-
Inter Milan memuncaki klasemen Liga Italia dengan 54 poin usai menggilas Pisa 6-2.
-
AC Milan tertahan di posisi kedua setelah bermain imbang 1-1 melawan AS Roma.
-
Juventus naik ke peringkat lima setelah mengalahkan Napoli tiga gol tanpa balas.
Suara.com - Persaingan di kasta tertinggi sepak bola Liga Italia semakin menunjukkan dominasi satu tim yang sangat kuat.
Inter Milan berhasil mempertahankan status mereka sebagai penguasa klasemen sementara Serie A musim ini.
Hingga melewati pekan ke-22, skuad asuhan Simone Inzaghi tersebut belum tergoyahkan dari posisi paling atas.
Performa luar biasa ditunjukkan oleh Lautaro Martinez dan rekan-rekannya dalam menjaga konsistensi permainan mereka di lapangan.
Koleksi poin yang mereka miliki kini menyentuh angka 54 dari total 22 laga yang dijalani.
Kemenangan terbaru diraih dengan cara yang sangat impresif saat mereka menjamu tim tamu, Pisa.
Bermain di hadapan pendukung sendiri, Inter Milan mengamuk dengan menyarangkan enam gol ke gawang lawan.
Pertandingan yang digelar di Stadion Giuseppe Meazza tersebut berakhir dengan skor mencolok 6-2 untuk kemenangan tuan rumah.
Hasil sempurna pada Sabtu malam WIB itu memberikan tambahan tiga poin yang sangat krusial bagi tim.
Baca Juga: Prediksi Skor AS Roma vs AC Milan: Duel Penentu Papan Atas Serie A di Stadion Olimpico
Kemenangan besar ini sekaligus mempertegas tajamnya lini serang Nerazzurri dalam membombardir pertahanan lawan-lawannya musim ini.
Dominasi Inter Milan kian terasa nyata jika melihat jarak angka dengan para pesaing terdekat mereka.
Klub rival sekota, AC Milan, kini tertinggal dengan selisih mencapai tujuh poin di urutan kedua.
Peluang Inter untuk menjauh terbuka lebar setelah melihat hasil minor yang didapatkan oleh para pengejarnya.
Saat ini, fokus utama tim adalah menjaga ritme kemenangan demi mengunci gelar juara lebih awal.
Kestabilan mental pemain menjadi kunci utama Inter Milan dalam memimpin perburuan gelar Scudetto di Italia.
Nasib kurang beruntung justru dialami oleh AC Milan saat melakoni laga tandang yang cukup berat.
Tim berjuluk Rossoneri itu gagal membawa pulang poin penuh saat menyambangi markas besar AS Roma.
Pertandingan yang berlangsung cukup sengit pada Senin pagi WIB tersebut berakhir tanpa pemenang dengan skor 1-1.
Rafael Leao dan kawan-kawan harus puas berbagi angka setelah gagal mempertahankan keunggulan atau membalikkan keadaan di Roma.
Hasil imbang ini membuat ambisi mereka untuk memangkas jarak poin dengan Inter Milan menjadi terhambat.
Di sisi lain, satu poin tambahan bagi AS Roma tidak mengubah posisi mereka di papan klasemen.
Klub ibu kota tersebut masih tertahan di peringkat ketiga dengan total perolehan 43 poin saat ini.
Paulo Dybala dan kolega sebenarnya memiliki poin yang sama dengan Napoli yang menempati posisi keempat.
Namun, AS Roma berhak berada di atas karena memiliki keunggulan dalam aspek selisih gol dibandingkan lawannya.
Persaingan memperebutkan tiket kompetisi Eropa diprediksi akan semakin panas hingga akhir musim kompetisi berlangsung nanti.
Pekan ke-22 juga menjadi momen yang sangat kelam bagi juara bertahan musim lalu, yakni Napoli.
Scott McTominay dan rekan setimnya dipaksa bertekuk lutut saat menghadapi kekuatan besar dari Turin, Juventus.
Tanpa ampun, gawang Napoli dibobol tiga kali tanpa mampu memberikan satu pun gol balasan ke lawan.
Kemenangan telak 3-0 ini memberikan angin segar bagi Juventus untuk merangkak naik ke posisi atas.
Si Nyonya Tua kini mengintai di peringkat kelima dengan mengoleksi 42 poin dari seluruh laga.
Tambahan angka penuh tersebut membuat Juventus terus menjaga harapan untuk bisa kembali ke Liga Champions.
Mereka hanya terpaut satu poin saja dari Napoli dan AS Roma yang berada tepat di atasnya.
Kekalahan Napoli menjadi keuntungan besar bagi tim asuhan Massimiliano Allegri dalam memperbaiki posisi di klasemen.
Dengan tren positif ini, Juventus menjadi ancaman serius bagi tim-tim yang berada di zona empat besar.
Pergerakan klasemen Liga Italia kini semakin dinamis seiring dengan kejutan yang terjadi di setiap pekannya.