-
Persija Jakarta bermain imbang 2-2 dengan Borneo FC di Jakarta International Stadium.
-
Tiga pemain asing Persija menegaskan komitmen untuk berjuang dalam sepuluh laga sisa.
-
Pemain menganggap sepuluh pertandingan sisa musim ini sebagai partai final demi target juara.
Suara.com - Stadion International Jakarta menjadi saksi bisu sengitnya pertarungan antara Persija Jakarta melawan Borneo FC Samarinda.
Laga pekan lanjutan Super League 2025/2026 yang digelar 3 Maret tersebut berakhir tanpa pemenang.
Skor kembar 2-2 menjadi hasil akhir yang harus diterima oleh skuat asuhan Macan Kemayoran.
Meskipun gagal mengamankan poin penuh di kandang sendiri, gairah juang para pemain tidak luntur.
Tiga penggawa asing Persija memberikan pernyataan resmi terkait situasi mentalitas tim saat ini.
Penyerang tajam Persija, Emaxwell Souza, mengungkapkan perasaan emosionalnya setelah peluit panjang berbunyi di lapangan.
Ia melihat ada sisi positif dari performa kolektif tim meskipun hasil papan skor belum memuaskan.
Pemain asal Brasil ini mengakui adanya beberapa evaluasi teknis yang perlu segera dibenahi staf pelatih.
Maxwell merasa kemenangan sebenarnya sudah berada di depan mata sebelum akhirnya sirna begitu saja.
“Kami hampir menang, tetapi saya bangga dengan perjuangan dan tekad kami hingga akhir," kata Maxwell kepada awak media.
Dukungan masif dari suporter di tribun menjadi energi tambahan bagi para pemain untuk tidak menyerah.
Emaxwell mengapresiasi loyalitas tanpa batas yang ditunjukkan oleh para pendukung setia Persija Jakarta.
Target mengamankan posisi papan atas masih menjadi prioritas utama tim dalam sisa kompetisi musim ini.
Setiap tetes keringat di lapangan dipersembahkan untuk harga diri klub dan kebahagiaan para penggemar.
“Saya berterima kasih kepada para penggemar atas dukungan mereka yang tak tergoyahkan. Kami akan berjuang hingga akhir selama masih ada harapan,” jelasnya.
Lini tengah Persija yang dikomandoi oleh Jean Mota juga memberikan sudut pandang yang sangat bijak.
Ia menganggap hasil imbang melawan Borneo FC hanyalah satu kerikil dalam perjalanan panjang liga.
Mota menekankan bahwa kompetisi sepak bola kasta tertinggi Indonesia ini masih menyimpan banyak drama.
Persiapan matang akan dilakukan untuk menatap jadwal pertandingan yang semakin padat ke depannya.
“Sayangnya, ini bukan hasil yang kami harapkan, tetapi kami masih memiliki jalan panjang di depan dan kami akan berjuang sampai akhir,” ucap Mota.
Nada optimisme serupa juga ditiupkan oleh bek tangguh kebanggaan publik Jakarta, Fabio Calonego.
Ia menegaskan bahwa tim tidak boleh terpuruk terlalu lama meratapi kegagalan meraih tiga poin.
Bagi Fabio, setiap pertandingan yang tersisa sekarang memiliki status yang setara dengan partai final.
Kekuatan mental akan menjadi pembeda utama dalam persaingan menuju tangga juara Super League.
“Ini bukan hasil yang kami inginkan. Tapi kami masih punya 10 final lagi untuk mencapai tujuan kami. Kami tetap percaya diri dengan kerja keras kami dan, yang terpenting, bersama sampai akhir,” tutur Fabio.
Seluruh elemen dalam tim Persija Jakarta sepakat untuk menjaga keharmonisan dan kekompakan di ruang ganti.
Laga melawan Borneo FC akan dijadikan bahan studi mendalam agar kesalahan serupa tidak kembali terulang.
Manajemen dan pemain kini memfokuskan seluruh energi untuk menyapu bersih poin di sepuluh laga terakhir.
Komitmen penuh telah ditanamkan dalam sanubari setiap pemain demi lambang Monas di dada.
Harapan besar masih membumbung tinggi bagi tim ibukota untuk mengakhiri musim dengan prestasi gemilang.