia bebas" dari pengaruh kompetitor global.

Dua kekuatan besar, yakni China dan Rusia, dianggap sebagai ancaman utama yang melatarbelakangi ambisi penguasaan teritorial ini.

Namun, klaim sepihak ini justru memicu reaksi keras dari negara-negara Nordik yang selama ini mengelola wilayah tersebut.

Pemerintah Denmark bersama otoritas lokal Greenland dengan tegas menolak segala bentuk upaya pencaplokan oleh pihak luar.

Mereka mendesak agar Amerika Serikat memberikan penghormatan penuh terhadap kedaulatan serta integritas wilayah yang sudah ada.

Secara historis, Greenland memang sempat berstatus sebagai wilayah koloni Denmark hingga mencapai tahun 1953.

Perubahan signifikan terjadi pada tahun 2009 ketika wilayah ini secara resmi mendapatkan status otonomi yang sangat luas.

Saat ini, Greenland memiliki otoritas penuh dalam mengatur urusan domestik serta merancang kebijakan internal mereka sendiri secara mandiri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Inggris Tak Butuh Bintang? Ini yang Dibutuhkan Tuchel untuk Bawa Three Lions Juara Piala Dunia 2026

Inggris Tak Butuh Bintang? Ini yang Dibutuhkan Tuchel untuk Bawa Three Lions Juara Piala Dunia 2026

Bola | Jum'at, 16 Januari 2026 | 20:50 WIB

Trofi Asli Piala Dunia Sudah Tiba di Korea Selatan, Kapan ke Indonesia?

Trofi Asli Piala Dunia Sudah Tiba di Korea Selatan, Kapan ke Indonesia?

Bola | Jum'at, 16 Januari 2026 | 20:00 WIB

Iran Hubungi China, Bahas Ancaman Militer AS Pasca Manuver USS Abraham Lincoln

Iran Hubungi China, Bahas Ancaman Militer AS Pasca Manuver USS Abraham Lincoln

News | Jum'at, 16 Januari 2026 | 08:09 WIB

Terkini

17 September 2026 Weton Kamis Pahing, Apa Keistimewaannya?

17 September 2026 Weton Kamis Pahing, Apa Keistimewaannya?

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 07:07 WIB

Ulasan Film Khadam: Sajian Horor Lintas Negara dengan Sensasi Atmosferik!

Ulasan Film Khadam: Sajian Horor Lintas Negara dengan Sensasi Atmosferik!

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 07:00 WIB

1.276 SPPG Di-Suspend, 654 Lainnya Terancam Tutup Permanen: Ada Apa dengan Dapur MBG?

1.276 SPPG Di-Suspend, 654 Lainnya Terancam Tutup Permanen: Ada Apa dengan Dapur MBG?

News | Kamis, 17 September 2026 | 07:00 WIB

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

×