-
Emil Audero memimpin statistik penyelamatan terbanyak di Serie A dengan total 99 aksi gemilang.
-
Jay Idzes tampil dominan sebagai bek utama Sassuolo dengan mencatatkan 140 sapuan bersih musim ini.
-
Kedua pemain ini membuktikan bahwa talenta Indonesia mampu bersaing di level tertinggi kompetisi Eropa.
Suara.com - Panggung sepak bola kasta tertinggi Italia saat ini sedang menjadi saksi bisu kehebatan dua pemain keturunan Indonesia.
Emil Audero dan Jay Idzes berhasil mencuri panggung lewat performa yang konsisten dan kontribusi nyata bagi tim yang mereka bela masing-masing.
Sorotan publik tanah air kini tidak lagi terbatas pada agenda internasional, namun merambah ke statistik impresif mereka di kasta tertinggi sepak bola Eropa.
Kehadiran keduanya di Serie A memberikan sinyal positif bahwa talenta dari Indonesia mampu bersaing dengan pemain kelas dunia lainnya secara kompetitif.
Baik Audero maupun Idzes memiliki peran yang sangat krusial dalam menjaga stabilitas lini pertahanan tim mereka dari gempuran penyerang lawan.
Emil Audero kini menyandang status sebagai salah satu penjaga gawang paling sibuk sekaligus paling tangguh di kompetisi Liga Italia musim ini.
Hingga memasuki pekan ke-27, penjaga gawang berusia 29 tahun tersebut tercatat sebagai pemain dengan jumlah penyelamatan terbanyak di seluruh liga.
Berdasarkan rujukan data dari WhoScored, Audero telah membukukan total 99 penyelamatan gemilang dalam 23 kali penampilannya bersama klub Cremonese.
Pencapaian ini menempatkannya di posisi teratas, melampaui catatan kiper Sassuolo, Arijanet Muric, yang mengoleksi 97 penyelamatan dalam 26 laga.
Meskipun Cremonese sempat menelan kekalahan tipis dari klub raksasa seperti AS Roma dan AC Milan, performa individu Audero tetap menuai pujian tinggi.
Dalam laga kontra AS Roma, ia melakukan dua aksi krusial, sementara saat melawan AC Milan, ia berjibaku melakukan empat penyelamatan jarak dekat.
Jadwal pertandingan yang padat membuat Audero seolah tidak memiliki waktu untuk beristirahat karena terus mendapatkan tekanan serangan yang sangat intens.
Meski saat ini posisi klubnya masih tertahan di peringkat ke-17 klasemen sementara, namun catatan pertahanan mereka tergolong cukup impresif secara statistik.
Cremonese baru kebobolan sebanyak 38 gol hingga pekan ini, sebuah angka yang jauh lebih baik jika dibandingkan dengan Torino di posisi ke-14.
Di sisi lain, nama Jay Idzes terus meroket sebagai pilar pertahanan yang tidak tergantikan dalam skema permainan taktis milik klub Sassuolo.
Pemain yang baru menginjak usia 25 tahun tersebut hampir selalu menjadi pilihan utama pelatih dengan catatan tampil di 26 dari 27 laga.
Ketidakhadirannya hanya terjadi sekali pada awal musim, namun setelah melakukan debut melawan Cremonese pada 29 Agustus 2025, posisinya mutlak tak tergoyahkan.
Kualitas Idzes sebagai bek tengah modern terlihat dari kedisiplinannya dalam memutus aliran bola lawan serta ketenangannya saat membangun serangan dari bawah.
Kepercayaan penuh dari staf kepelatihan dibayar tuntas dengan performa stabil yang membawa Sassuolo merangkak naik ke posisi sembilan klasemen sementara Serie A.
Mengutip informasi dari FootMob, Idzes sukses mencatatkan 140 sapuan bersih atau clearance yang membuatnya masuk dalam jajaran 10 besar bek elit.
Selain piawai menghalau bola udara, ia juga sangat efektif dalam situasi satu lawan satu dengan catatan 21 tekel sukses musim ini.
Kemampuannya dalam membaca arah permainan lawan juga terbukti melalui koleksi 34 intersep yang berhasil mematahkan skema serangan berbahaya sebelum masuk ke kotak penalti.
Kekuatan lini belakang Sassuolo kian solid berkat kemitraan apik antara Jay Idzes dengan rekan duetnya di jantung pertahanan, Tarik Muharemovi.
Kolaborasi keduanya membuat Sassuolo hanya kebobolan 36 gol sejauh ini, sebuah catatan yang sangat kompetitif untuk tim yang bersaing di papan tengah.
Keberhasilan Idzes dan Muharemovi memberikan rasa aman bagi penjaga gawang serta meningkatkan kepercayaan diri seluruh anggota tim saat bertanding melawan klub besar.
Eksistensi Idzes dan Audero di liga top Eropa ini menjadi bukti nyata bahwa pemain keturunan Indonesia memiliki etos kerja dan kualitas teknis mumpuni.
Mereka bukan sekadar pelengkap kuota pemain, melainkan sosok pembeda yang menentukan hasil akhir pertandingan bagi klub-klub yang mereka bela di Italia.
Diharapkan konsistensi ini terus terjaga hingga akhir musim untuk menginspirasi generasi muda pesepak bola di tanah air agar berani bermimpi tinggi.
Perjalanan mereka di Serie A musim ini menjadi catatan sejarah baru bagi profil pemain Indonesia yang berkarier di kompetisi sepak bola paling bergengsi.