- Timnas Argentina melawan Swiss pada perempat final Piala Dunia 2026 di Kansas City, Minggu 12 Juli 2026.
- Wasit João Pinheiro membatalkan kartu kuning Paredes setelah meninjau rekaman VAR atas dugaan simulasi Breel Embolo.
- Pemain Swiss, Breel Embolo, menerima kartu merah akibat simulasi yang mengubah jalannya pertandingan menjadi keuntungan bagi Argentina.
Suara.com - Pertandingan panas antara Timnas Argentina dan Timnas Swiss di perempat final Piala Dunia 2026 menghadirkan momen kontroversial.
Teknologi VAR menjadi penentu setelah keputusan wasit berubah drastis dalam hitungan menit.
Awalnya, Leandro Paredes diganjar kartu kuning karena dianggap melanggar Breel Embolo.
Insiden itu terjadi tak lama setelah Swiss menyamakan kedudukan melalui gol Dan Ndoye.
Namun, Paredes langsung memprotes dan bersikeras tidak melakukan kontak.
![Laga perempat final Piala Dunia FIFA 2026 antara Timnas Argentina dan Timnas Swiss berlangsung sengit di Kansas City, Minggu (12/7). [Tangkap layar X]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/12/51195-breel-embolo.jpg)
Tayangan ulang televisi pun menunjukkan bahwa gelandang Argentina tersebut tidak menyentuh lawannya.
Wasit João Pinheiro kemudian dipanggil untuk meninjau ulang melalui VAR.
Setelah melihat rekaman, ia memutuskan bahwa Embolo melakukan simulasi.
Keputusan pun dibalik: kartu kuning untuk Paredes dicabut dan diberikan kepada Embolo.
Karena sebelumnya sudah mengantongi kartu kuning, pemain Swiss itu otomatis menerima kartu merah dan harus meninggalkan lapangan.
“Wasit hanya dapat meninjau ulang dan memberikan sanksi dalam kasus tertentu, termasuk kesalahan identitas atau pelanggaran serius,” demikian bunyi regulasi terkait penggunaan VAR.
Keputusan tersebut langsung mengubah jalannya pertandingan. Swiss harus bermain dengan 10 orang, sementara Argentina mendapatkan keuntungan besar.
