- Timnas Maroko kalah dari Senegal pada final Piala Afrika 2026 akibat kegagalan penalti Brahim Diaz.
- Pelatih Maroko menilai konsentrasi Diaz terganggu karena penundaan penalti selama 17 menit akibat protes lawan.
- Senegal memenangkan pertandingan di perpanjangan waktu melalui gol Pape Gueye, meraih gelar AFCON kedua mereka.
Suara.com - Timnas Maroko harus menelan pil pahit di final Piala Afrika (AFCON) 2026 setelah kalah dramatis dari Senegal.
Sorotan utama tertuju pada penalti gagal Brahim Diaz, yang dinilai menjadi titik balik kekalahan tuan rumah di partai puncak tersebut.
Pelatih Maroko, Walid Regragui, akhirnya angkat bicara mengenai momen krusial tersebut.
Ia menilai Brahim Diaz berada dalam kondisi mental yang terganggu sebelum mengeksekusi penalti penentuan di menit-menit akhir waktu normal.
Maroko mendapat hadiah penalti pada menit terakhir pertandingan saat skor masih imbang tanpa gol.
Kesempatan emas itu bisa mengantarkan Singa Atlas meraih gelar Piala Afrika pertama mereka dalam 50 tahun. Namun, eksekusi Diaz justru gagal dan menjadi awal petaka bagi Maroko.
Situasi di lapangan saat itu jauh dari normal. Eksekusi penalti tertunda hingga 17 menit setelah pelatih Senegal, Pape Thiaw, memerintahkan timnya meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes atas keputusan VAR.
Penonton sempat ricuh, sementara pemain Senegal kembali ke ruang ganti sebelum akhirnya masuk lagi ke lapangan.
Ketika laga dilanjutkan, kiper Senegal Edouard Mendy kembali mengulur waktu.
Baca Juga: Alasan Sadio Mane Jadi Pahlawan Senegal di Piala Afrika 2025, Bukan karena Gol atau Assist!
Diaz yang terlihat mencium bola sebelum menaruhnya di titik putih memilih mengeksekusi penalti dengan gaya panenka. Namun, tendangannya terlalu lemah dan dengan mudah diamankan Mendy.
“Dia punya terlalu banyak waktu sebelum menendang penalti, dan itu pasti mengganggu konsentrasinya,” kata Regragui seusai laga seperti dilansir dari Metro.uk
“Namun kami tidak bisa mengubah apa yang sudah terjadi. Itu cara yang ia pilih. Sekarang kami harus menatap ke depan.”
Pertandingan kemudian berlanjut ke babak perpanjangan waktu.
Di momen inilah Senegal memastikan kemenangan lewat gol spektakuler Pape Gueye, sekaligus mengantarkan mereka meraih gelar AFCON kedua sepanjang sejarah.
Brahim Diaz tampak terpukul berat usai pertandingan. Pemain Real Madrid itu terlihat menangis saat Senegal mengangkat trofi.