-
Inter Milan tersingkir dari Liga Champions setelah kalah agregat 2-5 dari Bodo/Glimt.
-
Kekalahan 1-2 di kandang sendiri menghentikan langkah Nerazzurri ke babak 16 besar.
-
Bodo/Glimt tampil efektif melalui gol Jens Petter Hauge dan voli indah Hakon Evjen.
Meskipun Nerazzurri sangat dominan dalam penguasaan bola, mereka kesulitan mengonversi peluang menjadi sebuah gol nyata.
Sirkulasi bola yang dibangun dari lini tengah ke depan selalu bisa dipatahkan oleh pemain bertahan Bodo/Glimt.
Skor kacamata 0-0 pun tetap bertahan hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya paruh pertama laga.
Memasuki babak kedua, Inter Milan tetap memegang kendali permainan dengan tempo yang jauh lebih tinggi.
Tekanan demi tekanan terus dilancarkan ke area pertahanan lawan demi menjaga asa lolos ke fase berikutnya.
Keasyikan menyerang justru membuat pertahanan Inter Milan lengah dan terbuka bagi serangan balik yang mematikan.
Pada menit ke-58, Bodo/Glimt secara mengejutkan berhasil memecah kebuntuan melalui gol yang dicetak Jens Petter Hauge.
Gol tersebut berawal dari sepakan Ole Blomberg yang membentur pemain belakang dan menghasilkan sebuah bola rebound.
Hauge yang berdiri tanpa pengawalan ketat langsung menyambar bola liar tersebut untuk mengoyak gawang Yann Sommer.
Keunggulan 1-0 ini membuat kepercayaan diri para pemain wakil Norwegia tersebut meningkat drastis di lapangan.
Bodo/Glimt semakin menjauh dari kejaran tuan rumah ketika pertandingan memasuki menit ke-72 melalui skema yang apik.
Hakon Evjen mencetak gol indah lewat sebuah tendangan voli keras yang gagal diantisipasi oleh kiper lawan.
Papan skor pun berubah menjadi 2-0 untuk keunggulan tim tamu yang tampil sangat efektif dalam menyerang.
Situasi ini membuat agregat semakin melebar menjadi 5-1 yang sangat sulit dikejar dalam waktu tersisa.
Inter Milan kini berada dalam posisi yang sangat terdesak dan membutuhkan keajaiban besar untuk bisa membalikkan keadaan.