-
Emil Audero masuk tiga besar kiper terbaik Serie A mengalahkan Mike Maignan.
-
Maarten Paes dikritik legenda Ajax karena kualitas umpan yang dianggap sangat lemah.
-
John Herdman akan memulai debut kepelatihan Timnas Indonesia di ajang FIFA Series 2026.
Maarten Paes sebenarnya baru saja menyelesaikan laga bersama Ajax Amsterdam dengan catatan tanpa kebobolan saat melawan PEC Zwolle.
Namun, skor kacamata pada Minggu (1/3/2026) tersebut ternyata belum cukup untuk memuaskan hati para pengamat sepak bola Belanda.
Mantan pemain Ajax, Kenneth Perez, melontarkan kalimat pedas terkait cara bermain Paes yang dianggap membahayakan lini pertahanan sendiri.
Kejadian di menit ke-65 menjadi sorotan utama saat sapuan bola dari Paes justru mengenai pemain lawan dan nyaris berbuah gol.
"Mereka punya pembuat masalah terbesar di gawang. Paes, dia memainkan umpan paling gila dan sangat lemah," ucap Perez dilansir dari Voetbal Primeur.
Perez menegaskan bahwa standar penjaga gawang di Ajax sangat tinggi, terutama dalam hal akurasi distribusi bola kepada rekan setim.
"Anda mesti melakukan umpan yang tepat. Itu selalu terjadi di Ajax," lanjutnya memberikan penekanan pada aspek teknis sang kiper.
Pandangan senada juga diungkapkan oleh Marciano Vink yang bertugas sebagai pengamat sepak bola di kanal ESPN Belanda.
Vink menilai bahwa Paes masih memerlukan waktu lebih untuk menyatu dengan pola permainan tim yang menuntut kiper ikut membangun serangan.
Baca Juga: Peluang Timnas Indonesia Gantikan Iran di Piala Dunia 2026 Tertutup Rapat Karena Ini
"Dia adalah penjaga gawang yang tidak perlu membangun permainan sebelum bergabung dengan Ajax. Dia belum pernah melakukannya tetapi sekarang dia bermain untuk Ajax," katanya.
Berbanding terbalik dengan Paes, Emil Audero justru sedang banjir pujian setelah tampil impresif bersama klubnya, Cremonese.
Media ternama Italia, Tutto Mercato, menempatkan nama Audero ke dalam jajaran penjaga gawang terbaik di kasta tertinggi Liga Italia.
Berdasarkan data statistik hingga pekan ke-27 Serie A, Audero tercatat menduduki peringkat ketiga dengan perolehan nilai 6,30.
Pencapaian ini sangat membanggakan karena ia berhasil melampaui poin yang dimiliki oleh kiper utama AC Milan, Mike Maignan.
Efektivitas Audero di bawah mistar gawang menjadikannya salah satu aset paling berharga yang dinantikan kontribusinya bagi Indonesia.