-
Tijjani Reijnders menegaskan Manchester City masih bersaing ketat dengan Arsenal dalam perebutan gelar.
-
Selisih poin Manchester City dan Arsenal kini hanya tersisa empat angka di klasemen.
-
Kemenangan atas Salford di FA Cup memperpanjang tren positif dan kepercayaan diri City.
Keyakinan tinggi ini diharapkan mampu memberikan tekanan mental yang besar kepada skuad asuhan Mikel Arteta.
Perjalanan di turnamen domestik lainnya juga menjadi gambaran betapa kuatnya kedalaman skuad yang dimiliki City.
Ulasan Pertandingan Piala Domestik
Laga melawan Salford di Stadion Etihad berlangsung dengan tempo yang sangat terkendali sejak menit awal dimulai.
Skor akhir 2-0 terasa jauh lebih kompetitif jika dibandingkan dengan pertemuan musim lalu yang berakhir telak.
Gol pertama lahir dari kesalahan antisipasi pemain lawan, Alfie Dorrington, yang berujung pada gol bunuh diri.
Setelah unggul cepat, City memilih untuk mengatur tempo permainan dan tidak terlalu terburu-buru melakukan serangan balik.
Strategi tersebut sempat memberikan angin segar bagi Salford untuk menciptakan peluang melalui Ben Woodburn serta Brandon Cooper.
Kontribusi Pemain Baru City
Namun, ketenangan lini belakang The Citizens membuat ancaman dari lawan tidak membuahkan hasil hingga turun minum.
Kemenangan akhirnya dikunci oleh Marc Guehi yang masuk dari bangku cadangan dan mencetak gol perdananya.
Tijjani Reijnders sendiri dipercaya tampil secara penuh selama sembilan puluh menit oleh sang manajer dalam laga tersebut.
Eks pemain AC Milan ini mengakui bahwa menghadapi tim dengan pertahanan berlapis bukanlah perkara yang mudah.
“Tentu mereka tidak menginginkan pertandingan seperti musim lalu lagi, jadi bagi mereka ini soal bertahan. Kadang sulit menemukan ruang di antara lini dan menciptakan peluang, tetapi yang terpenting kami lolos ke babak berikutnya," sambung Reijnders.
Proses Adaptasi di Inggris