- Tujuh pemain Timnas Indonesia dipastikan absen di FIFA Series 2026 akibat cedera dan sanksi, menjadi tantangan berat bagi pelatih John Herdman.
- Lima pemain menepi karena cedera, yakni Mauro Zijlstra (paha), Mees Hilgers (ACL), Marselino Ferdinan (hamstring), Asnawi Mangkualam (ACL), dan Pratama Arhan (meniskus).
- Dua pemain lainnya, Thom Haye dan Shayne Pattynama, dilarang bermain empat laga dan didenda oleh FIFA akibat protes keras kepada wasit pada laga kontra Irak Oktober 2025.
Suara.com - Timnas Indonesia tengah dihantam badai masalah menjelang keikutsertaan mereka di ajang FIFA Series Maret 2026 yang akan digelar di Jakarta.
Sebanyak tujuh pemain andalan berlabel Garuda terancam absen karena berbagai faktor, mulai dari cedera serius hingga sanksi disiplin.
Turnamen yang akan berlangsung pada 27-30 Maret 2026 ini sejatinya menjadi momentum kebangkitan dan debut penting bagi pelatih anyar, John Herdman.
Kondisi darurat ini memaksa sang pelatih untuk memutar otak lebih keras demi menemukan komposisi tim terbaik di tengah krisis pemain.
Nama pertama yang dipastikan absen adalah Mauro Zijlstra, penyerang muda potensial yang sedang mengalami cedera paha.
Striker Persija Jakarta tersebut sebelumnya sudah terpaksa menepi saat timnya ditahan imbang oleh Borneo FC 2-2 di Jakarta International Stadium (JIS).
Pemulihan cedera paha tersebut diperkirakan akan membuatnya menepi selama beberapa pekan ke depan.
Zijlstra juga diprediksi harus melewatkan pertandingan penting Persija kontra Dewa United pada pertengahan Maret ini.
Masalah yang jauh lebih berat dialami oleh Mees Hilgers yang dibekap cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL) sejak akhir tahun 2025.
Bek tangguh milik FC Twente itu masih harus menjalani proses pemulihan yang sangat panjang di Belanda.
Selain itu, Marselino Ferdinan juga harus menepi setelah naik meja operasi akibat cedera hamstring yang menderanya.
Gelandang kreatif andalan Timnas Indonesia ini telah menjalani prosedur medis pada bulan Desember 2025 lalu.
Nasib serupa juga dialami oleh Asnawi Mangkualam yang terkena cedera ACL saat membela klubnya, Port FC.
Mantan kapten Skuad Garuda tersebut bahkan harus menjalani pembedahan pada bulan Januari 2026 dan diperkirakan absen hingga enam bulan.
Kabar buruk terbaru datang dari Pratama Arhan yang dikonfirmasi mengalami cedera robek meniskus pada lutut kanannya.
Operasi yang dilakukan pada Februari 2026 lalu membuatnya kemungkinan besar harus absen selama beberapa bulan ke depan.
Di luar daftar pemain cedera, kekuatan Timnas Indonesia juga tereduksi oleh sanksi disiplin dari FIFA.
Dua nama pemain pilar, yakni Thom Haye dan Shayne Pattynama, dipastikan tidak bisa merumput di ajang ini.
Keduanya dijatuhi hukuman larangan bermain sebanyak empat laga plus kewajiban membayar denda sebesar 5.000 franc Swiss atau sekitar Rp108 juta.
Sanksi tersebut dijatuhkan sebagai buntut dari aksi protes berlebihan terhadap wasit usai insiden kekalahan melawan Irak pada Oktober 2025.
Akibat hukuman berat ini, Haye dan Pattynama dipastikan akan melewatkan agenda FIFA Series Maret serta FIFA Matchday pada Juni 2026 mendatang.
Absennya tujuh pilar utama ini jelas akan sangat memengaruhi kekuatan dan keseimbangan skuad Garuda di lapangan.
Padahal, Indonesia berstatus sebagai salah satu tuan rumah turnamen FIFA Series 2026 yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).
Skuad Garuda dijadwalkan akan menjajal kekuatan wakil dari benua Amerika, Saint Kitts dan Nevis, pada 27 Maret nanti.
Selain kedua negara tersebut, turnamen ini juga akan diramaikan oleh kehadiran Timnas Bulgaria dan Kepulauan Solomon sebagai peserta.
Kini, publik sepak bola Tanah Air menaruh harapan besar pada kesiapan para pemain pelapis untuk bisa menjawab tantangan besar di tengah situasi krisis ini.
Kontributor : Imadudin Robani Adam