-
Andre Rosiade melaporkan hakim garis atas dugaan penghinaan rasis terhadap pemain Semen Padang FC.
-
Semen Padang FC kalah telak 0-4 dari Bhayangkara FC dan masuk ke zona degradasi.
-
Nasib pelatih Dejan Antonic ditentukan pada hasil laga kandang melawan tim PSIM Yogyakarta.
Kekalahan di Stadion Sumpah Pemuda Lampung ini memperpanjang catatan kelam tim kebanggaan masyarakat Sumatera Barat tersebut.
Tanpa satu pun kemenangan dalam tiga pertandingan terakhir, posisi tim kini berada dalam kondisi yang sangat kritis.
Hasil negatif ini memaksa Semen Padang FC terjun bebas ke peringkat 17 di klasemen Liga Indonesia.
Hantu degradasi kini mulai membayangi tim yang memiliki sejarah panjang di kasta tertinggi sepak bola tanah air.
Situasi darurat ini menuntut adanya perubahan radikal agar tim tidak semakin terpuruk di sisa musim kompetisi.
Fokus manajemen kini juga tertuju pada kinerja juru taktik asal Serbia, Dejan Antonic, yang dianggap minim kontribusi.
Sejak menukangi tim pada Oktober 2025, Dejan hanya mampu mempersembahkan tiga kemenangan dari total 15 laga resmi.
Statistik ini dianggap sangat mengecewakan mengingat target tinggi yang dibebankan oleh manajemen sejak awal kedatangannya di Padang.
Ujian terakhir bagi masa depan Dejan Antonic akan tersaji pada pekan ke-24 Super League mendatang.
Semen Padang FC dijadwalkan akan menjamu PSIM Yogyakarta dalam laga hidup mati pada Rabu, 4 Maret 2026.
Pertandingan kandang ini menjadi harga mati bagi skuat Kabau Sirah untuk memutus tren negatif yang sedang melanda.