- Bek Jordi Amat dari Persija Jakarta telah mengoleksi tiga gol impresif sepanjang musim Super League.
- Hingga pekan ke-23, enam bek menjadi paling produktif, termasuk empat gol milik Franco Ramos Mingo.
- Ramos Mingo kini menyamai raihan gol Gustavo Franca dan Mendoca, menunjukkan dampak bek dalam mencetak skor.
Suara.com - Pemain Timnas Indonesia, Jordi Amat masuk dalam daftar bek yang subur mencetak gol di ajang Super League.
Peran bek di Super League 2025/2026 tidak melulu soal mematahkan serangan lawan. Sejumlah pemain belakang justru tampil menonjol lewat kontribusi gol mereka.
Hingga pekan ke-23, setidaknya ada enam bek yang tercatat sebagai yang paling produktif dalam urusan mencetak gol.
Nama yang terbaru mencuri perhatian adalah Franco Ramos Mingo. Bek asing milik PSIM Yogyakarta itu mencetak dua gol ketika timnya menang 4-2 atas PSBS Biak.
Tambahan tersebut membuat koleksi golnya musim ini menjadi empat. Sebelumnya, Ramos Mingo juga mencatatkan namanya di papan skor saat menghadapi Madura United pada pekan ke-17 dan Bali United pada pekan ke-22.
Dengan raihan empat gol, Ramos Mingo kini sejajar dengan dua bek lain yang juga rajin menjebol gawang lawan.
Mereka adalah Gustavo Franca dari Malut United, serta Mendoca yang memperkuat Madura United.
Ketiganya menjadi contoh bagaimana pemain bertahan tetap bisa memberi dampak besar di lini serang, terutama lewat situasi bola mati dan pergerakan dari lini kedua.
Selain bek asing, perhatian juga tertuju pada pemain naturalisasi Timnas Indonesia, Jordi Amat.
Baca Juga: Fred Grim di Ujung Tanduk! Maarten Paes Cs Bakal Dapat Pelatih Baru, Siapa Dia?
Bek Persija Jakarta tersebut sudah mencetak tiga gol sepanjang musim ini, sebuah catatan yang cukup impresif untuk pemain yang dikenal sebagai spesialis bertahan.
Dua nama lain yang juga mengoleksi tiga gol adalah Ruyery Blanco dari Bhayangkara FC, serta Federico Barba yang membela Persib Bandung.
Kehadiran enam bek produktif ini menunjukkan bahwa persaingan di Super League tidak hanya ditentukan oleh para penyerang.
Kontribusi dari lini belakang turut memberi warna tersendiri, sekaligus menjadi bukti bahwa gol bisa datang dari berbagai posisi di lapangan.